Koor Paroki Woloan, Tomohon Foto dari Facebook Komsos Paroki Woloan)
Koor Paroki Woloan, Tomohon Foto dari Facebook Komsos Paroki Woloan)

Untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat, khususnya umat Katolik, dan untuk mencari dan mengembangkan talenta yang dimiliki umat Katolik dalam bidang kesenian khususnya koor, Kapolda Sulut Irjen Polisi Remigius Sigid Tri Hardjanto memprakarsai “Manado Catholic Christmas Choir Kapolda Sulut” pertama di ruang Catur Prasetya, Manado.

Ketika berbincang dengan PEN@ Katolik seusai penutupan kegiatan sehari itu, 18 Januari 2020, Kapolda Sulut mengatakan, “Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi annual event, diteruskan oleh siapa pun pimpinan Polda Manado, karena kegiatan ini sangat bermanfaat.”

Menurut Kapolda, dia mengamati bahwa “semua antusias dari pagi hingga malam, semua berjalan lancar, dan semua tujuan bisa tercapai.”

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengapresiasi prakarsa itu dengan mengatakan dalam sambutannya, “Festival ini juga sarana untuk mewartakan sukacita Natal. Ini baik sekali. Terlihat nyata kebersamaan pihak kepolisian dengan masyarakat.”

Festival yang dibuka dengan pemukulan gong oleh Kapolda Manado yang didampingi Uskup Manado itu menampilkan 24 peserta paroki dari Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow dan Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro) dengan juri Direktur Musica Sacra Keuskupan Manado Pastor Harry Singkoh MSC, serta dua praktisi seni Septhian Paendong dan Aiptu Herald Rundengan dari Polri.

Ketua Panitia AKBP Gustaf Lengkong dalam laporannya mengatakan kegiatan bernuansa Natal itu bertujuan “untuk lebih mendekatkan Polri dengan masyarakat, sesuai kebijakan Kapolda Sulut bahwa Polri harus berada di tengah-tengah masyarakat, bisa dilihat dan dihubungi oleh masyarakat, sehingga terbangun sinergitas dan kemitraan antara Polri dan masyarakat.”

Tujuan lain, “sebagai bentuk peranserta nyata Polda Sulut dalam meningkatkan seni dan budaya khususnya di bidang paduan suara, dan dalam rangka turut menyemarakkan suasana Natal di wilayah Sulut,” kata Lengkong.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk festival dan bukan kejuaraan itu, lanjutnya, terbatas hanya diikuti paduan suara Katolik yang mewakili paroki, “dengan tujuan meningkatkan mutu paduan suara Gereja Katolik dalam pelayanan kepada Tuhan, menumbuhkan rasa kebersamaan antarsesama umat paroki, serta suasana sukacita Natal dapat dirasakan oleh kita semua.”

Lima peserta yang dinyatakan “terbaik” adalah Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan (Manado), Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Woloan (Tomohon), Paroki Roh Kudus Matani Tomohon, Paroki Raja Damai Tikala (Manado) dan Paroki Santo Mikael Perkamil (Manado). Conductor terbaik diraih Paroki Karombasan, Paroki Santo Joseph Pelindung Pekerja Kleak (Manado) dan Paroki Perkamil. Penampilan costum terbaik direbut Paroki Santo Fransiskus Pineleng, peserta terjauh Paroki Kristus Raja Kotamobagu, dan peserta terheboh Paroki Santo Antonius de Padua Airmadidi. Uang dan piagam dibawa pulang sebagai hadiah.

Hadir pada kegiatan, yang ditutup dengan Misa oleh Mgr Rolly itu, beberapa pejabat utama Polda beragama Katolik, Direskrimum Kombes Polisi Trisulastoto Prasetyo Utomo, Dirpolair Kombes Polisi Edward Indramawan Eka Chandra, Kabidkum Kombes Polisi Alowesus Josef Motorbongs, dan Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo.(PEN@ Katolik/A. Ferka)

Manado Catholic Christmas Choir Kapolda Sulut
Kapolda Sulut bersama para peserta terbaik (PEN@ Katolik/af)
Misa Penutupan (PEN@ Katolik/af)
Misa Penutupan (PEN@ Katolik/af)
Penutupan dihadiri beberapa pejabat utama Polda dan Kapolres Bitung dan Uskup Emeritus Mgr Josef Suwatan. (PEN@ Katolik/af)
Penutupan dihadiri beberapa pejabat utama Polda dan Kapolres Bitung dan Uskup Emeritus Mgr Josef Suwatan. (PEN@ Katolik/af)
Kapolda Sulut saat memberikan hadiah (PEN@ Katolik/af)
Kapolda Sulut saat memberikan hadiah (PEN@ Katolik/af)

Tinggalkan Pesan