Malam ini saya memiliki kesempatan untuk memasuki rumah Anda dengan cara berbeda dari biasanya. Jika Anda mengizinkan, saya ingin bercakap-cakap dengan Anda selama beberapa saat, di masa sulit dan penderitaan ini. Saya bisa membayangkan Anda dalam keluarga Anda sedang menjalani kehidupan yang tidak biasa guna menghindari penularan.

Paus mengatakan hal itu dalam pesan Pekan Suci yang dikirim melalui pesan video kepada umat Kristen seluruh dunia yang sedang mempersiapkan Pekan Suci dengan cara yang tidak biasa karena pandemi Covid-19.

Menurut Paus, dia memikirkan tentang keaktifan anak-anak dan orang muda, yang tidak bisa keluar rumah, bersekolah, dan menjalani kehidupan mereka. Paus mengatakan, semua keluarga ada di hatinya, terutama anggota keluarga yang sedang sakit atau yang berduka karena virus corona atau sebab lainnya.

“Akhir-akhir ini saya sering memikirkan orang-orang yang sendirian, yang lebih sulit menghadapi saat-saat ini. Terlebih lagi, saya memikirkan orang-orang lanjut usia, yang sangat saya sayangi,” kata Paus.

Paus juga “tidak bisa melupakan orang-orang yang menderita virus corona, orang-orang yang dirawat di rumah sakit. Saya sadar akan kemurahan hati dari orang-orang yang menempatkan diri mereka dalam risiko untuk merawat para korban pandemi ini atau untuk menjamin layanan penting bagi masyarakat.”

“Begitu banyak pahlawan, setiap hari, setiap jam!” tegas Paus yang juga ingat betapa banyak orang mengalami kesulitan keuangan dan khawatir tentang pekerjaan dan masa depan mereka. Paus juga berpikir tentang para tahanan penjara, “yang semakin menderita karena ketakutan akan epidemi, pada diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka cintai.” Pikiran Paus juga melayang kepada para tunawisma, “yang tidak punya rumah untuk melindungi diri mereka.”

Ini waktu yang sulit bagi semua orang. Bagi banyak orang, sangat sulit. Paus tahu hal itu dan, dengan kata-kata itu, Paus ingin memberitahukan kepada semua orang tentang kedekatan dan kasih sayangnya. “Marilah mencoba, kalau kita bisa, memanfaatkan sebaik-baiknya saat ini: marilah bermurah hati; marilah membantu mereka yang membutuhkan di lingkungan kita; marilah memperhatikan orang-orang yang paling kesepian, mungkin dengan telepon atau jejaring sosial; marilah berdoa kepada Tuhan untuk orang-orang yang berada dalam kesulitan di Italia dan di dunia,” kata paus.

Sekalipun kita terisolasi, lanjut Paus, “pikiran dan semangat bisa pergi jauh dengan kreativitas cinta. Inilah yang kita butuhkan hari ini: kreativitas cinta. Inilah yang dibutuhkan saat ini: kreativitas cinta.”

Paus mengatakan bahwa kita akan merayakan Pekan Suci dengan cara yang benar-benar tidak biasa, yang memanifestasikan dan merangkum pesan Injil, yaitu kasih Allah yang tak terbatas. “Dan dalam keheningan kota-kota kita, Injil Paskah akan bergema.”

Paus lalu mengutip perkataan Rasul Paulus dalam 2 Kor 5:15, “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”

Dalam Yesus yang bangkit, tegas Paus, hidup mengalahkan maut. “Iman Paskah ini menyuburkan harapan kita. Itulah yang ingin saya bagikan kepada Anda malam ini. Inilah harapan akan waktu yang lebih baik, saat kita bisa menjadi lebih baik, akhirnya terbebas dari kejahatan dan pandemi ini. Itulah harapan: harapan tidak mengecewakan; itu bukan ilusi, itu harapan,” kata Paus.

Dengan saling berdampingan, dalam cinta dan kesabaran, “kita bisa mempersiapkan waktu yang lebih baik di hari-hari ini,” kata Paus seraya berterima kasih “telah mengizinkan saya masuk ke rumah Anda” dan memohon umat berlaku lembut terhadap orang-orang yang menderita, terhadap anak-anak, dan terhadap orang tua. “Beritahukan kepada mereka bahwa Paus dekat dan berdoa agar Tuhan segera membebaskan kita dari kejahatan. Dan Anda, doakan aku.” (PEN@ Katolik/paul c pati)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan