Paus dalam Angelus yang disiarkan langsung dari Perpustakaan Istana Apostolik
Paus dalam Angelus yang disiarkan langsung dari Perpustakaan Istana Apostolik

“Yesus lelah. Dia haus. Ketika seorang wanita datang untuk menimba air, Dia meminta minum dari wanita itu. Dengan melakukan hal itu, Yesus mematahkan setiap penghalang, karena orang Samaria dipandang rendah oleh orang Yahudi.”

Demikianlah renungan Paus dari Bacaan Injil, 15 Maret 2020, tentang Yesus yang berjalanan bersama para murid-Nya dan memutuskan untuk beristirahat di Samaria dekat sebuah sumur dan bertemu dengan wanita Samaria. Renungan itu disampaikan sebelum berdoa Angelus Minggu di Istana Apostolik, dan disiarkan secara langsung.

“Yesus memulai dialog saat mengungkapkan misteri air hidup kepada wanita ini, misteri Roh Kudus, karunia Tuhan,” lanjut Paus. “Fokus dialog ini adalah air,” lanjut Paus. “Di satu sisi, air sebagai elemen penting yang memuaskan dahaga tubuh dan menopang kehidupan. Di sisi lain, air sebagai simbol rahmat ilahi yang memberi kehidupan abadi.”

“Dalam tradisi biblis, Allah adalah sumber air hidup,” jelas Paus, “yang menjauhkan diri dari Dia dan Hukum-Nya akan menjadi sangat kering.” Paus memberikan contoh orang-orang Israel di padang pasir, dan bagaimana “Allah menghendaki agar Musa membuat air mengalir dari batu, sebagai tanda penyelenggaraan Allah.”

“Rasul Paulus juga menafsirkan batu karang sebagai simbol Kristus,” lanjut Paus. “Mereka yang haus akan keselamatan dapat menarik dengan bebas dari Yesus,” kata Paus. “Janji air hidup yang Yesus katakan kepada wanita Samaria menjadi kenyataan dalam Sengsara-Nya,” lanjut Paus. “Kristus, Anak Domba, yang dikurbankan dan bangkit, adalah mata air. Dari mata air itu mengalir Roh Kudus yang mengampuni dosa dan diperbaharui demi kehidupan baru.”

“Seperti wanita Samaria,” lanjut Paus, “siapa pun yang secara pribadi berjumpa dengan Yesus yang hidup, merasa perlu berbicara tentang Dia kepada orang lain sehingga setiap orang boleh sampai pada titik pengakuan bahwa Yesus ‘benar-benar Juruselamat dunia’.” Menurut Paus, “kita juga dipanggil untuk bersaksi tentang kehidupan dan harapan yang ada dalam diri kita.”

Paus berdoa, “Semoga Maria, Yang Mahakudus, membantu kita menumbuhkan hasrat akan Kristus, sumber air hidup, satu-satunya yang dapat memuaskan kehausan akan kehidupan dan cinta yang kita kandung dalam hati kita.”(PEN@ Katolik/paul c patri berdasarkan Vatican News)

1 komentar

  1. Mohon pencerahan…sampai saat ini tidak ada Doa utk Santa Corona, pelindung terhadap Wabah / Pandemic…apakah St Corona tidak ada ?

Tinggalkan Pesan