Paus Fransiskus merenungkan panggilan untuk misi saat Angelus (Vatican Media)
Paus Fransiskus merenungkan panggilan untuk misi saat Angelus (Vatican Media)

Hari Misi Sedunia “adalah kesempatan baik bagi setiap orang yang dibaptis untuk semakin menyadari perlunya kerja sama untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan komitmen baru,” kata Paus Fransiskus saat Angelus Minggu, 20 Oktober 2019, seperti dilaporkan oleh Christopher Wells dari Vatican News.

Bapa Suci merenungkan suatu bagian bacaan kedua hari itu, “Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan  segala kesabaran dan pengajaran,” yang diambil dari Surat Kedua Santo Paulus kepada Santo Timotius. “Nadanya tulus,” kata Paus. “Timotius harus merasa bertanggung jawab atas pewartaan Sabda.”

Paus merujuk kembali Surat Apostolik Maksimum illud yang memberikan “dorongan baru bagi tanggung jawab misi seluruh Gereja.” Dalam konteks yang berubah hari ini, kata Paus, “pesan Benediktus XV itu masih relevan dan mendorong kita untuk mengatasi godaan menunjuk diri sendiri dan segala bentuk pesimisme pastoral, guna membuka diri kita pada kebaruan penuh sukacita dari Injil.”

Paus mengatakan, ini berarti “betul-betul mendengar seruan menjalankan misi untuk semua bangsa dan untuk semua orang yang, di sini di antara kita, hidup di pinggiran.” Paus memperingatkan, persaudaraan yang hidup “hanya dalam lingkaran tertutup kita sendiri berarti mencekik Roh, yang menyatukan kita untuk menyatakan kepada semua orang bahwa Kristus adalah perdamaian kita dan di dalam Dia setiap perpecahan dikalahkan, hanya di dalam Dia ada keselamatan setiap orang dan semua bangsa.”

Kemudian Paus mengingatkan kita tentang “syarat yang sangat diperlukan” untuk “menjalankan misi sepenuhnya,” yaitu, doa “doa yang sungguh-sungguh dan tidak henti-hentinya, menurut ajaran Yesus yang diceritakan dalam Injil hari ini juga, ketika Ia menceritakan perumpamaan tentang perlunya ‘berdoa selalu, dan tak jemu-jemu,” kata Paus. “Doa, lanjut Paus, “adalah dukungan pertama yang bisa diberikan Umat Allah kepada para misionaris.”

Hari Minggu Misi Dunia, kata Paus, “juga merupakan kesempatan yang baik untuk bertanya kepada diri sendiri, Apakah saya berdoa untuk para misionaris? Apakah saya berdoa untuk mereka yang pergi jauh membawa Firman Tuhan dengan kesaksian mereka?”

Paus mengakhiri renungannya dengan berdoa agar “Maria, Bunda segala bangsa, dapat menemani dan melindungi para misionaris Injil setiap hari.” (PEN@ Katolik/pcp)

Tinggalkan Pesan