Frater asal Nigeria, Michael Nnadi.
Frater asal Nigeria, Michael Nnadi.

Aid to the Church in Need (Bantuan untuk Gereja Membutuhkan, ACN) mengumumkan satu dari empat frater yang diculik 8 Januari 2020 di Negara Bagian Kaduna Nigeria telah dibunuh. “Dengan kesedihan luar biasa, kami harus memberitahukan kepada kalian bahwa frater terakhir yang berada di tangan para penculik, Michael, telah dibunuh.” Berita itu berasal dari Tweet ACN, Italia. Michael diculik bersama tiga frater lainnya dari Seminari Tinggi Gembala Baik di Kakau, Negara Bagian Kaduna. Tiga frater lainnya telah dibebaskan di hari-hari sebelumnya dan kini sedang menerima perawatan medis. ACN melaporkan, direktur seminari melakukan pengenalan jenazah itu. Tanggal 31 Januari, Uskup Agung Benin Mgr Augustine Akubeze dan Ketua Konferensi Waligereja, mengajukan banding mengenai ketidakamanan “di seluruh negeri”, kegawatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Uskup Agung Aukbeze menjelaskan, meskipun semua seminari di Nigeria memiliki tembok pelindung, “tembok-tembok itu tidak cukup untuk menghentikan serangan Boko Haram,” kaum ekstrimis Islam. Menurut Data PBB baru-baru ini, sejak 2009 kekerasan Boko Haram telah menyebabkan lebih dari 35.000 korban. Sebaliknya, tidak semua gedung memiliki kamera keamanan, kata uskup. “Setidaknya, semua seminari dan biara yang menampung kaum religius perlu memiliki kamera untuk menangkap teroris.” Sayangnya, ungkap ACN, sumber daya Gereja terbatas dan beberapa paroki bahkan dipaksa membayar penjagaan polisi dalam Misa hari Minggu.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Empat frater calon imam diculik, para uskup menyerukan pembebasan mereka

Tinggalkan Pesan