Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Paulus Christian Siswantoko Pr (kiri) dan Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial KWI Pastor Steven Lalu Pr dalam Misa Buka Tahun Baru 2020 PWKI  (PEN@ Katolik/km)
Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Paulus Christian Siswantoko Pr (kiri) dan Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial KWI Pastor Steven Lalu Pr dalam Misa Buka Tahun Baru 2020 PWKI (PEN@ Katolik/km)

Wartawan Katolik hendaknya menjadi ‘corong kebenaran’ dan menyuarakan mereka (kelompok) yang  tidak bersuara dalam menghadapi kesulitan, sehingga mereka mendapat perhatian dari pihak terkait, dan menjadi pewarta yang menjunjung tinggi kebenaran dalam memberikan informasi yang benar dan jujur.

Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Paulus Christian Siswantoko Pr berbicara di depan 40 anggota Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dalam homili Misa Buka Tahun Bersama 2020 PWKI di Gedung Lemhanas, Jakarta, 17 Januari 2020. Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial KWI Pastor Steven Lalu Pr menjadi konselebran Misa itu.

Dalam Misa dan acara bertema “Mewujudkan Persatuan Indonesia dengan Kehendak Baik” itu, Pastor Siswantoko menegaskan, wartawan selalu membawa kegembiraan bagi mereka yang mendapatkan kesulitan. Meski demikian, “pekerjaan wartawan Katolik juga memiliki banyak tantangan dan pemberitaan yang menjunjung tinggi kebenaran senantiasa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.”

Imam diosesan dari Keuskupan Purwokerto itu mengaku baru pertama kali merayakan Misa bersama wartawan Katolik, dan ketika mendengar kata wartawan dia mengaku mengingat nama “Udin”, wartawan Bernas sekitar tahun 1990-an yang tewas karena tulisannya. Kisah itu, tegas imam itu, menandakan bahwa tugas wartawan dalam mengungkapkan kebenaran memiliki resiko berat.”

Bercermin pada kasus itu, imam itu meminta wartawan Katolik cermat dalam mengungkap fakta. “Di sisi lain, wartawan Katolik perlu perlindungan Tuhan Yesus saat tugas di lapangan,” kata Pastor Siswantoko.

Melanjutkan homili itu, Pastor Steven Lalu mengaitkan bacaan Injil tentang penyembuhan orang lumpuh yang diturunkan ke hadapan Yesus melalui atap rumah dan mengatakan, “Pekerjaan orang yang berkehendak baik bisa berhasil atau menyelamatkan.”

Empat orang yang menggotong orang lumpuh itu, menurut imam diosesan Keuskupan Manado itu, adalah orang berkehendak baik. “Menurut saya kehendak baik harus dimiliki juga oleh wartawan Katolik, karena dari sanalah hadir kreativitas dan keberanian.”

Acara resepsi yang diikuti 400 peserta termasuk sejumlah pejabat negara, antara lain, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Staf Khusus Menkominfo Rosita Niken W, Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Heru Winarto dan Pangdam Jaya Mayjen Eko Mardino dipandu oleh Mayong Suryolaksano dan Ratih Hartono.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, PWKI memberi penghargaan kepada lima tokoh yang dinilai  berjasa memperkuat persatuan bangsa yakni Gracia Billy Mambrasa (staf khusus Presiden Joko Widodo), Joko Anwar (sutradara film), Brigitta Lasut (anggota DPR RI termuda dari Fraksi PDIP), Rahmat Effendi (Walikota Bekasi sebagai tokoh toleransi), dan Didi Kempot (penyanyi dan pelestari lagu-lagu khas Jawa). Hanya Billy Mambrasa yang menerima penghargaan secara langsung. Yang lain berhalangan.

Ketua PWKI Putut Prabantoro menjelaskan, acara Buka Tahun Bersama 2020 merupakan  tahun ke-15 pelaksanaannya. Tema yang diusung pun beragam, jelasnya, dan tahun ini “sesuai situasi kebangsaan kita, PWKI mengusung tema ‘Persatuan Indonesia’.”

Firli Bahuri menyambut baik kegiatan tahunan yang mengusung tema kebangsaan itu. “Sebagai anggota masyarakat bangsa, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk memelihara persatuan bangsa agar bangsa ini tetap rukun dan damai,” katanya.

Menurut Rosita Niken, peran wartawan sangat strategis. “Di tengah kepungan berita bohong atau hoaks yang hampir menggerogoti sendi kehidupan bangsa saat ini, wartawan Katolik harus berani melawannya.”

Berbagai hiburan musik, lagu dan tarian, ditampilkan dalam acara yang dibuka dengan lagu ‘Indonesia Raya’ itu. Selain lagu dari Komjen Heru Winarto dan Firli Bahuri, lima mahasiswa-mahasiswi asal Papua yang sedang belajar di Unika Atmajaya BSD, Tangerang, menampilkan tarian daerahnya.(PEN@ Katolik/Konradus R Mangu)

Acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 Foto: Ismanto/PWIK
Acara Buka Tahun Bersama PWKI 2020 Foto: Ismanto/PWIK

Tinggalkan Pesan