Dekorasi di Beijing, Cina, untuk tahun Baru Imlek mendatang  (ANSA)
Dekorasi di Beijing, Cina, untuk tahun Baru Imlek mendatang (ANSA)

Di akhir Audiensi Umum hari Rabu, 22 Januari 2020, Paus Fransiskus menyapa semua orang yang akan merayakan tahun baru sesuai dengan kalender Cina tradisional. Paus juga mengimbau semua orang berdoa untuk perdamaian, dialog dan solidaritas di antara bangsa-bangsa. Tahun Baru Cina yang juga disebut sebagai Festival Musim Semi di daratan Tiongkok itu adalah salah satu dari beberapa Tahun Baru Imlek di Asia. Tahun baru itu dirayakan oleh orang-orang etnis Cina dan non-Cina di seluruh dunia. Tahun baru itu dimulai dengan bulan baru pertama dalam kalender lunar dan berakhir pada bulan purnama pertama kalender lunar, 15 hari kemudian. Tahun Baru saat ini didedikasikan untuk Tikus. Di akhir Audiensi Umum, Paus mengatakan, tanggal “25 Januari mendatang, di Timur Jauh dan di berbagai belahan dunia lainnya, jutaan pria dan wanita akan merayakan Tahun Baru Imlek.” Maka, lanjut Paus, “Saya mengirim kepada mereka ucapan selamat saya, semoga mereka khususnya menjadi tempat pendidikan bagi kebajikan menerima dengan baik, kebijaksanaan, saling menghormati dan kerukunan dengan ciptaan,” kata paus. Paus lalu mengajak “semua untuk berdoa juga demi perdamaian, dialog, dan solidaritas di antara bangsa-bangsa: karunia yang sangat diperlukan di dunia saat ini.” (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Robin Gomes/Vatican News)

Tinggalkan Pesan