Elson

Biasanya, galau, bimbang dan ragu, bahkan putus asa, berarti sedang kehilangan arah dan sulit bersemangat lagi. Tidak jarang ketika rasa ini datang kita mempertanyakan apakah yang sudah kita jalani, bahkan mau mengambil keputusan untuk keluar dari situasi dan kondisi itu. Dalam Injil, Jumat Oktaf Paskah, 17 April 2020, Yoh 21:1-14, kita juga melihat para murid terlihat putus asa. Mereka kembali melakukan aktivitas yang mereka geluti sebelum menjadi murid Yesus. Mereka merasa, setelah kematian Yesus tidak ada lagi harapan. Mereka memilih kembali pada cara hidup lama. Ketika mereka menganggap itu pilihan tepat, Tuhan hadir kembali. Seakan-akan ada reka ulang pada kisah hari ini. Para murid diingatkan saat mereka pertama kali dipanggil Tuhan. Digambarkan dalam Injil ada situasi yang sama. Mereka menjala ikan tapi tidak mendapatkan ikan dan Yesus menghampiri dan meminta mereka menebarkan jala ke sebelah kanan perahu. Hanya murid yang dikasihi-Nya yang mengenal Yesus yang hadir. Sahabat, kita kembali diingatkan, ketika mengalami masa-masa sulit, kita selalu diajak kembali mengingat peristiwa pertama yang membuat kita berani melangkah. Saya ingat ketika saya sendiri dalam hidup membiara mulai merasakan kekeringan dan putus asa, saya selalu kembali mengingat pengalaman pertama saya “jatuh cinta.” Pengalaman itu memberi saya semangat untuk bangkit. Terkadang kita putus asa dan semuanya harus berakhir, tetapi hari ini Tuhan mau mengingatkan bahwa peristiwa awal, pengalaman pertama, sebenarnya membantu kita kembali menimba semangat untuk bangkit dan berjalan kembali. Semoga semakin hari kita semakin menyadari peristiwa “jatuh cinta” dengan Tuhan. Tuhan tidak mau kita putus asa. Dengan kehadiran-Nya kita diundang kembali bersemangat.(FRAY.EL.OP)

Elson 1

Tinggalkan Pesan