Sesuai tradisi lama, Paus Fransiskus merayakan Misa Pesta Pembaptisan Tuhan di Kapel Sistina, Minggu, 12 Januari 2020, memperingati baptisan Yesus di Sungai Yordan oleh sepupunya, Santo Yohanes Pembaptis. Dalam upacara itu, Paus membaptis 30 anak lebih, dari keluarga karyawan Vatikan dan diplomat yang diakreditasi Tahta Suci, yang lahir tahun lalu. Dalam homili, tepat sebelum Pembaptisan, Paus ingat kata-kata Yesus saat ditanya Yohanes, mengapa Tuhan datang kepadanya untuk dibaptis: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh keadilan.” Menurut Paus, “Membaptis anak adalah tindakan keadilan, karena dalam Baptisan kita memberi mereka harta dan janji: Roh Kudus.” Paus mengatakan membaptis anak-anak itu penting, “agar mereka tumbuh dewasa dengan kuasa Roh Kudus.” Paus juga mendesak “agar menjaga mereka tumbuh dengan cahaya dan kuasa Roh Kudus, melalui katekese, bantuan, pengajaran, teladan yang kalian berikan di rumah.” Itu “pesan yang ingin saya sampaikan kepada kalian hari ini,” kata Paus yang menunjukkan perhatian pastoral kepada keluarga muda, dengan meminta mereka tidak khawatir kalau anak-anak membuat keributan dalam upacara. “Anak-anak tidak biasa datang ke [Kapel] Sistina. Ini pertama kali bagi mereka.” Jika mereka mulai menangis, kata Paus, cobalah membuat mereka nyaman, tetapi jangan khawatir jika mereka terus menangis. “Anak-anak itu paduan suara,” kata Paus. Jika satu mulai ribut, semua ikut. “Jangan marah!” kata Paus. “Kalau anak menangis di gereja, itu homili yang indah.” “Jangan lupa,” kata Paus, “Kalian melahirkan Roh Kudus dalam anak-anak.”(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Christopher Wells/Vatican News)

 

Tinggalkan Pesan