Gereja Katolik Stasi Maumbi (oto diambil dari Facebook Greja Katolik St Fransiskus Xaverius Maumbi)
Gereja Katolik Stasi Maumbi (oto diambil dari Facebook Greja Katolik St Fransiskus Xaverius Maumbi)

Paulus melihat Roh Allah diam di dalam kamu. Kamu adalah bait Allah. Luar biasa. Kita adalah tempat kediaman Allah dan karena itu adalah kudus. Kita diajak, ditantang dan didorong terus-menerus untuk menjadi sempurna seperti Bapa di Surga. Allah itu Maha Sempurna. Oleh karena itu, kita diajak, ditantang, dipanggil untuk menuju kepada kekudusan, untuk menuju kepada kesempurnaan.

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC menggambarkan hal di atas berdasarkan bacaan-bacaan Minggu 23 Februari 2020, dalam Misa Tahbisan Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Maumbi dari Paroki Santa Ursula Watutumou, Minahasa Utara (Minut). Uskup juga berharap umat merefleksikan arti kekudusan seperti tergambarkan dalam bacaan-bacaan itu (Im. 19: 1-2, 17-18, Kor. 3:16-23 dan Mat. 5: 38-48).

Misa tahbisan gereja yang dipimpin Mgr Rolly itu didampingi Uskup Emetitus Mgr Yos Suwatan MSC, Kepala Paroki Santa Ursula Watutumou Pastor John Rawung MSC, imam asal Stasi Maumbi Pastor Maxi Manewus Pr, dan Diakon Jufry Dotulong Pr. Sesudah Misa dilakukan penandatanganan prasasti oleh uskup dan paraf dari Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen, mewakili Gubernur Sulut, dan pembukaan selubung papan nama gereja yang ditandai penekanan tombol secara bersama oleh Mgr Rolly, Edwin Kindangen, Wakil Bupati Minut Joppy Lengkong, Dirpolair Polda Sulut, Kapoltes Minut, dan Ketua DPRD Minut.

“Bacaan-bacaan hari ini menarik dan memberikan inspirasi dan penerangan tentang makna pemberkatan gedung gereja yang adalah lambang dan simbol gereja yang hidup. Batu utama, batu sendi yaitu Yesus Kristus, dan kita adalah batu-batu yang tersusun dalam bangunan rohani gereja itu,” kata Mgr Rolly. Uskup juga mengajak umat memahami secara luas tentang tempat kediaman Allah, rumah Allah, tempat kudus itu, karena “yang kudus bukan saja cuma rumah Allah, Bait Allah, gereja ini, tapi kita semua juga kudus.”

Kudus, jelas uskup, berarti utuh. “Diri kita dipersembahkan secara utuh bukan sebagian, bukan hanya tubuh atau anggota-anggotanya, bukan hanya jiwa atau pikirannya, bukan hanya emosi atau perasaannya. Kudus itu kesatuan dari seluruh diri yang kita persembahkan kepada Tuhan,” kata Mgr Rolly. Maka, lanjut uskup, Paulus mengatakan “kamu adalah tempat kediaman Allah,” dan menjadi kudus karena utuh bukan karena sebagian-sebagian. “Keseluruhan menjadi kudus.”

Kudus juga berarti dekat, dekat dengan Tuhan, dengan Allah, dan dekat satu sama lain. “Inilah kudus. Kita dekat dengan Tuhan. Dan, karena dekat dengan Tuhan, kita menjadi dekat satu dengan yang lain,” kata Mgr Rolly.

Kudus juga berarti berbeda. “Bukan mencari perbedaan, tapi kalau kita dekat dengan Tuhan, kalau kita hidup terintegrasi secara utuh dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan tampil beda. Orang akan merasa, ah … orang ini beda dengan kebanyakan kita. Benar dia berbeda dengan yang lain,” jelas uskup.

Mgr Rolly berharap seluruh rangkaian pemberkatan gereja itu, doa-doanya dan seluruh perjuangan membangun gereja itu selama bertahun-bertahun dari pastor yang satu ke pastor yang lain, dari pimpinan umat yang satu ke pimpinan umat yang lain, seta dukungan dari berbagai pihak termasuk yang hadir saat ini “minimal menjadi suatu kesaksian tentang Bait Allah.”

Menurut Mgr Rolly, kediaman Allah ini memang sungguh diberkati. “Bukan sebatas gedung ini tetapi prosesnya sudah dimulai dari awal. Kiranya lewat bacaan-bacaan tadi kita diajak bersama Yesus serupa dengan Dia melihat ke depan, lebih jauh daripada yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.”

Menurut ketua panitia pembangunan Veronica Sengkeh, pembangunan gereja berukuran 14 x 34 meter itu berlangsung selama delapan tahun dengan anggaran dua miliar rupiah dari pemerintah, donatur dan umat setempat.

“Semoga kehadiran gereja ini semakin memotivasi umat untuk lebih konsisten memberikan totalitas kehidupan dan meningkatkan pelayanan, terlebih turut memberikan kontribusi  bagi pembangunan daerah dan bangsa,” harap Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan yang dibacakan Edwin Kindangen.(PEN@ Katolik/A. Ferka)

Mgr Rolly memberikan kunci gereja kepada kepala paroki untuk membuka gerbang gereja baru di Maumbi (PEN@ Katolik/af)
Mgr Rolly memberikan kunci gereja kepada kepala paroki untuk membuka gerbang gereja baru di Maumbi (PEN@ Katolik/af)
Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Maumbi di Minahasa Utara, Sulaweri Utara (PEN@ Katolik/af)
Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius Maumbi di Minahasa Utara, Sulaweri Utara (PEN@ Katolik/af)
Uskup bersiap menandatagani prasasi
Uskup bersiap menandatagani prasasi

 

1 komentar

Tinggalkan Pesan