Gua Bunda Maria Ratu Keluarga di Maumere (PEN@ Katolik/yf)
Gua Bunda Maria Ratu Keluarga di Maumere (PEN@ Katolik/yf)

“Gua Maria jangan dijadikan sekadar euforia belaka melainkan bentuk cinta kita pada Bunda Maria. Gua Maria harus menjadi lebih hidup setiap waktu, dalam setiap pergulatan hidup, dan tidak sekadar menjadi penghias gereja, kapela atau rumah kita.”

Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu Pr meminta hal itu kepada umatnya dalam Misa Penutupan Bulan Rosario dan Peresmian Gua Bunda Maria Ratu Keluarga di Stasi Santa Maria Perumnas Maumere, 31 Oktober 2019. Stasi itu merupakan bagian dari Paroki Katedral Santo Yosef Maumere.

Misa, yang dipimpin Mgr Edwal dengan konselebran Kepala Paroki Katedral Pastor Johanis Satu Pr, dan Pastor Pembantu Agustinus Pitang Pr, itu dimeriahkan oleh koor peserta didik SMA Negeri I Maumere.

Mgr Edwal juga meminta agar umat menjadikan Bunda Maria sebagai ratu dalam keluarga dan membiarkan diri mereka dibimbing oleh Roh Kudus agar berdoa dengan penuh iman dan tidak sekedar untuk dilihat orang atau karena kewajiban semata. “Bawalah keluarga dan orang-orang yang kita cintai dan layani dalam perlindungan Bunda Maria Ratu Keluarga,” kata uskup itu.

Mgr Edwal mengingatkan, Ekaristi itu puncak kehidupan umat beriman, maka “belajarlah menyatukan devosi-devosi kita dalam pertobatan, pengampunan dan korban Misa yang menyelamatkan.” Ekaristi, lanjut uskup, tidak sekedar berkumpul dan pulang, melainkan saat memandang wajah Allah lebih dekat dan lebih erat dalam penerimaan Tubuh Kristus.

“Devosi tanpa Ekaristi akan terasa hampa, bisa jadi sia-sia. Sebaliknya devosi kepada Bunda Maria harus bisa membawa kita pada Kristus yang kita kenangkan dalam kurban Misa kudus,” tegas Mgr Edwal.

Sementara itu, Pastor Johanis Satu meminta umat untuk tidak membiarkan gua Maria itu selalu sepi. “Pembangunan gua ini merupakan swadaya umat, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bawalah keluarga untuk selalu berdoa di gua ini dan menimba kekuatan baru dan spirit dari Bunda Maria,” kata Pastor John.

Misa dan peresmian gua Maria itu diawali penjemputan Uskup Maumere yang didampingi Ketua Stasi Kornelis Lidi dan istrinya. Mereka diantar menuju gereja dengan Tarian Penjemputan Papak dari Sanggar Lunung Kunung SD Inpres Bertingkat Maumere. Di depan gereja, Mgr Edwal direciki air oleh Ketua Sanggar Lunung Kunung, Syrilus Maichu, dalam acara Wewar Huler Wair. (PEN@ Katolik/Yuven Fernandez)

Mgr Edwal direciki air oleh Syrilus Maichu dalam acara Wewar Huler Wair (PEN@ Katolik/yf)
Mgr Edwal direciki air dalam acara Wewar Huler Wair (PEN@ Katolik/yf)
Mgr Edwal dijemput didampingi ketua stasi (PEN@ Katolik/yf)
Mgr Edwal dijemput didampingi ketua stasi (PEN@ Katolik/yf)
Umat serta biarawan-biarawati yang menghadiri Misa dan peresmian Gua Maria di sebelah gereja stasi (PEN@ Katolik/yf)
Umat serta biarawan-biarawati yang menghadiri Misa dan peresmian Gua Maria di sebelah gereja stasi (PEN@ Katolik/yf)

 

Tinggalkan Pesan