Provinsial Kapusin Pontianak Pastor Hermanus Mayong OFMCap bersama Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr Hieronymus Bumbun meniup lilin ulang tahun. (PEN@ Katolik/sms
Provinsial Kapusin Pontianak Pastor Hermanus Mayong OFMCap bersama Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr Hieronymus Bumbun meniup lilin ulang tahun. (PEN@ Katolik/sms

Ordo Saudara Dina Kapusin di Indonesia dimekarkan menjadi tiga provinsi yakni Medan, Sibolga dan Pontianak. Ordo Kapusin Propinsi Pontianak, dengan nama pelindung Santa Maria Ratu Para Malaikat, didirikan secara resmi 21 Februari 1994.

Ordo Kapusin Pontianak merayakan pesta pelindung Santa Maria Ratu Para Malaikat, 25 tahun sebagai provinsi, dan pengikraran kaul kekal dan kaul perdana para fraternya dalam perayaan 2 Agustus 2019, di Kapel Novisiat Kapusin Santo Padre Pio Gunung Poteng, Singkawang Timur Kalimantan Barat.

Menurut Konselor General Ordo Kapusin Asia-Pasifik Pastor Victor Dwiardi OFMCap, keutamaan dan keistimewaan yang ada dalam diri Santa Perawan Maria menjadi alasan mengapa Ordo Kapusin Provinsi Pontianak mau berpatokan, memfokuskan seluruh pelayanannya seturut teladan Santa Maria. “Karena Santa Maria adalah teladan kesederhanaan dan ketaatan yang memberikan seluruh dirinya demi menjalankan kehendak Allah,” kata imam itu.

Kiprah Ordo Kapusin Pontianak selama 25 tahun dalam mengembangkan tugas dan pelayanan kepada Gereja dan umat Allah di bumi Borneo, menurut Pastor Dwiardi, “menjadi refleksi bagi kami bersama untuk meneguhkan, memperbaharui tekad kami untuk senantiasa setia dalam melanjutkan karya misi yang telah diwariskan kepada kami.”

Provinsial Kapusin Pontianak Pastor Hermanus Mayong OFMCap mengatakan, Ordo Kapusin Provinsi Pontianak bisa mencapai usianya ke-25 tahun ini berkat jasa para pastor misionaris yang bermisi di Borneo. Oleh karena itu sebagai ungkapan syukur dan terima kasih atas jasa para misionaris, Ordo Kapusin akan melebarkan sayapnya untuk menangani karya misi di Timor Leste.

“Jika Tuhan berkenan, tahun depan kami punya ‘anak’ baru di Timor Leste,” kata Pastor Mayong seraya mengajak meneladani semangat misi para misionaris dengan merawat “anak” di tempat lain.

Pengikraran kaul kekal disampaikan oleh Frater Anselmus Dodi OFMCap dan kaul perdana oleh 14 frater lainnya.

Perayaan syukur yang dipimpin Pastor Dwiardi itu didampingi oleh Pastor Mayong, Magister Novisiat Kapusin Pastor Gabriel OFMCap dan Pastor Yosef Astono Aji OFMCap, serta Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak Mgr Hieronymus Bumbun.

Apa yang sudah dijanjikan, menurut Pastor Dwiardi, harus dihayati dengan semangat Ordo Kapusin yakni hidup dalam persaudaraan, kesederhanaan, dan semangat yang menggebu dalam doa-doa, dan “harus dilaksanakan, sehingga melalui karya karitatif, karya pastoral, dan doa-doa menjadi kesaksian yang nampak bagi orang-orang yang berkaul.”

Frater Dodi yang mengikrarkan kaul kekal mengatakan, “Saya mengambil moto kaul kekal saya dari kata-kata Santo Padre Pio, yaitu ‘Pray, Hope & Don’t Worry.’ Berdoa adalah kekuatan saya dalam menjalani panggilan ini. Berharap, saya mempunyai harapan akan Tuhan yang selalu menyertai panggilan saya, dan jangan khawatir, mengajak saya untuk senantiasa berserah kepada Tuhan karena Dia yang telah merencanakan segala sesuatu yang baik kepada saya.” (PEN@ Katolik/Suster Maria Seba SFIC)

Kapusin 4
Frater Anselmus Dodi OFMCap yang mengucapkan kaul kekal
Konselor General Ordo Kapusin Asia-Pasifik Pastor Victor Dwiardi OFMCap (ketiga dari kiri)
Konselor General Ordo Kapusin Asia-Pasifik Pastor Victor Dwiardi OFMCap (ketiga dari kiri)

1 komentar

Tinggalkan Pesan