Home RENUNGAN Di hadapan Tuhan kita dihakimi bukan karena kedudukan sosial, tetapi terutama iman...

Di hadapan Tuhan kita dihakimi bukan karena kedudukan sosial, tetapi terutama iman kita

0

 

Eksternal dan internal

(Renungan berdasarkan Bacaan Injil Minggu ke-30 dalam Waktu Biasa, 27 Oktober 2019: Lukas 18: 9-14)

Pada zaman Yesus, ada beberapa kelompok di dalam agama Yahudi dan salah satunya adalah orang-orang Farisi. Inilah orang-orang yang mencintai Tuhan dan dengan taat mematuhi Hukum Musa dan tradisi para penatua bahkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Jadi, orang Yahudi menganggap mereka sebagai orang benar karena mereka setia kepada Hukum, dan saleh karena mereka sering berdoa. Banyak orang Farisi menjadi pengurus sinagoga dan dengan tekun mengajarkan Hukum saat hari-hari Sabat. Tidak heran, orang-orang Yahudi memberikan kepada orang-orang Farisi tempat-tempat terbaik di tempat-tempat ibadah dan pesta-pesta, dan memanggil beberapa dari mereka sebagai Rabi atau guru.

Sebaliknya, ada sang pemungut cukai. Ini adalah profesi yang dibenci oleh kebanyakan orang Yahudi setidaknya karena dua alasan. Pertama, pemungut cukai cenderung korup dengan menuntut lebih dari yang seharusnya. Kedua, para pemungut cukai bekerja untuk Kekaisaran Romawi, bangsa kafir dan penindas. Ini membuat mereka berdosa dan najis.

Ketika Yesus menampilkan dua karakter ini dalam perumpamaan-Nya, para pendengar yang adalah orang Yahudi-Nya segera melihat bahwa orang Farisi adalah orang baik dan pemungut cukai adalah orang jahat. Bait Allah Yerusalem terdiri dari beberapa lapisan, dari tempat yang Mahakudus di pusat Bait Allah, dan yang paling luar adalah tempat bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Orang Farisi sebagai orang Israel yang saleh dan bersih, akan berdoa di dalam Bait Suci, lebih dekat ke tempat kudus. Sementara itu, pemungut pajak berdiri mungkin di tempat yang ditujukan bagi mereka yang bukan orang Yahudi, di mana orang-orang najis dan orang berdosa diijinkan untuk lebih dekat.

Namun, Yesus sekali lagi memelintir pikiran para pendengar-Nya. Pemungut cukai muncul sebagai pahlawan dalam cerita ini, ketika Tuhan mendengar doanya dan menerima pertobatannya yang tulus.

Di hadapan Tuhan, kita dihakimi bukan karena penampilan luar dan kedudukan sosial, tetapi terutama oleh disposisi internal, iman kita. Orang Farisi penuh dengan dirinya sendiri dan tidak melakukan apa-apa selain berdoa kepada dirinya sendiri [lihat ayat 11]. Bagaimana seseorang bisa berdoa pada diri sendiri? Dia dengan sombong membandingkan dirinya dengan orang lain dan menjatuhkan orang lain. Ini bukan doa, melainkan litani pujian diri. Tapi, pemungut cukai dalam segala kerendahan hati mengakui dirinya sebagai orang berdosa dan tidak meminta apa pun selain belas kasih Tuhan.

Penampilan dan kedudukan sosial tidak menjamin kekudusan kita, dan ini memiliki implikasi besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak bisa begitu saja menilai bahwa seorang imam yang merayakan Misa, yang berdiri di tempat kudus, lebih suci daripada seorang bapak yang berdoa di bangku terakhir gereja. Kita tidak dapat menilai seorang wanita yang mengunjungi kapel adorasi dan berdoa rosario setiap hari lebih suci daripada seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk rajin ke gereja karena dia harus bekerja keras untuk memberi makan anak-anaknya. Kita tidak dapat menilai bahwa seorang pria yang aktif di paroki lebih suci daripada seorang pria yang berada di penjara. Pertama, itu bukan tugas kita untuk menilai kekudusan orang lain. Jika kita sibuk menilai orang lain, kita tidak berbeda dengan orang Farisi dalam cerita yang bahkan berdoa untuk dirinya sendiri.

Pastor Valentinus Bayuhadi Ruseno OP

Tidak ada komentar

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?