Paus berbicara kepada para suster Ursulin (Vatican Media)
Paus berbicara kepada para suster Ursulin (Vatican Media)

Ketika bertemu dengan sekitar 90 peserta Kapitel Umum Para Suster Ursulin atau Ordo Santa Ursula, 3 Oktober 2019, Paus Fransiskus mendesak mereka untuk “membuat kehidupan baru” dengan membuka pintu bagi Kristus dan membawa nafas kehidupan baru hingga ke ujung-ujung bumi.

Hari ini, kata Paus kepada para Ursulin, tidak bisa lagi dikatakan, “Ini bukan urusan saya,” karena masalah orang lain adalah masalah kita, masalah saya. Masalah tidak lagi hanya menyangkut suatu masyarakat atau bangsa, tetapi seluruh dunia.

Mengomentari tema Kapitel Umum mereka “Komunitas Global sedang memasuki kehidupan baru,” Paus berkata, “Kita menemukan diri dalam masa yang semakin terhubung dan dihuni oleh orang-orang yang menjadi bagian ‘komunitas global’. Hari ini, tidak bisa lagi orang mengatakan, ‘Ini bukan urusan saya’.”

Menurut Paus, perlindungan HAM, kebebasan berpikir dan beragama, penginjilan terhadap orang jauh dan dekat (dimulai dengan diri sendiri), keadilan sosial, perlindungan lingkungan dan upaya bersama untuk pembangunan berkelanjutan, munculnya ekonomi humanistik dan kebijakan yang benar-benar melayani manusia, “bukan ‘masalah orang lain’, tapi masalah kita, masalah saya; bukan lagi hanya menyangkut suatu masyarakat atau bangsa, tetapi seluruh dunia.”

Paus menunjuk terbakarnya hutan Amazon dengan mengatakan itu bukan hanya masalah wilayah itu, itu masalah global. Fenomena migrasi tidak hanya memengaruhi beberapa negara, tetapi juga masyarakat internasional, dan sebagainya.

Menghadapi masalah ini, Paus mendesak para Suster Ursulin untuk fokus pada harapan yang diungkapkan pada bagian kedua tema mereka: “Mari kita menuju kehidupan baru,” yang menggemakan kata-kata pendiri mereka, Santa Angela Merici, “Buatlah kehidupan baru.”

Paus mengatakan, membuat kehidupan baru bisa dilakukan dengan “membuka pintu bagi Kristus dan meneladani-Nya dalam kegiatan amal kasih, yaitu, menjadi sesama bagi setiap pria dan wanita dari setiap bahasa dan seperti yang dilakukan-Nya dengan menghormati keanekaragaman, baik budaya dan agama.”

Paus menegaskan, para Suster Ursulin dipanggil untuk “membuat kehidupan baru,” membawa napas kehidupan baru ke ujung-ujung bumi, dan tahu cara bertanggung jawab di tengah-tengah berbagai masyarakat, bangsa dan budaya yang berbeda, sehingga pesan iman, harapan, dan amal kasih yang kalian bawa dapat menarik orang kepada Kristus.

Paus meminta para biarawati itu mencari lewat doa cara-cara yang tepat untuk mencapai tujuan pribadi dan komunitas mereka tanpa kehilangan pandangan akan cakrawala luas umat manusia. Yesus memberikan hidup-Nya kepada manusia. Tugas ini, kata Paus, membutuhkan pertobatan pastoral, sehingga lebih berorientasi misi dan “keluar,” dan terdorong menanggapi tawaran persahabatan dari Yesus. Maka, diperlukan saksi koheren, mulai dari pertobatan pribadi.

Dalam konteks ini, Paus secara khusus mendorong Ursulin untuk antusias melanjutkan karisma khusus mereka dalam mendidik orang muda, terutama dalam berpikir kritis dan mencermati pro dan kontra sarana yang mereka gunakan, sehingga mereka dewasa dalam nilai-nilai.

Pertumbuhan manusia dalam kesadaran akan nilai-nilai, kata Paus, hanya mungkin dengan menyatukan pendidikan dengan pewartaan Injil, yang terutama dilakukan melalui kesaksian pribadi.(PEN@ Katoliki/pcp berasarkan Robin Gomes/Vatican News)

Tinggalkan Pesan