Kristus Raja 5
Salah satu peserta Lomba Koor di Paroki Kristus Raja Kotamobagu (PEN@ katolik/ampcp)

Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam 2019, 24 November 2019, di Keuskupan Manado pada umumnya dimeriahkan dengan perarakan atau prosesi yang juga melewati berbagai jalan umum di berbagai kota serta berbagai perlombaan antarwilayah rohani atau pun antarparoki, dan perayaan Misa, bukan hanya di dalam gereja tetapi di tempat umum.

Dalam prosesi, umumnya umat membawa patung-patung Kristus Raja yang besar dan penuh hiasan atau pun orang-orang yang didandani seperti Kristus Raja, berbagai patung kecil dan gambar-gambar Kristus Raja, logo atau gambar masing-masing paroki atau wilayah rohani, serta bendera “Merah Putih” serta “Kuning dan Putih”, serta bernyanyi dan berdoa. Berbagai drumband dan musik tradisional juga mengiringi perarakan itu.

Komsos Keuskupan Manado melaporkan, umat Katolik dari sembilan paroki se-Kevikepan Tonsea, misalnya, mengawali perayaan dengan perarakan dari Bundaran Tumatenden menuju ke kompleks Kantor Bupati Minahasa Utara dan di sana mereka merayakan Misa yang dipimpin langsung Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dengan konselebran para imam sekevikepan itu.

Misa itu juga dihadiri Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan, beberapa pejabat pemerintah Sulawesi Utara, anggota DPRD propinsi, anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung yang tidak semua beragama Katolik.

Sebelumnya, OMK sekevikepan itu mengadakan Katon (Kevikepan Tonsea) Youth Competition dalam rangka Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam 2019 antara lain eSport, Pendarasan Mazmur, Baca Kitab Suci, Renungan, Paduan Suara, Poco-poco, Futsal Putra-Putri, Volly Ball Putra-Putri, Tenis Meja, Badminton, Tarik Tambang, Maraton, dan Catur.

Sementara itu, dalam rangka pesta yang sama umat Katolik dari 12 paroki se-Kevikepan Manado juga melaksanakan perarakan dimulai dari Kompleks Sindulang Mas Boulevard II Tuminting menuju ke Gereja Katolik Ratu Rosari Suci, Tuminting, dan di sanalah mereka merayakan Misa Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam itu. Misa itu dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Manado Pastor Agus Sumarauw Pr dan para pastor paroki sekevikepan itu sebagai konselebran.

Selain berbagai lomba, perarakan di Kevikepan Manado juga dilombakan. Paroki Raja Damai Tikala Baru merebut juara pertama diikuti Paroki Bunda Hati Kudus Kairagi dan Paroki Yesus Gembala Yang Baik Rike. Sedangkan Lomba Paduan Suara dimenangkan oleh Paroki Raja Damai Tikala Baru, disusul Paroki Rosari Suci Tuminting dan Paroki Yesus Gembala Baik Paniki. Juga diadakan Lomba Keindahan Taman Gereja yang dimenangkan oleh Paroki Santo Mikhael Perkamil diikuti Paroki Santo Yosep Perkerja Kleak dan Paroki Raja Damai Tikala Baru.

Beberapa paroki juga melaporkan kegiatan mereka kepada media Komsos Keuskupan Manado, misalnya Paroki Santa Maria Bunda Penolong Abadi Beteleme di Sulawesi Tengah dan Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosari Modoinding.

Sementara itu, Paroki Kristus Raja Kotamobagu hanya menjalankan Misa dan perlombaan yakni Koor, Mazmur, Baca Kitab Suci, dan Tarik Tambang. Perarakan baru dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya dalam bentuk Rally Rosario yang juga dilombakan.

Ketua Bidang 1 Kerohanian dari Paroki Kotamobagu, MM Joseph Polandos mengatakan kepada PEN@ Katolik, dengan lomba tarik tambang antara wilayah rohani diharapkan adanya peningkatan semangat dan kerjasama antara umat, sedangkan “lomba Mazmur, Baca Kitab Suci dan Koor diharapkan menjadi daya tarik bagi Sekami, OMK bahkan umat untuk terlibat sebagai petugas liturgi di gereja.”

Paroki Kotamobagu Pastor Engelbert Rio Sumajow Pr dalam sambutannya mengajak umat untuk bergerak maju dan mencontoh gambaran Yesus Kristus sebagai Raja Semesta Alam “yang tidak pernah meminta untuk dilayani oleh pembantu-pembantu, tapi memberikan diri-Nya untuk dikorbankan.”

Namun imam itu mengingatkan, Yesus bukan Raja yang dilahirkan di rumah sakit mewah dengan para dokter dan perawat yang menjaganya, dan tidak tinggal di rumah mewah. “Yesus lahir di kandang hina dan dijaga oleh gembala dan berteman hewan peliharaan.”

Dalam sejarah umat manusia, lanjut imam itu, “mungkin Yesus satu-satunya Raja yang tidak biasa. Kehadiran-Nya selalu disambut oleh orang miskin dan penyakitan, bahkan orang yang menderita takut akan kematian.” Yesus, tegas Pastor Sumajow memberikan teladan untuk “berpihak kepada mereka yang lemah.”(PEN@ Katolik/michael)

Perarakan Kristus Raja di Paroki Beteleme, Sulawesi Tengah (Foto diambil dari FB Komsos Manado)
Perarakan Kristus Raja di Paroki Beteleme, Sulawesi Tengah (Foto diambil dari FB Komsos Manado)
Kristus Raja Kevikepan Manado
Misa 12 Paroki di Kevikepan Manado (FB Komsos Manado)
Perarakan Kristus Raja di kevikepan Tonsea (FB Komsos Manado)
Perarakan Kristus Raja di kevikepan Tonsea (FB Komsos Manado)
Yang tampil sebagai Kristus Raja di Kevikepan Tonsea (FB Keuskupan Manado)
Yang tampil sebagai Kristus Raja di Kevikepan Tonsea (FB Keuskupan Manado)
Lomba Tarik Tambang di Kotamobagu (PEN@ Katolik/ampcp)
Lomba Tarik Tambang di Kotamobagu (PEN@ Katolik/ampcp)
Defile di Kevikepan Manado (screenshot))
Defile di Kevikepan Manado (screenshot)
Prosesi di Beteleme (FB Komsos Manado)
Prosesi di Beteleme (FB Komsos Manado)

Tinggalkan Pesan