Drama Musikal Maria "Aku sungguh mencintai-Nya." Maria memangku janazah Yesus (PEN@ Katolik/lat)
Drama Musikal Maria “Aku sungguh mencintai-Nya.” Maria memangku janazah Yesus (PEN@ Katolik/lat)

Ketika bertunangan dengan Yusuf, Maria dijumpai oleh malaikat Gabriel yang mengabarkan bahwa ia akan mengandung. Meski terlalu sulit diterima, Maria memilih menyerahkan semua itu kepada Tuhan. Konsekuensinya, ia dipertanyakan oleh Yusuf. Ia mengalami ketidakpercayaan dari lelaki yang dicintainya, meski pada akhirnya Yusuf menerimanya karena mendapat mimpi.

Itulah secuil gambaran perjalanan iman Maria sejak remaja hingga dewasa, yang diwarnai keprihatinan dan pergulatan yang diwarnai perkataan “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku seturut kehendakmu!” Perjalanan iman Maria itu ditampilkan dalam Drama Musikal Maria (DMM) “Aku sungguh mencintai-Nya” di Semarang, 13 Oktober 2019.

Keprihatinan Maria berlanjut, ketika harus melahirkan di tempat yang tidak semestinya, di kandang, ketika anaknya, Yesus, beranjak remaja, ketika Yesus “hilang” dan dicarinya selama tiga hari, dan puncaknya adalah ketika ia memangku jenazah Yesus.

Drama yang menampilkan Bayu Risakotta sebagai Yesus dan Lisa Ariyanto sebagai Maria itu tidak hanya diwarnai dialog, namun juga nyanyian oleh kedua pemeran itu.

Menurut infomasi yang diterima PEN@ Katolik, DMM yang digelar di Yogyakarta, Semarang, dan Purwokerto itu adalah upaya penggalangan dana pembangunan rumah adiyuswa (rumah untuk para pastor diosesan berusia lanjut dan sakit) di kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan. Rumah yang semula di daerah Pringwulung sudah tidak memadai karena banyaknya imam sepuh di Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko dalam sambutan mengatakan, “Saya semakin diyakinkan, imam-imam KAS sungguh-sungguh mendapatkan kasih, perhatian dari Panjenengan semua. Saya merasa kehadiran Panjenengan semua, partisipasi Panjenengan dalam DMM ini menjadi bukti sangat konkret betapa Anda mencintai para imam kita.”

Bagi Mgr Rubi partisipasi dalam drama musikal itu merupakan rahmat anugerah sangat luar biasa. “Itulah yang membuat saya bahagia. Saya tidak khawatir lagi akan imam-imam kita. Kapan pun akan mendapatkan kasih cinta dan perhatian dari Panjenengan semua. Dengan cara ini pula saya semakin diyakinkan, bahwa harapan, cita-cita, impian, untuk memiliki sebuah rumah sepuh, Rumah Adiyuswa bagi para rama praja KAS akan segera terwujud,” kata uskup agung itu.

Mgr Rubi berterima kasih atas partisipasi umat dalam penggalangan dana itu. “Ada yang banyak, ada yang sedikit, namun semuanya menjadi tanda kasih yang sangat nyata bagi para romo, bagi Gereja kita, KAS. Ada juga yang memberikan sumbangan spontan.”

Ada yang menyumbang dengan mengatakan, kutip Mgr Rubi, “Udah satu kamar saya beli, saya bayar. Satu kamar saya bayar.” Bahkan, ada yang menyumbang satu kapel. “Hebat!” kata Mgr Rubi. (PEN@ Katolik/Lukas Awi Tristanto)

Drama Musikal Maria 6Drama Musikal Maria 5Drama Musikal Maria 1

Tinggalkan Pesan