Paus Fransiskus mengamati Kandang Natal di Aula Paulus VI, Vatikan (Vatican Media)
Paus Fransiskus mengamati Kandang Natal di Aula Paulus VI, Vatikan (Vatican Media)

Paus Fransiskus bertemu dengan delegasi Keuskupan Trento, Keuskupan Padua dan Keuskupan Vittorio Veneto di Italia dan berterima kasih kepada mereka atas hadiah Pohon Natal dan Kandang Natal untuk Vatikan tahun ini.

Paus mulai dengan mengenang badai musim gugur Oktober dan November 2018 yang menghancurkan seluruh daerah hutan wilayah Triveneto utara Italia. Tiga keuskupan yang menyumbangkan pohon Natal tahun ini kepada Vatikan terletak di sana. “Ini peristiwa yang menakuti kita,” kata Paus, “itulah tanda yang dikirim kepada kita oleh ciptaan, dan yang meminta kita segera mengambil keputusan efektif guna melindungi rumah kita bersama.”

“Malam ini (5 Desember 2019, Red.) lampu-lampu yang menghiasi pohon itu akan menyala,” lanjut Paus, “Pohon itu akan tetap berada di samping Kandang Natal sampai akhir liburan Natal, dan keduanya akan dikagumi oleh banyak peziarah dari seluruh dunia.”

Paus kemudian memuji prakarsa penanaman kembali 40 pohon cemara untuk mengisi kembali hutan yang rusak akibat badai tahun 2018. Pohon cemara yang menghiasi Lapangan Santo Petrus “mewakili tanda harapan terutama untuk hutan-hutan kalian,” lanjut Paus, sehingga karya reboisasi bisa dimulai sesegera mungkin.

Paus mengatakan, Kandang Natal yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu dan terdiri dari unsur-unsur arsitektur khas tradisi Trentino, akan membantu pengunjung menikmati kekayaan rohani Natal. “Batang-batang kayu dari daerah yang terkena badai, yang berfungsi sebagai latar belakang pemandangan, menggarisbawahi kegentingan yang Keluarga Kudus rasakan malam itu di Betlehem,” kata Paus.

Kandang Natal itu berasal dari Scurelle di Provinsi Trento, sedangkan pohon cemara setinggi 26 meter dari Rotzo di provinsi Vicenza, Italia. Kandang Natal dalam tradisi Trentino itu berisi 20 patung dengan ukuran manusia.

Sementara itu, Kelompok Kandang Natal Artistik Pare di Conegliano, yang berasal dari Provinsi Treviso, ditugaskan mendirikan Kandang Natal dalam Aula Paulus VI. Kandang Natal yang merupakan hadiah bagi Paus Fransiskus itu banyak merujuk wilayah Veneto.

Patung-patung kayunya setinggi 120 cm. Seluruhnya diukir dengan tangan. Keluarga Kudus terlihat enak dalam struktur yang terinspirasi oleh Gotik abad ke-19. Dampak sistem pencahayaan yang artistik pada lingkungan itu rendah karena LED yang bisa disesuaikan dalam intensitas cahaya. Seperti pohon dan kandang di Lapangan Santo Petrus, kandang di Aula Paulus VI akan tetap dipajang hingga 12 Januari 2020.

Paus mengingat kembali kunjungannya pada hari Minggu lalu ke kota Greccio, tempat Santo Fransiskus membuat pemandangan pertama tentang kelahiran Yesus. Paus merujuk Surat Apostoliknya Admirabile signum, yang didedikasikan untuk Kandang Natal, “yang merupakan tanda sederhana dan luar biasa dari iman kita dan tidak hilang,” kata Paus. “Memang, baiklah kalau itu diturunkan dari orang tua kepada anak-anak, dari kakek-nenek kepada cucu-cucu. Itulah cara tulus mengkomunikasikan Injil, dalam dunia yang kadang-kadang tampaknya takut mengenang apa sebenarnya Natal itu.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus kunjungi tempat kandang Natal yang pertama dibuat di kota Greccio Italia

Paus Fransiskus membuat Surat Apostolik tentang pentingnya Kandang Natal

Paus bersama Kandang Natal di Aila Paulus VI

Bahan-bahan yang disiapkan untuk membangun andang Natal di Lapangan Santo Petrus (Vatican Media)
Bahan-bahan yang disiapkan untuk membangun andang Natal di Lapangan Santo Petrus (Vatican Media)
Kandang Natal dan Pohon Natal di Lapangan Santo Petrus (Vatican Media)
Kandang Natal dan Pohon Natal di Lapangan Santo Petrus (Vatican Media)

Tinggalkan Pesan