Paus Fransiskus dalam Audiensi Umum (ANSA)
Paus Fransiskus dalam Audiensi Umum (ANSA)

Sidang Pleno ke-11 Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak-Anak di Bawah Umur berakhir di Roma dengan menekankan perlunya memasukkan pengamanan anak di bawah umur ke dalam kehidupan Gereja di tingkat global.

Sidang itu dimulai dengan mendengarkan kesaksian seorang pria Brasil, yang mengalami pelecehan seksual oleh klerus dan pelecehan dalam keluarga sendiri. Para anggota komisi lalu mengikuti pertemuan-pertemuan yang bertujuan menjalin hubungan dengan berbagai departemen dan kantor Vatikan guna memfasilitasi upaya perlindungan di semua tingkat dalam Gereja.

Menurut siaran pers yang dikeluarkan di akhir sidang itu, budaya dan misi perlindungan perlu terus ditanamkan secara sistematik ke dalam kehidupan Gereja di seluruh dunia. Maka, Komisi Kepausan itu terlibat dalam tiga Kelompok Kerja khusus: Bekerja bersama para Korban, Formasi dan Pendidikan, serta Pedoman dan Norma Perlindungan.

Pelayanan komisi itu bagi para korban terus berlanjut melalui berbagai strategi guna mengembangkan platform bagi Gereja untuk mendengarkan suara-suara orang yang dilecehkan, dan berupaya mengintegrasikan suara-suara para korban dan orang-orang yang selamat ke dalam kehidupan dan misi Gereja.

Anggota komisi terus memberikan formasi dan pendidikan dalam berbagai cara di seluruh dunia dalam menanggapi permintaan dari konferensi-konferensi waligereja, keuskupan individu, lembaga hidup bakti dan serikat-serikat hidup kerasulan serta gerakan-gerakan dan asosiasi kegerejaan.

Membuat Pedoman dan Norma Perlindungan untuk Peningkatan Perlindungan Anak telah menghasilkan beberapa inisiatif, antara lain terus mengembangkan dan menyempurnakan alat audit. Sesuai undang-undang, diberikan juga perhatian khusus pada signifikansi dan definisi orang dewasa yang rentan.”

Mengingat momen khusus dalam sejarah Gereja dan peringatan 30 tahun Konvensi PBB tentang Hak Anak, Komisi Kepausan untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur membaharui komitmen untuk ikut membangun dunia yang aman bagi anak-anak dan orang-orang rentan. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan Vatican News)

 

Tinggalkan Pesan