Narasumber utama Pastor Winston Fernandez Cabading OP berbicara dalam Konferensi Eksorsisme di Pontianak (PEN@ Katolik/samuel
Narasumber utama Pastor Winston Fernandez Cabading OP berbicara dalam Konferensi Eksorsisme di Pontianak (PEN@ Katolik/samuel

“Hari ini kita Gereja Katolik memperingati Pesta Santa Maria Magdalena yang dalam Kitab Suci dikatakan dikuasai tujuh setan dan akhirnya penderitaan sehebat itu dilepaskan oleh Tuhan. Kata-kata Kitab Suci menyebut pengusiran tujuh setan yang mempengaruhi Santa Maria Magdalena bukan tanpa arti.”

Pastor Johanes Robini Marianto OP berbicara dalam Konferensi Eksorsisme bertema “The Power of Christ Resurrection” di sebuah hotel di Pontianak, 19-22 September 2019, yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Pontianak bekerjasama dengan STKIP Pamane Talino Ngabang, milik kleuskupan itu.

Hari yang dimaksud Pastor Robini itu adalah 22 Juli 2019, saat dia menulis cerita di balik terlaksananya konferensi eksorsisme itu. Penginjil itu, lanjut imam itu, “mengisyaratkan bahwa, pertama, setan sungguh ada dan mau menghancurkan manusia, kedua, Tuhan sendiri mengusir setan dengan kuasa yang diberikan kepada para murid-Nya dan Gereja, dan ketiga, Santa Maria Magdalena sendiri, setelah kebebasannya berkat Tuhan Yesus Kristus, menjadi murid setia Tuhan sampai akhir.”

Ide Pastor Robini untuk melaksanakan konferensi itu terlaksana setelah berbicara dengan Pastor Chris Purba SJ dari Keuskupan Agung Jakarta. Pembicaraan itu membuka mata Pastor Robini bahwa konferensi itu layak dilakukan “untuk memberikan pencerahan iman sejati akan pelayanan mulia ini agar dimengerti sesuai tradisi iman Katolik yang benar.”

Berkat dukungan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, konferensi eksorsisme terbuka pertama di Indonesia itu dilaksanakan dengan koordininasi Pastor Robini dan ketua Pastor Mingdry Hanafi Tjipto OP. Sekitar 300 orang mendengar masukan dua pembicara utama dari Filipina, Pastor Winston F Cabading OP dan Pastor Jose Francisco C Syqua Pr. Pastor Winston adalah dosen teologi dogma di Fakultas Teologi Universitas Santo Tomas, Manila, dan Pastor Syqua adalah Ketua Kantor Eksorsisme Keuskupan Agung Manila.

Pelayanan Eksorsisme, menurut Mgr Agus, sudah setua Gereja itu sendiri, bukan sesuatu yang aneh dan spektakuler dalam tradisi Gereja kita. “Pendiri Gereja, yaitu Tuhan Yesus sendiri, mengusir setan dalam kuasa Tuhan. Ia juga memberi kuasa kepada murid-Nya untuk mengusir setan atas nama-Nya, bahkan berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasai Gereja kudus yang didirikan-Nya di atas batu karang (baca: Petrus).”

Uskup menyayangkan, pelayanan mulia itu sering disalahartikan dan kurang dimengerti “karena kurang tahu dan kurang dalam pengetahuan teologis yang sesuai ajaran Gereja yang sehat dan benar.” Akibatnya, lanjut uskup, pelayanan itu sering disamakan dengan praktik klenik, misterius, dan “aneh-aneh” dalam Gereja.

Mgr Agus bersyukur konferensi itu mengundang para imam agar mereka mengetahui pelayanan itu sebagai bagian integral pelayanan Gereja. “Ketidaktahuan membuat kita salah mengerti, membuat kita merendahkan martabat mulia pelayanan yang diberikan justru oleh Pendiri Gereja,” tegas uskup.

Dalam sebuah wawancara, kata Pastor Syqua saat memperkenalkan eksorsisme Katolik, Kardinal Ratzinger yang kini Paus emeritus Benediktus XVI mengatakan “ada tanda-tanda kembalinya kuasa kegelapan dan pemujaan setan semakin menyebar di dunia sekular.” Dan Wahyu 12:12 menulis, “Tetapi celakalah kamu bumi dan laut, karena iblis telah turun kepadamu! Kemarahannya tanpa batas karena dia tahu waktunya tidak banyak.”

Pergulatan kita bukan melawan musuh manusia, tetapi melawan kekuatan kosmis (Santo Paulus) dan tantangan pertama dari peperangan rohani adalah membuka kedok iblis dalam hidup kita, sedangkan tantangan kedua adalah mengusir setan dalam kehidupan kita,” tegas Pastor Syqua, yang berharap umat Katolik yang percaya akan kuasa Tuhan selalu mengandalkan kuasa Tuhan Yesus yaitu Sang Sumber kehidupan kekal.

Imam itu mengutip Katekismus Gereja Katolik (No. 1673) yang menegaskan, eksorsisme digunakan untuk mengusir setan atau membebaskan dari pengaruh setan, berkat otoritas rohani yang Yesus percayakan kepada Gereja-Nya. “Kalau Gereja resmi dan otoritatif berdoa atas nama Yesus Kristus, supaya seorang atau satu benda dilindungi terhadap kekuatan musuh yang jahat dan dibebaskan dari kekuasaannya, orang lalu berbicara tentang eksorsisme. Yesus telah melakukan doa-doa semacam itu.”

Gereja, tulis katekismus itu, menerima dari Dia kekuasaan dan tugas untuk melaksanakan eksorsisme. “Dalam bentuk sederhana eksorsisme dilakukan dalam upacara Pembaptisan. Eksorsisme resmi atau yang dinamakan eksorsisme besar hanya dapat dilakukan oleh seorang imam dan hanya dengan persetujuan Uskup. Orang harus melakukannya dengan bijaksana dan harus memegang teguh peraturan-peraturan yang disusun Gereja.”(PEN@ Katolik/pcp/samuel)

Sebagian peserta konferensi eksorsisme (PEN@ Katolik/samuel)
Sebagian peserta konferensi eksorsisme (PEN@ Katolik/samuel)
Eksorsisme Jose
Pastor Jose Francisco C Syqua Pr (PEN@ Katolik/samuel)
Eksorsisme Jose 1
Para imam yang hadir (PEN@ Katolik/samuel)
Eksorsismem 2
Misa Pembukaan di Katedral Pontianak (PEN@ Katolik/samuel)
Eksorsisme 3
Mgr Agustinus Agus memberkati beberapa peserta (PEN@ Katolik/samuel)
Peserta
Pastor Winston Fernandez Cabading OP sebagai narasumber utama (PEN@ Katolik/samuel)

Tinggalkan Pesan