Saliob Ajaib menjadi latar belakang Misa Minggu Palma dan semua liturgi Pekan Suci 2020 (Vatican Media)
Saliob Ajaib menjadi latar belakang Misa Minggu Palma dan semua liturgi Pekan Suci 2020 (Vatican Media)

Pekan Suci, masa terpenting dalam tahun liturgi, dimulai di Lapangan Santo Petrus di bawah tatapan Salib dari Gereja San Marcello. Salib itu ditempatkan sebagai latar belakang di tengah altar. Salib itu adalah Salib Ajaib, yang lolos dari api tahun 1519 tanpa kerusakan dan dibawa dalam prosesi untuk menghentikan wabah. Salib kayu dari akhir abad keempat belas itu telah berkali-kali mengarungi kota Roma. Terakhir adalah dua puluh lima tahun lalu saat Santo Yohanes Paulus II menginginkannya hadir pada Hari Pengampunan dalam Tahun Yubileum 2000. Dalam krisis ini, Paus Fransiskus memutuskan untuk mengunjungi Gereja San Marcello untuk berdoa di depan salib itu. Kemudian, Paus menginginkannya berada di hadapan Lapangan Santo Petrus yang kosong saat Statio Orbis, doa yang Paus pimpin untuk memohon dan mengakhiri pandemi.

Jumat, 27 Maret 2020: hujan turun. Uskup Roma, bersama dengan puluhan juta orang yang terhubung melalui TV, radio dan internet menatap salib itu, patung itu. Meskipun ditempatkan di dekat pintu gerbang Basilika, Salib itu basah karena hujan deras. Bertolak belakang dengan yang dilaporkan beberapa orang, karya seni itu tak mengalami kerusakan serius. Itu bisa dibuktikan dengan kenyataan bahwa salib itu sekali lagi muncul sebagai pusat perhatian liturgi Minggu Palma. Hanya perlu beberapa perbaikan kecil, yang dilakukan di suatu pagi, oleh ahli pemugaran seni dari Museum Vatikan, sesuai perjanjian dengan otoritas Italia yang terkait. Perbaikan kecil dilakukan terkait dengan potongan-potongan kecil yang terlepas. Beberapa kerusakan sudah ada sebelumnya, sementara kerusakan lainnya terjadi karena perpindahan. Intervensi kecil dan cepat ini menjamin keamanan karya seni, yang akan kembali ke Gereja Sato Marcello setelah Tri Hari Suci itu.

Dalam tradisi Kristen, seni dan keindahan selalu memainkan peran mendasar untuk membantu umat beriman masuk ke dalam misteri Kitab Suci, liturgi, dan doa. Salib khusus ini adalah patung yang telah menemani sejarah Kota Abadi, dan menjadikan rasa sakit, doa, harapan dan devosi orang-orang yang tinggal di kota itu menjadi rasa sakit, doa, harapan dan devosinya sendiri.

Maka, kehadirannya di depan Lapangan Santo Petrus tanggal 27 Maret, dan sekarang di dalam Basilika Santo Petrus untuk liturgi-liturgi Paskah, memiliki makna mendalam. Banyak, banyak orang di seluruh dunia, di saat penderitaan ini, saat lebih dari 50.000 nyawa diklaim meninggal karena pandemi ini, akan segera memahami maknanya.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa, kutip Paus sebelum berkat Urbi et orbi

Paus berdoa di depan Salib Ajaib di Gereja San Marcello
Paus berdoa di depan Salib Ajaib di Gereja San Marcello

Tinggalkan Pesan