Pastor Paroki Bongsari Semarang sedang memberkati hewan (PEN@ Katolik/lat)
Pastor Paroki Bongsari Semarang sedang memberkati hewan (PEN@ Katolik/lat)

“Tuhan menempatkan manusia di Taman Eden untuk merawat dan melestarikannya. Untuk menemaninya, Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan. Manusia disadarkan bahwa posisinya di bumi juga untuk merawat dan melestarikan alam semesta.”

Kepala Paroki Santa Theresia Bongsari Semarang Pastor Eduardus Didik Chahyono SJ berbicara dalam permenungannya saat pemberkatan satwa dan tanaman di halaman Gereja Santa Theresia Bongsari, 13 Oktober 2019.

Manusia, tegas imam itu, perlu menyadari bahwa “tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia.” Dengan tumbuh-tumbuhan, lanjut imam itu, “manusia bisa merasakan keteduhan dari hawa panas, menghirup udara segar dari oksigen yang dihasilkannya, dan memakan buah-buahan yang dihasilkan.”

Hewan-hewan, lanjut Pastor Didik, bisa menghibur dan membantu hidup manusia, “bahkan membantu manusia mencermati bencana alam saat semut atau hewan melata bertingkah di luar kewajaran.”

Banyak umat, dari Semarang, Solo dan Yogyakarta, membawa hewan kesayangannya, kucing, kura-kura, sugarglader, dan berbagai jenis anjing. Dengan pemberkatan, pastor mengajak umat menyadari relasinya dengan makhluk hidup ciptaan Tuhan.

Menurut Widi, anjing peliharaannya bisa membantu terapi. “Samson, anjing pitbul bisa membantu terapi anak berkebutuhan khusus,” katanya. Maka, lanjutnya, “manusia perlu menaruh hormat dan berelasi baik dengan tanaman dan hewan-hewan.”

Acara itu dimeriahkan dengan penampilan anjing keamanan dari unit satwa Polda Jateng. Pastor Didik mencoba aksi bersama anjing pengendali massa dari K-9. Hadir juga beberapa komunitas penggemar satwa seperti Komunitas Reptil dan Dog Meet Free Indonesia, yang mengkampanyekan anjing bukan sebagai hewan untuk dikonsumsi.

Sebelumnya di gereja itu diselenggarakan sarasehan ekologi “Jaring-Jaring Kehidupan”. Narasumber Pastor Agustinus Sarwanto SJ mengajak peserta melakukan pertobatan ekologis dan berjuang memasuki zaman Ecozoic, saat semua makhluk terajut dalam relasi saling menguntungkan dan membantu.(PEN@ Katolik/Lukas Awi Tristanto)

Pemberkatan Tumbuhan dan Hewan 1
PEN@ Katolik/lat

Tinggalkan Pesan