Hiburan bagi peserta di The Breeze (PEN@ Katolik/krm)
Hiburan bagi peserta di The Breeze (PEN@ Katolik/krm)

Ancop Global Walk & Run 2019 dengan tema ‘Light Up My Life, Be a Bearer of Light’ telah dilaksanakan di The Breeze Bumi Serpong Damai City, Tangerang Selatan, 24 November 2019 dengan kategori Run (lari) 5 K dan 10 K serta Walk (jalan) 5 K.

Kegiatan yang merupakan agenda tahunan Couple for Christ (CFC) Nasional itu diikuti sekitar 1000 orang, dan dihadiri Ketua CFC Indonesia Alex Gosyanto, Ketua CFC Paroki Santa Helena Curug Tangerang Yacobus Hamzah dan Pastor Paul Madoni CMF, mewakili Uskup Larantuka Mgr Fransikus Kopong Kung.

Yacobus Hamzah yang juga Ketua Panitia Ancop Global Walk & Run 2019 mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa tahun ini adalah tahun kesembilan program itu dilaksanakan oleh CFC guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Selama tiga tahun ini, CFC mengumpulkan dana untuk membantu penyelenggaraan pendidikan SMK Parwisata Ancop di Likotuden, Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, NTT. Atas permintaan Mgr Kopong Kung, sejak tiga tahun lalu CFC rutin membantu operasional SMK Ancop yang memiliki dua jurusan (perhotelan dan pariwisata),” kata Yacobus Hamzah. Fokus bantuan CFC kali ini, jelasnya, adalah pembangunan asrama bagi siswa-siswi serta pengadaan computer dan sebagainya.

Dana yang terkumpul hari itu, lanjutnya, berasal dari penjualan tiket peserta dan jasa pembukaan stand di lokasi kegiatan. “Tingginya keikutsertaan peserta menjadi harapan baik untuk mendapatkan dana yang cukup,” katanya.

Pastor Paul Madoni CMF menilai kegiatan CFC itu sangat baik karena “membantu pendidikan SMK Pariwisata, menumbuhkan solidaritas bersama anggota CFC dan yang bukan anggota, serta bermanfaat bagi seluruh peserta dalam menjaga kesehatan melalui olahraga.”

Setelah berjalan dan berlari, acara itu menampilkan penggerak basket ball, Para Games 2018 Donald Santoso, 24 murid SMK Ancop yang sedang praktek pengalaman lapangan di sejumlah hotel dan biro perjalanan di Jakarta, sharing pengalaman berkunjung ke SMK Ancop Larantuka oleh Finalis Puteri Indonesia 2015 Carolina Noge, serta hiburan musik di panggung utama The Breeze.

Carolina Noge mengatakan salut dengan siswa-siswi SMK Ancop. “Yang membanggakan, seluruh acara di sana menggunakan bahasa Inggris. Saya salut dengan SMK Ancop. Saya yakin SMK ini menjadi sekolah model pariwisata di Flotim dan NTT pada umumnya,” katanya.

Menurut informasi dari web sekolah itu, sejak 2018 sekolah yang diparkarsai oleh pemerintah daerah dan Keuskupan Larantuka itu merayakan Misa dalam Bahasa Inggris dua kali seminggu yakni Senin dan Jumat, yang dilanjuti dengan English Day.

Tahun 2020, SMK Ancop yang kini memiliki 250 anak didik akan meluluskan angkatan pertama yang sesuai misi sekolah itu, “memiliki pemikiran terbuka dan etos kerja professional dan tetap menjunjung tinggi spiritualitas Kristiani, memiliki semangat kewirausahaan sehingga bisa membangun dan mengembangkan ekonomi daerah, memiliki pemahaman mendalam akan kota Larantuka sebagai kota Renya dan memperkenalkan ke mancanegara, dan memiliki kecintaan akan kearifan lokal serta kesatuan dalam keragaman budaya nasional.”(PEN@ Katolik/Konradus R. Mangu)

Ketua Panitia Yacobus Hamzah  (PEN@ Katolik/krm)
Ketua Panitia Yacobus Hamzah (PEN@ Katolik/krm)

Tinggalkan Pesan