Paus Fransiskus luncurkan halaman SUPER NUNS dengan klik pada laptop
Paus Fransiskus luncurkan halaman SUPER NUNS dengan klik pada laptop

Dengan klik pada laptop, Paus Fransiskus mengaktifkan halaman SUPER NUNS (para biarawati super) yang bertujuan mengumpulkan dana bagi para suster yang terlibat dalam upaya menyelamatkan para korban perdagangan manusia dan membantu para korban untuk kembali ke kehidupan mereka.

Peristiwa itu terjadi saat Paus bertemu para anggota Talitha Kum, Yayasan Galileo, Edelman dan ESPO dalam audiensi 8 Februari 2020 dalam rangka memperingati Hari Doa dan Kesadaran Internasional Melawan Perdagangan Manusia.

Prakarsa baru itu dijelaskan oleh koordinator internasional Talitha Kum Suster Gabriella Bottani kepada Paus, sedangkan Artis Stephen Powers menunjukkan gambar pertama yang akan digunakan pada platform-nya dan meminta Paus menandatanganinya.

Talitha Kum telah menanggapi panggilannya. Selama 10 tahun, jaringan global para suster Katolik itu secara diam-diam didedikasikan untuk pencegahan, penyelamatan, dan rehabilitasi para penyintas perdagangan manusia.

Pekerjaan para suster itu menantang dan seringkali berisiko. Mereka turun ke jalan-jalan untuk meningkatkan kesadaran, melakukan kontak dengan para korban dalam konteks berbahaya, melindungi mereka dari perdagangan dan eksploitasi manusia, menyediakan jalan pulang dan keterampilan baru untuk membangun kembali kehidupan yang hancur.

Itulah sebabnya penggalangan dana itu penting, khususnya rumit karena para suster beroperasi tanpa terlihat dan tidak mengumumkan keberhasilan secara terbuka.

Komunitas SUPER NUNS adalah proyek yang diluncurkan oleh Talitha Kum (prakarsa dari Paguyuban Para Superior Jenderal Internasional), yang bertujuan menjangkau seluruh jajaran pendukung potensial yang baru.

Seperti yang dikatakan Sekretaris UISG Suster Patricia Murray kepada Radio Vatikan, berkat kemitraan antara Yayasan Galileo, beberapa seniman jalanan dan platform komunikasi internasional, karya “para suster super” itu akan digambarkan bagi semua orang untuk dilihat, seperti halnya semangat besar para penyintas.

SUPER NUNS, jelas Suster Pat, adalah prakarsa menarik yang baru untuk membantu para suster Talitha Kum yang berdedikasi menyelamatkan orang-orang yang terperangkap dan diperdagangkan ke berbagai belahan dunia.

Proyek itu, kata suster itu, tumbuh dari visi John McCaffrey yang bekerja untuk Yayasan Galileo. “Dia memiliki hubungan dengan Edelman Company, perusahaan komunikasi besar di Amerika Serikat. Dia tahu akan pekerjaan mereka dan fakta bahwa setiap tahun mereka menggunakan sebagian sumber daya mereka untuk usaha sosial,” dan menyarankan agar mereka mempertimbangkan untuk mensponsori Talitha Kum dan karya para suster itu melawan perdagangan manusia.

Pertemuan produktif di New York dengan Edelman, kata Suster Pat, menghasilkan gagasan yang bertujuan menjadikan isu perdagangan manusia di seluruh dunia diketahui segenap khalayak baru. Yang diperlukan adalah menggunakan karya seniman, yang terkenal di dunia komik, guna membuat gambar-gambar (pop) tentang para suster dan karya mereka.

“Kami menamai mereka SUPER NUNS karena yang mereka lakukan adalah pekerjaan luar biasa: pekerjaan sangat tersembunyi, pekerjaan sangat berbahaya, menyelamatkan para korban, wanita, pria dan anak-anak, kemudian melindungi mereka, dan selanjutnya ada proses rehabilitasi dan masuk kembali ke masyarakat,” kata suster.

Suster Pat mengatakan karya seni itu akan ditempatkan di platform media sosial untuk diakses semua orang. “Ada juga tembok besar di New York yang ditutupi dengan yang paling bagus dari gambar-gambar ini,” kata suster, seraya mengatakan gambar-gambar itu berbicara kepada semua orang, tetapi terutama kepada orang-orang muda “yang sangat mengenal seluruh dunia komik dan gambar komik.”

Penggunaan media populer, lanjut suster, adalah “cara baru untuk menjangkau orang-orang yang tidak akan pernah bertemu suster, tidak akan pernah tahu pekerjaan mereka,” kecuali kalau mereka bergaul dengan para suster di bidang-bidang yang secara tradisional kita gauli seperti sekolah, rumah sakit, klinik.

“Tetapi ada ribuan suster bekerja di seluruh bidang perdagangan manusia dan terlibat dalam kampanye anti-perdagangan manusia dan dalam penyelamatan dan rehabilitasi, dan saya kira seni adalah cara kreatif” untuk meningkatkan kesadaran, kata suster.

Pemirsa, kata Suster Pat, sering diminta menafsirkan karya-karya seni ini dan membaca slogan-slogan: SUPER NUNS “menyampaikan pada sejumlah tingkat yang berbeda, dan secara mendalam, bahwa jenis penyelamatan yang dilakukan tidak dangkal. Bahwa SUPER NUNS berupaya membawa orang pulang dan juga memberi mereka masa depan.”

Bagi para seniman yang terlibat, itu adalah usaha baru yang menarik, kata suster. “Untuk pertama kalinya mereka mendengarkan beberapa kisah para korban dan belajar tentang karya para suster sebelum mereka bisa menghidupkan karya mereka,” kata suster.

Gambaran SUPER NUN, jelas Sr Pat, bergema dalam pesan Superman dan Superwoman: “super dalam arti berani.” “Super dalam arti menjangkau tempat yang sebelumnya tidak terjangkau. Super dalam cara yang menyerukan kepada orang lain untuk benar-benar mendukung karya ini,” kata suster. Itu sebabnya, jelas suster, SUPER NUN tidak bisa hanya dikerjakan secara pribadi atau jaringan para suster: diperlukan tindakan global guna mendukung prakarsa ini dengan cara apa pun yang kami bisa.

Suster Pat mengatakan, dana sangat dibutuhkan. Melihat konteks Afrika atau Asia, lanjutnya, sekitar 2.000 hingga 10.000 dolar diperlukan untuk menyelamatkan seseorang, membawanya pulang, memberinya tempat tinggal untuk waktu yang lama, memberinya perawatan untuk pulih dari kengerian yang diderita, dan kemudian mendidik atau memberinya keterampilan baru sehingga bisa masuk kembali ke dalam masyarakat, dan dalam beberapa kasus memberinya sedikit uang untuk memulai usaha.

“Jadi, ini operasi penyelamatan dan pemulihan multi-segi dan cukup kompleks,” kata suster, dan merupakan tanggapan langsung terhadap seruan Paus Fransiskus untuk budaya peduli. Suster berterima kasih dan kagum kepada para seniman yang memasuki kampanye ini bersama para biarawati “sehingga kami bisa membuat audiens baru tahu bahwa karya ini terjadi di dalam Gereja Katolik dan mereka bisa menjadi bagiannya.”

Suster Pat lalu mengajak semua pria dan wanita yang berkemauan baik, umat Katolik seluruh dunia, untuk mendukung prakarsa ini dengan kepastian bahwa setiap sen yang mereka sumbangkan akan digunakan untuk pekerjaan di lapangan. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News/Linda Bordoni dan Suster Bernadette Reis)

SUPER NUNS 3SUPER NUNS 2

Tinggalkan Pesan