Home OMK Kegembiraan peserta Dominican Youth Gathering, semangat pewarta yang bahagia

Kegembiraan peserta Dominican Youth Gathering, semangat pewarta yang bahagia

0
IMG_9417
Kisah terbentuknya persekolahan Santo Dominikus di Cimahi (PEN@ Katolik/pcp)

“Luar Biasa, meriah sekali!” Hanya itu yang bisa terungkap dari seorang Superior Jenderal Kongregasi  Suster-Suster Santo Dominikus di Indonesia Suster Maria Elisabeth OP ketika berjumpa dengan PEN@ Katolik di akhir Farewell Party atau pentas seni dalam acara Dominican Youth Gathering 2020 bertema “La Chiesa in Uscita” di Persekolahan Santo Dominikus Cimahi.

Penampilan ‘profesional’ dari para pelajar persekolahan di bawah Yayasan Santo Dominikus Cabang Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon dan Cimahi ternyata dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, yang menurut Ketua Panitia Damianus Unyir sebagai dukungan konkret semua cabang.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Santo Dominikus Suster Maria Patricia OP mengaku, DYG 2020 9-11 Januari 2020 berjalan dengan baik. “Kami percaya anak-anak sangat bergembira. Semoga kegembiraan ini merupakan semangat kita semua untuk semakin menjadi pewarta yang bahagia, karena kalau tidak bahagia kita tidak bisa mewartakan kebahagiaan kepada yang lain,” kata Suster Patricia.

Para pelajar pun senang, khususnya dengan Farewell Party. Aditia Novito Pratama dari SMP Mikael Cimahi dan Felicia Irena dari SMP Purwokerto mengakui hal itu saat berbicara dengan media ini. “Saya paling senang dengan Farewell Party saat saya jadi pelaut. Saat itu saya bisa kumpul dengan banyak teman dan berbagi nomor telepon,” kata Aditia. “Saya juga senang dengan Farewell Party saat saya jadi penari Tarian Jawa,” lanjut Felicia.

Lebih dari itu DYG 202 telah membuat Aditia “dalam nama Yesus ingin menjadi pewarta yang baik dengan berbekal kepercayaan diri” dan Felicia yang juga mendapat banyak teman saat outbond “ingin menjadi pewarta lewat media sosial yang sekarang banyak digunakan orang.”

Ternyata dalam pembicaraan dengan para guru dan pembina yang menyiapkan pentas seni lengkap dengan yel-yel setiap cabang, persiapan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh. PEN@ Katolik mewawancarai Kepala Sekolah SMP Joannes Bosco Yogyakarta Agustina Nuranisah Safriatun yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Kateketik Yogyakarta, Kristoforus Dion Angga Permana dari Cirebon yang merupakan guru pendidikan agama Katolik di SMA Santa Maria Cirebon, Benedikta Tatik Sugiharti yang guru agama di Cimahi yang lulus dari Sekolah Tinggi Kateketik Yogyakarta, serta Julianto Prabowo dari Purwokerto yang bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia.

Menurut Agustina Nuranisah Safriatun yang akrab dipanggil Ibu Nora, yang ditampilkan Cabang Yogyakarta adalah sesuai tema “Pewarta Sukacita Injil” yakni tentang lingkungan hidup “karena concern kita sekarang adalah menyelamatkan bumi, agar anak-anak punya kesadaran untuk mewartakan Injil, melaksanakan tugas sebagai citra Allah dengan menjaga dan melestarikan alam sekitar.”

Gambarannya adalah bagaimana anak kecil, yang memiliki pemikiran luar biasa, setelah melihat bumi yang rusak, mau berusaha menyelamatkan dan mengajak binatang-binatang untuk ikut menyelamatkan dunia. Tepatnya, “di Tahun Pewarta ini yang kita wartakan adalah lingkungan hidup,” katanya.

Namun, Ibu Nora mengakui penampilan itu bukan hasil karyanya sendiri melainkan hasil karya tim yang dikoordinirnya. “Saya temui yang bisa tulis naskah dan setelah jadi saya kasih kepada guru-guru muda dan minta mereka mulai melatih anak-anak,” ceritanya.

Memang menjadi sulit, jelasnya, karena konsepnya lingkungan hidup dan anak-anak diminta menjadi pohon. “Saya jelaskan, kalau kamu mengandaikan diri kamu menjadi pohon yang sekarang tidak terawat dan manusia sama sekali tidak peduli dengan kalian, kalian dapat merasakan bagaimana pohon itu tidak bisa tumbuh subur dan tempat kalian banyak dipakai oleh manusia.”

Namun baru setelah latihan kedua mereka sadar betul untuk tampil sebagai pohon, untuk membuat ekspresi bahwa mereka sudah tidak ada tempat, sudah tidak terawat, dan tidak dipedulikan orang. “Setelah dijelaskan baru mereka bisa menampilkan itu, dan mereka keluar dengan sendirinya,” jelas Ibu Nora seraya melukiskan kesulitan menggabungkan dan melatih anak-anak yang berasal dari Yogyakarta, Rawaseneng dan Wonosari yang masuk dalam cabang itu.

Namun kebanggaan atas penampilan anak-anaknya yang semuanya dari Sanggar Veritas itu membuat Ibu Nora berharap “mereka menjadi pejuang lingkungan hidup dan semua cabang bisa mencintai lingkungan hidup.” Tidak usah muluk-muluk, “mulailah dengan mencintai dan merawat apa yang ada di sekitar kita, dengan membuang sampah pada tempatnya,” kata Ibu Nora yang mengapresiasi aksi lingkungan hidup yang juga dilakukan dalam DYG 2020 di sekitar persekolahan Cimahi.

Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara yang lebih sederhana adalah tema yang ditampilkan Cabang Cirebon, “karena kita terbatas personil dalam penampilan ini dan waktu persiapan dan latihan mepet dan terbatas setelah konser Konser Kebhinekaan Suluh Nusantara di Pelabuhan Muara Djati Cirebon yang mengikutsertakan 1300 pelajar Persekolahan Santa maria Cirebon, 14 Desember 2019.

Dalam konser yang dikemas lebih sederhana itu, menurut Dion, “yang kami pilih adalah bendera-bendera aneka warna yang menyimbolkan keanekaragaman budaya, ras, suku, dan agama tetapi bisa dipadukan menjadi satu penampilan menarik yang menggambarkan bahwa ‘kebersamaan itu indah’.”

Juga dipertahankan tari topeng untuk menunjukkan bahwa Persekolahan Santa Maria terletak di Cirebon, serta Lagu Bintang Terbang untuk menggambarkan kebersamaan dan merupakan karya orisinal Suluh Nusantara. Sedangkan tema Tahun Pewarta ditunjukkan dengan lagu tema tahun itu “Jadilah Pewarta.”

Ikrar Anak Nusantara juga diserukan malam itu, “karena anak-anak dan remaja Indonesia belum memiliki ikrar atau sumpah, seperti Sumpah Pemuda.” Menurut Dion, persekolahannya berharap ikrar itu menjadi ikrar dan semangat bersama anak remaja seluruh Indonesia, “karena pesannya universal.”

Meski dengan penampilan lebih sederhana, namun Dion percaya, penonton DYG 2020 bisa lebih fokus menyaksikan penari dan penyanyi dan gerakan anak-anak lebih bersemangat “mungkin karena faktor latihan sudah lebih lama.”

Walau harus menghadapi kendala lighting, panggung, dan lokasi yang kecil, dibandingkan konser di atas tongkang dan dermaga, “namun penampilan dan acara seperti ini sangat besar peranannya dalam membentuk anak,” kata Dion seraya membayangkan ephoria kegembiraan anak-anak yang saling berjumpa dengan teman-temannya dari sekolah-sekolah Yayasan Santo Dominikus lain, saling memberi apresiasi, saling mendukung dalam kebersamaan, saling bertukaran nomor handphone, dan saling menghargai karakter masing-masing cabang.

Penampilan Cabang Purwokerto menceritakan bagaimana Desa Pasir, Karang Lewas, Banyumas, tercipta. Namun, karena penampilan setiap cabang diharapkan menyentuh empat sasaran, yakni peserta didik, pewartaan, lingkungan hidup dan IT, “maka saya adaptasi dengan adanya percakapan online, percakapan lingkungan, bebas sampah plastik, dengan inspirasi cerita Babad Pasir Luhur,” kata Julianto.

Penampilan yang dilatih sejak Oktober itu juga menampilkan bahaya sampah plastik, keceriaan, dan tiga tarian “biar semua diajak.” Dan hasilnya, kelompok Purwokerto menampilkan sukacita luar biasa “meski saat berangkat kami menghadapi kebanjiran di daerah Brebes sehingga sembilan koper basah dan kita harus mencuci dari setengah dua pagi saat tiba hingga setengah enam pagi.”

Memang di hari pertama anak-anak nampak ceria namun di hari kedua nampak mulai ngantuk “maka saya kasih motivasi  agar pentas seni berhasil, maka semua berjalan lancar,” demikian pengakuan Julianto yang juga merasakan kekompakan dengan teman-teman sendiri dan bahagia karena semua peserta “bisa beradaptasi dengan lingkungan orang lain dan yayasan Santo Dominikus yang lain.”

Menurut Benedikta Tatik Sugiharti, Cabang Cimahi mengangkat sejarah sekolah yang ada sekarang dan mau melihat bahwa pewartaan dimulai dari peranan leluhur kita. “Jadi jangan pernah sekali-kali meninggalkan sejarah. Artinya, para suster Belanda yang datang ke sini sebenarnya sudah melakukan atau sudah pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Injil seperti tema kita bersama, pergi ke seluruh dunia wartakan Injil.”

Adegan itu dimulai dengan kedatangan para suster Dominikan dari Belanda dengan kesederhanaan namun membangun segalanya. “Kekuatan ini sebenarnya kekuatan hati. Namun dengan itu, seperti digambarkan dengan bambu, dulu sekolah kita tidak megah seperti sekarang. Dulu sekolah kita sangat sederhana, tapi sentuhan dan perjumpaan dengan orangtua dan dengan anak sungguh-sungguh mengubah.”

Sebagai alumnus sekolah itu, Tatik mengingat bagaimana persaudaraan sudah terbentuk saat dia bersekolah di sana. “Kalau ada Misa, kami berjalan dari sekolah ke gereja, namun yang non-Katolik tetap berada di sekolah tanpa ditemani pendamping tetap duduk diam di sekolah.” Persaudaraan itu, jelasnya, ditampilkan dalam pentas seni itu dengan lagu Sabilulungan, sebagai dasar gotong-royong, persatuan tembong (bertemu), perjumpaan yang membuat kita semakin dekat.

Dengan pewartaan yang dimulai dengan cara paling kecil yakni senyum, sapa, salam, sopan, dan santun sekolah membangun kekuatan berupa gedung. Semua itu ditampilkan dalam pentas seni yang berhasil ditampilkan murid SD dan SMP. Dan kemampuannya dalam mengkoordinir semua itu, demikian pengakuan Tatik, karena doanya kepada Sakramen Mahakudus dan semangat Santo Dominikus “untuk memulai dari apa yang ada.”

Menurut Tatik, pertemuan itu, seperti pertemuan antar-SMP sudah menjadi tradisi dalam Yayasan Santo Dominikus, tetapi ini pertemuan dari SD sampai SMA yang kedua, yang pertama di Cirebon 2017. Dengan pertemuan-pertemuan seperti ini, kata Tatik, “saya percaya dan yakin saya dan peserta bisa menemukan Tuhan di dalam segala sesuatu. Keselamatan jiwa-jiwa akan tercapai dengan kegiatan-kegiatan ini, maka meski anak-anak capek, pasti mereka rindu.”(PEN@ Katolik/paul c pati)

Artikel Terkait:

Semangat Dominikus, keceriaan sukacita, memulai dari apa yang ada, gerakkan DYG 2020

Saat Dominican Youth Gathering pelajar sekolah Katolik belajar saling mengasihi di pesantren

Pewarta milenial dari Persekolahan Santo Dominikus bagikan refleksi cinta lewat Instagram

Peserta Dominican Youth Gathering diajak berdoa tekun, berbicara benar, bertindak penuh kasih

 

Semua foto di atas diambil oleh PEN@ Katolik/pcp

Tidak ada komentar

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pola Interaksi Visual yang Menarik untuk Dipahami dari Sisi Desain

Mengapa Game Digital dengan Tema Klasik Masih Bisa Menarik Perhatian Generasi Pengguna Baru?

Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Tradisional Dapat Beradaptasi dengan Teknologi Hiburan

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Bermain

Bagaimana Penggunaan Animasi dalam Game Digital Membantu Menyampaikan Informasi kepada Pengguna?

Mahjong Ways 2 Memiliki Mekanisme Pergantian Simbol yang Membentuk Alur Permainan Berbeda

Game Bertema Asia Memiliki Karakter Visual yang Berkembang Bersama Teknologi Digital Modern

Mengapa Tampilan Game Mobile yang Teratur Dapat Membantu Pengguna Mengenali Berbagai Fitur?

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Desain yang Menghubungkan Nuansa Klasik dan Visual Modern

Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Menampilkan Efek dan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Penyajian Fitur yang Menarik Dilihat dari Sudut Pandang Desain Informasi

Mengapa Pengalaman Pertama Saat Membuka Game Mobile Bisa Memengaruhi Kesan Pengguna?

Mahjong Ways dan Penggunaan Tema Mahjong dalam Membentuk Karakter Hiburan Digital Modern

Game Digital Semakin Memperhatikan Detail Kecil yang Sering Luput dari Perhatian Pengguna

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menentukan Informasi yang Perlu Ditampilkan di Layar Utama?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Mekanisme Permainan dan Respons Visual di Layar

Perkembangan Game Smartphone Membuat Desain Antarmuka Perlu Menyesuaikan Berbagai Cara Penggunaan

Mengapa Konsistensi Tampilan Menjadi Salah Satu Faktor Penting dalam Pengalaman Game Digital?

Mahjong Ways Menghadirkan Interpretasi Modern dari Tema Klasik yang Sudah Lama Dikenal

Game Digital dengan Tampilan Menarik Tetap Membutuhkan Sistem Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Visual Dapat Mengubah Cara Pengguna Mengikuti Permainan

Mengapa Game Digital dengan Konsep Sederhana Bisa Memiliki Karakter yang Mudah Diingat?

Mahjong Ways Menampilkan Adaptasi Permainan Tradisional dalam Bentuk Hiburan Berbasis Teknologi

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Informasi Ditampilkan kepada Pengguna

Bagaimana Penggunaan Ruang Kosong dalam Desain Game Membantu Menjaga Kejelasan Tampilan?

Mahjong Ways 2 Memiliki Rangkaian Animasi yang Berkaitan dengan Perubahan Kondisi Permainan

Game Bertema Budaya Asia Menghadirkan Pendekatan Visual yang Berbeda dari Game Modern Lainnya

Mengapa Desain Antarmuka Game Digital Perlu Mempertimbangkan Kebiasaan Pengguna Baru?

Mahjong Ways dan Cara Penggunaan Elemen Dekoratif Membantu Membangun Identitas Permainan

Teknologi Game Smartphone Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Keseimbangan Visual dan Performa

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan dari Ruang Fisik ke Layar Digital

Mengapa Kecepatan Permainan Kasino Digital Dapat Memengaruhi Pengambilan Keputusan?

Di Balik Kemudahan Kasino Online, Bagaimana Pengguna Memahami Nilai Uang?

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Etika Teknologi dan Tanggung Jawab Platform

Ketika Hiburan Kasino Online Bersinggungan dengan Kesehatan Finansial Masyarakat

Bagaimana Fitur Interaktif Kasino Digital Memengaruhi Perhatian Pengguna?

Menelusuri Perubahan Cara Masyarakat Memandang Kasino Online di Era Informasi

Kasino Online dan Tantangan Mengenali Informasi yang Terlihat Meyakinkan

Mengapa Riwayat Permainan Tidak Bisa Menjamin Hasil Berikutnya di Kasino Digital?

Fenomena Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Kesadaran terhadap Waktu Layar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Desain Permainan Dapat Menyampaikan Informasi Tanpa Banyak Teks

Mengapa Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Terasa Akrab meski Menggunakan Teknologi Game Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Waktu Muat dan Kelancaran Aplikasi

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Cascade Membentuk Rangkaian Perubahan yang Terlihat di Layar

Game Digital Bertema Asia Tidak Hanya Mengandalkan Ornamen tetapi Juga Pemilihan Suasana Visual

Bagaimana Desain Game Mobile Membantu Pengguna Mengenali Fitur Baru tanpa Penjelasan Panjang?

Mahjong Ways Menghadirkan Kesan Tradisional melalui Perpaduan Motif, Warna, dan Tata Letak

Mengapa Perubahan Kecil pada Antarmuka Bisa Memengaruhi Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Teknologi Game Mobile Terus Berkembang dan Membawa Tantangan Baru dalam Pengelolaan Animasi

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Pentingnya Keteraturan Visual dalam Menampilkan Mekanisme Permainan

Mahjong Ways 2 Memiliki Sistem Pergantian Simbol yang Membuat Alur Visual Terlihat Berbeda

Mengapa Detail Latar Belakang dalam Mahjong Ways Ikut Membentuk Suasana Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memiliki Cara Menarik dalam Memadukan Cerita Budaya dan Desain Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Efek Animasi dan Informasi yang Muncul di Layar

Perubahan Tren Game Mobile Membuat Desain Sederhana Kembali Menjadi Perhatian Pengembang

Bagaimana Mahjong Ways Menggunakan Komposisi Warna untuk Memperkuat Nuansa Tradisional?

Game Digital Kini Semakin Memperhatikan Cara Pengguna Memahami Informasi dalam Waktu Singkat

Mahjong Ways 2 dan Peran Transisi Visual dalam Menjaga Alur Permainan Tetap Mudah Diikuti

Mengapa Penggunaan Ornamen Klasik dalam Game Modern Tidak Selalu Terlihat Ketinggalan Zaman?

Perkembangan Desain Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Keseimbangan antara Detail dan Kenyamanan

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?