Koordinator Persaudaraan Dominikan Awam Indonesia yang dipimopin Theo Admadi OP (kedua dari kiri) bersama wakil, sekretaris dan bendahara yang berakhir masa tugasnya di akhir Retret Nasional Ketiga PDA (PEN@ Katolik/soni)
Koordinator Persaudaraan Dominikan Awam Indonesia yang dipimopin Theo Admadi OP (kedua dari kiri) bersama wakil, sekretaris dan bendahara yang berakhir masa tugasnya di akhir Retret Nasional Ketiga PDA (PEN@ Katolik/soni)

Pemilihan Presiden PDA Indonesia itu berlangsung di ujung Retret Nasional Ketiga PDA Indonesia. Retret yang diikuti 140 peserta, dengan bantuan delapan suster Dominikan (OP) dan empat imam OP itu berlangsung di Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM), Jawa Tengah, 6-8 September 2019.

Theo Atmadi OP dipilih menjadi Koordinator Dominikan Awam Indonesia pada retret pertama Oktober 2013 dan diperpanjang pada retret kedua, Oktober 2016. Kini, dia menjabat Presiden pertama PDA Indonesia untuk masa bakti 2019-2022.

“Konsekuensi memilih saya adalah memberikan dukungan doa dan keterlibatan, jangan sampai ada yang menolak,” demikian kalimat-kalimat pertama presiden terpilih itu seraya berjanji akan segera menyusun pengurus dengan perwakilan dari setiap chapter agar terjalin komunikasi yang baik. PDA Indonesia memiliki empat chapter (Jakarta, Surabaya, Pontianak dan Yogyakarta) dan dua regio (Cirebon dan Cimahi).

Sebelum pemilihan itu, Theo Atmadi yang ditemani Welem Hemfri Elim Kusuma OP sebagai wakil koordinator, Stephanus Suriaputra OP sebagai bendahara dan Theofilus Anda Halim OP sebagai sekretaris, menjelaskan “ketika kami mendapat mandat mengurus PDA, waktu itu belum ada chapter, dan dengan jalannya waktu chapter terbentuk dan kami berusaha bertemu beberapa kali antara lain untuk membahas formasi.”

Setelah tiga tahun berlalu, lanjutnya, mereka masuk pengurusan periode kedua. “Waktu itu kita berempat sudah sepakat mundur. Namun atas permintaan Promotor Jenderal PDA Pastor Rui Carlos Almeida Lopes OP Presiden dan Koordinator Dewan Internasional PDA Asia-Pasifik Belen L Tangco OP yang hadir pada retret nasional kedua tahun 2016, maka kami meneruskan kepengurusan ini dengan tertatih-tatih,” kata Theo Atmadi.

Welem, yang meminta maaf karena tidak bisa maksimal dalam kepengurusan itu membeberkan kendala bersama yakni formasi dan sistem yang bisa dilaksanakan bersama di seluruh chapter atau regio. “Surabaya spesifik karena ada romo-romo Dominikan. Tapi, kami seperti kalian yang juga dilepas untuk mandiri, dan kalau kesulitan ada tempat konsultasi, itu saja,” katanya.

Selain memperkenalkan Master Ordo yang baru, Moderator PDA Indonesia Pastor Andreas Kurniawan OP menjelaskan tentang apa yang sudah dilakukan selama ini sesuai moto Dominikan, “Laudare, Benedicere, Praedicare.”

“Sesuai laudare (berdoa bersama), kita sudah menerbitkan Verbum Veritatis untuk Buku Ibadat Harian dan Perayaan Ekaristi per tiga bulan serta Doa Ofisi di website dan Apps. Untuk benedicere (belajar berama) sudah diterbitkan Majalah dua bulanan Arue dan media berita online PEN@ Katolik, Facebook Sahabat Dominikan dan Dominicanid.org,” kata Pastor Andrei seraya menambahkan bahwa St Dominic Publishing sudah menerbitkan berbagai buku, dan toko online menjual patung, buku, medali, rosario, dan ziarah kits.

Sementara untuk praedicare, “Kita sudah dan sedang menjalankan pelayanan bersama dalam bentuk beasiswa serta kegiatan dialog dan pluralisme.” Pada kesempatan itu, botol air mineral dibagikan. Sesuai petunjuk imam itu, air diminum dan stiker botol itu ditukar dengan stiker beasiswa yang disiapkan. Pastor meminta anggota PDA juga membantu gerakan beasiswa dengan mengisi botol itu dengan “apa yang ada”, koin-koin yang sudah tidak digunakan.

Selain meminta agar pengurus nasional baru terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan kepala komisi persaudaraan, doa, studi, pewartaan dan formasi “agar lebih fokus pada tugasnya,” Pastor Andrei mengusulkan, tiga tahun ke depan pengurus nasional mengunjungi chapter, regio dan kelompok, mengadakan rapat bersama pengurus chapter dan membuat buku panduan dan pelatihan PDA.

Presiden Chapter PDA Yogyakarta Adi Ismawan merasa senang mengalami retret yang baru berlalu. Apalagi, katanya kepada PEN@ Katolik, “saudara-saudari dari berbagai tempat bisa terkesan dan bersukacita, terlebih lagi merasakan perkembangan PDA yang pelan tapi pasti, tumbuh dan berkembang, serta mengetahui bahwa PDA Purwokerto terbentuk tepat sehari setelah retret nasional ketiga ini.”

Dia berharap Presiden PDA Indonesia terpilih membentuk pengurus yang solid “agar bisa bekerja lebih berdaya guna dan tepat, karena masih banyak hal mesti dikerjakan khususnya tentang formasi.”

Yulius Christhoforus Darmo Urada dari PDA Chapter Pontianak mengapresiasi retret nasional ketiga PDA itu, “lumayan sukses.” Meski demikian, tegasnya, kriteria sukses di sini di luar kemutlakan. “Selalu ada positif negatif, pro kontra, like dan dislike, puas tak puas, itulah hasilnya. Mengurus banyak orang tidaklah mudah,” katanya seraya berharap pengurus nasional baru di bawah pimpinan Theo Atmadi OP sukses dan diberkati Tuhan.

Ketua Regio Cimahi Bagyo Setiyawan secara umum melihat retret ketiga lebih baik dari yang kedua. “Terpilihnya Theo Atmadi agak dilematis. Sebetulnya sudah dirasakan butuh kepemimpinan baru, tetapi aturan main yang ada belum memungkinkan terpilihnya orang baru. Nah, dari yang memungkinkan dipilih, hanya Theo yang kapasitasnya terbukti masih bisa diandalkan,” katanya kepada media ini.

Dia berharap pada retret tiga tahun yang akan datang sudah ada alter persona yang siap dipilih. “Semoga dalam masa kepemimpinan sekarang Theo Atmadi berani memasukkan orang baru dalam kepengurusan dan terjadi kaderisasi untuk melahirkan pemimpin baru.”

Paulina Purwanin dari Cirebon merasa retret itu “luar biasa” karena para imam memberi penjelasan detail dengan cara sederhana tapi mendalam. “Saya berharap PDA bisa dikembangkan lebih optimal dalam pelayanan,” katanya. (PEN@ Katolik/paul c pati)

Para presiden chapter dan ketua regio membawa persembahan (PEN@ Katolik/soni)
Membawa persembahan (dari kiri): Presiden Chapter Surabaya Welem Hemfri Elim Kusuma OP, Ketua Regio Cirebon Paulina Purwanin OP, anggota Chapter Pontianak Yulius Chrsithoforus Darmo Urada OP, Presiden Chhapter Yogyakarta Adi Ismawan OP dan Presiden Chapter Jakarta Stephanus Suriaputra OP (PEN@ Katolik/soni)

Enam anggota Chapter Jakarta yang mengucapkan Kaul Kekal di hadapan Presiden Chapter Jakarta (PEN@ Katolik/soni)

Enam anggota Chapter Jakarta yang mengucapkan Kaul Kekal di hadapan Presiden Chapter Jakarta (PEN@ Katolik/soni)

Empat novis baru menerima skapular, pin, dan buku Pedoman Dominikan (PEN@ Katolik/soni)
Empat novis baru menerima skapular, pin, dan buku Pedoman Dominikan (PEN@ Katolik/soni)
Para anggota PDA yang mengucapkan dan membaharui Janji (PEN@ Katolik/soni)
Para anggota PDA yang mengucapkan dan membaharui Janji (PEN@ Katolik/soni)
Pengucapan Kaul Kekal di depan Presiden Chapter PDA Jakarta (PEN@ Katolik/soni)
Pengucapan Kaul Kekal di depan Presiden Chapter PDA Jakarta (PEN@ Katolik/soni)
Theo Atmadi OP saat suaranya sudah dipastikan unggul sebagai Presiden pertama PDA (PEN@ Katolik/pcp)
Theo Atmadi OP saat suaranya sudah dipastikan unggul sebagai Presiden pertama PDA (PEN@ Katolik/pcp)

Tinggalkan Pesan