Paus Fransiskus membacakan nama-nama kardinal baru di akhir Angelus, 1 September 2019. (Vatican Media)
Paus Fransiskus membacakan nama-nama kardinal baru di akhir Angelus, 1 September 2019. (Vatican Media)

Di akhir doa Angelus (Malaikat Tuhan) 1 September 2019, Paus Fransiskus mengatakan dalam bahasa Italia yang disiarkan langsung lewat YouTube oleh Vatican News, “Tanggal 5 Oktober, saya akan mengadakan Konsistori untuk nominasi 13 kardinal baru. Asal usul mereka mengungkapkan panggilan misi Gereja yang terus mewartakan kasih Allah yang penuh belas kasih kepada semua orang di bumi.”

Paus lalu membaca nama 10 kardinal baru itu:

  1. Mgr Miguel Angel Ayuso Guixot MCCJ – Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.
  2. Mgr José Tolentino Medonça – Pengarsip dan Pustakawan Suci Gereja Roma.
  3. Mgr Uskup Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo – Uskup Agung Jakarta.
  4. Mgr Juan de la Caridad García Rodríguez – Uskup Agung San Cristobal de la Habana.
  5. Mgr Fridolin Ambongo Besungu OFMCap – Uskup Agung Kinshasa.
  6. Mgr Jean-Claude Höllerich SJ – Uskup Agung Luksemburg.
  7. Mgr Alvaro L. Ramazzini Imeri – Uskup Huehuetenamgo.
  8. Mgr Matteo Zuppi – Uskup Agung Bologna.
  9. Mgr Cristóbal López Romero SDB – Uskup Agung Rabat.
  10. Pastor Michael Czerny SJ – Wakil Sekretaris Bagian Migran – Departemen Layanan Pengembangan Manusia Integral

Bersama mereka, lanjut Paus, “saya akan memasukkan ke dalam Kolese Kardinal dua uskup agung dan seorang uskup yang telah melayani Gereja dengan cara unggul

  1. Mgr Michael Louis Fitzgerald – Uskup Agung Emeritus of Nepte
  2. Mgr Sigitas Tamkevicius SJ – Uskup Agun Emeritus Kaunas
  3. Mgr Eugenio Dal Corso PSDP – Uskup Emeritus Benguela.”

Paus berharap agar umat Katolik “berdoa bagi para kardinal yang baru itu, sehingga mereka semakin terikat kepada Kristus dan membantu saya dalam pelayanan sebagai Uskup Roma demi kebaikan seluruh umat Allah.”

Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, yang berasal dari Jakarta dan merupakan imam Keuskupan Agung Semarang, dilahirkan 9 Juli 1950 di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, dan ditahbiskan imam 26 Januari 1976. Mgr Suharyo menjadi Uskup Agung Semarang, 21 April 1997, dan dipindahkan ke Jakarta sebagai Uskup Koajutor, 25 Juli 2009. Dia menjadi Uskup Agung Jakarta 28 Juni 2010 menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ.

Mgr Suharyo yang merupakan imam diosesan pertama yang menjadi Uskup Agung Jakarta. Sejak 2 Januari 2006, Mgr Suharyo menjadi Uskup Ordinariat Militer di Indonesia.

Mgr Suharyo meraih gelar Doktor Teologi Biblis dari Universitas Kepausan Urbaniana tahun 1981. Sebelum pengangkatannya sebagai uskup, ia adalah Profesor Kitab Suci dan Rektor Fakultas Teologi Kepausan Wedabakti Yogyakarta. Saat ini Mgr Suharyo adalah anggota Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa, dan sejak 15 November 2012 menjadi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia.(PEN@ Katolik/paul c pati)

Mgr Ignatius Suharyo. (Tangkapan layar oleh PEN@ Katolik/pcp)
Mgr Ignatius Suharyo. (Tangkapan layar oleh PEN@ Katolik/pcp)

 

Tinggalkan Pesan