Home KEGEREJAAN Yang tidak betah di gereja dan disenangi banyak cewek, kini menjadi imam

Yang tidak betah di gereja dan disenangi banyak cewek, kini menjadi imam

0
Pastor Valentinus Bayuhadi Ruseno OP memberikan komuni kepada ayah ibunya,  Katharina Endang Suryati dan Bernardinus Budihadi Nursasono
Pastor Valentinus Bayuhadi Ruseno OP memberikan komuni kepada ayah ibunya, Katharina Endang Suryati dan Bernardinus Budihadi Nursasono

Perasaan seorang ibu masih campur aduk, ada rasa bahagia ada juga rasa sedih, tapi yang lebih besar adalah perasaan ‘tidak menyangka’ bahwa Bayu  bisa menjadi imam. “Sedih, karena ketika belum menjadi imam saja sudah kurang perhatiannya kepada keluarga, apalagi setelah menjadi imam, tapi ya, senang,” kata Katharina Endang Suryati, ibu dari Pastor Valentinus Bayuhadi Ruseno OP, yang ditahbiskan imam bersama empat imam diosesan Bandung oleh Uskup Bandung Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC di Gereja Santo Paulus, Jalan Mohammad Toha, Bandung, 25 Juli 2019.

PEN@ Katolik menemui Katharina Endang Suryati, yang akrab dipanggil Anet, bersama suaminya Bernardinus Budihadi Nursasono serta Diana Septiani, kakak sepupu dari Pastor Bayu, di Perumahan Panghegar Permai Bandung. Pasangan suami istri yang aktif dalam kegiatan Gereja itu tidak ‘tidak menyangka’ bahwa anak pertama mereka, dari tiga bersaudara yang semua lelaki, bisa menjadi imam, dalam tahbisan yang mereka saksikan sendiri bersama 160 imam termasuk 21 imam OP yang langsung datang dari Filipina, para suster serta frater dan bruder OP dan dari kongregasi lain, serta umat yang memenuhi gereja serta aula dan halamannya.

“Sama seperti orangtua pada umumnya, saya menginginkan anak lelaki saya menjadi penerus keluarga, apalagi dia anak paling besar. Kami sebagai orangtua sungguh tidak bercita-cita agar dia menjadi imam. Maka, ketika dia masuk seminari menengah saya juga tidak percaya bahwa dia mau menjadi imam,” kata ibu Anet, asal Yogyakarta itu.

Sejak kecil pun Bayu tidak kelihatan mau jadi imam. “Waktu kecil, dia paling tidak betah tinggal dalam gereja. Sebelum menerima Komuni Pertama, dia selalu saya bawa ke gereja, tetapi Doa Pembukaan saja belum selesai dia sudah ajak keluar. Sebelum menerima komuni dan menjadi misdinar dia tidak betah di dalam gereja,” cerita Ketua Wanita Katolik RI Ranting Ujung Berung itu.

Tapi ternyata Bayu menjadi imam. Alasannya? “Sampai sekarang pun dia belum bicara kepada kami orang tuanya kenapa dia ingin menjadi imam. Ya, saya tidak tahu alasannya sampai sekarang. Saya sendiri tak melihat tanda-tanda itu waktu dia misdinar. Saya baru tahu ketika dia mengatakan kepada bapanya bahwa dia ingin masuk seminari. Saya sendiri tak mau bertanya. Mungkin itu pilihan atau panggilan dia. Sebagai ibu, saya mendukung dan mendoakan dia.”

Budi, suaminya, membenarkan. Ketika mau lulus SD barulah Bayu mengungkapkan keinginan masuk seminari, karena waktu misdinar dia tertarik dengan cara hidup seorang pastor di paroki ini. “Tapi, saya katakan kepadanya, nanti sesudah lulus SMP baru bisa masuk, karena sekarang sudah tidak ada lagi seminari yang menerima lulusan SD. Dia menerima dan masuk SMP. Saya pikir selama SMP dia akan lupa. Ternyata, ketika lulus SMP dia minta lagi.”

Ketika sudah berada di Seminari Menengah Mertoyudan pun, Anet masih belum menyangka bahwa Bayu akan terus menjadi imam. Lulus seminari menengah, Bayu memberitahukan ibunya bahwa dia mau masuk Projo Bandung. “Tidak ke OSC?” tanya ibunya. “Ke Projo aja,” jawab Bayu. “Oh ya, silahkan ke Projo aja!” kata ibunya.

Tak lama kemudian, Bayu mengatakan kepada ibunya, “Ma, saya tidak jadi ke Projo, saya mau keluar aja.” “Keluar?” Anet kaget, karena mengira Bayu ingin keluar dari seminari. “Tidak, saya mau ambil seminari di luar, di Filipina. Kemarin saya sudah tes dan lulus.” Mendengar jawaban itu, barulah ibunya menyadari bahwa menjadi imam sungguh merupakan panggilan Bayu.

Meragukan

Meskipun demikian, ketika mengantar Bayu untuk ditahbiskan menjadi diakon di Filipina, Budi masih terharu “karena memang tidak menyangka, apalagi setelah mendengar dan tahu dari lingkungan, wilayah serta paroki tentang bagaimana seorang imam itu.” Sebagai aktivis paroki, Budi juga sering berhubungan dengan para imam. “Ternyata, sangat sulit menjadi seorang imam,” Budi menyadari.

Pria kelahiran Bandung dari pasangan suami istri asal Klaten-Muntilan itu juga mendengar sangat banyak sorotan bagi imam. “Jadi saya juga ‘percaya tidak percaya’ apa bisa Bayu bertahan sekian lama,” kata Budi yang lebih bingung saat mendengar pertanyaan setiap pastor yang dia temui, “Kapan Bayu?”

Pertanyaan itu membuat Budi tidak pernah menyangka kalau bisa melihat anaknya ditahbiskan imam. “Itu juga semacam keraguan. Bisa tidak? Ini benar-benar panggilan atau tidak? Itu selalu jadi pertanyaan setelah saya melihat kehidupan pastor atau imam, entah di paroki atau di mana saja, yang banyak godaan dan tantangan.

Buktinya, ketika lulus seminari menengah saya masih juga coba tawarkan agar Bayu kuliah dulu. “Saya minta dia cari pengalaman dulu, karena tahu kalau berhenti di tengah jalan akan sangat sulit. Dulu, mungkin mantan frater bisa mengajar atau menduduki banyak tempat, tapi makin lama makin banyak saingan. Cari kerjanya bagaimana kalau keluar?”

Tapi, Bayu mau terus maka ayahnya pasrah. “Terus aja Pa, saya yakin. Tidak usah pilih-pilih, pokoknya kalau sudah di situ saya terus,” demikian Bayu menenangkan ayahnya. Maka, “saya berdoa saja, meski saya tahu di seminari menengah saja dia pernah terpikat dengan seorang wanita, tidak tahu kalau di seminari tinggi juga. Tapi saya menyangka, ya pasti ada,” Budi ragu.

Ya, Anet pun mengamati hal itu. Sebagai ibu, Anet melihat ada seseorang yang selalu dekat Bayu di Filipina, tapi ketika tahbisan diakon, wanita itu tidak kelihatan. “Ini pasti ada apa-apa,” kata Anet yang mengaku anaknya itu memang disukai banyak cewek.

“Di SMP saja saya pernah dipanggil oleh guru karena ada dua temannya berebutan. Dua-duanya mengaku pacarnya Bayu. Dan ketika di seminari menengah saya juga membaca tulisan dan cerita Bayu bahwa ada seorang cewek yang suka sama dia dan bikin dia bimbang. Berkat bimbingan romo pamongnya dia menyadari bahwa dia sebetulnya bukan tertarik pada cewek karena panggilannya ke Yesus. Dan dia bisa!” cerita ibunya.

Beban

Meski ragu, sebagai orang Katolik, Budi dan Anet menyadari bahwa menjadi imam itu sangat mulia. Maka, mendengar ucapan selamat bahwa Bayu menjadi diakon dan kemudian menjadi imam menjadi beban bagi Budi. “Beban itu terukir dalam kalimat pertanyaan, ‘Bisakah Bayu terus’? Beban itu sedikit berkurang saat Bayu ditahbiskan. Namun sebagai orang tua, Bayu tetap menjadi tanggung jawab kami. Maka saya hanya bisa berdoa agar dia tetap berada di jalan imamatnya. Doa saya tidak macam-macam. Sejak kecil saya sudah diajarkan berdoa Rosario. Maka, kalau saya agak gundah saya berdoa Rosario,” jelas Budi.

Anet sendiri pernah melihat orang tua “yang memikul beban” karena anaknya yang menjadi imam keluar. Akibatnya, “mereka, yang tadinya aktif di gereja, mundur karena malu.” Anet tidak mau dan tidak boleh seperti itu. “Saya menyatakan kepada Bayu, Mas, walaupun nanti kamu sudah jadi imam, tetapi ternyata panggilanmu tidak sampai selesai atau sampai akhir hayat, dan harus keluar, bagi mama tidak ada masalah. Kamu tidak usah malu, kamu tidak usah takut, mama terima apa adanya kamu.”

Namun, pasangan suami istri itu percaya, Pastor Bayu yang pendiam dan suka main game di layar tv dan handphone itu mandiri dan tidak suka mengelu. “Pernah waktu kecil, saat tinggal di Palangkaraya, Kalimantan, Bayu ingin mobil-mobilan, meski dia baru saja beli mainan. Saya katakan tidak. Dia tahu mama tidak punya uang maka dia duduk diam di depan mainan itu. Tapi, saya tidak menyangka bahwa uang jajan yang biasa dia minta ternyata dia tabung. Akhirnya, dia memberikan uang simpanan itu kepada saya dan berkata ‘mama aku mau beli mainan kemarin, ini uangnya.’ Saya kaget, uang dari mana? Dan Bayu menjawab, uang jajan!” cerita Anet yang menegaskan bahwa Bayu adalah anak yang tidak pernah mengelu, kecuali waktu sakit.

Pewarta

Pastor Bayu OP ditahbiskan imam bersama empat imam diosesan atau projo Bandung. Namun, sampai hari ini Anet mengaku belum sepenuhnya mengenal apa itu Dominikan. “Yang saya tahu dia mau ke Filipina karena dia memilih OP dan sekolahnya ada di Filipina. Katanya dia tertarik dengan Dominikan, apalagi setelah mendengar presentasi Pastor Adrian waktu di seminari.”

Namun, Anet percaya, apa yang sudah dipilih anaknya pastilah yang terbaik dan pasti dia siap dan mampu menjalaninya. Sebagai orang tua, Anet hanya bisa berdoa bagi Bayu yang lahir tahun 1987 dan kini berusia 32 tahun itu.

Anet juga berharap anaknya bisa menjadi pewarta yang baik. “Hendaknya dia mewartakan Kristus dengan sepenuhnya dan apa yang dia wartakan seimbang dengan perilakunya. Jangan sampai mengecewakan umat. Apa yang dilakukan harus bijaksana, jangan sampai pilih-pilih, jangan hanya mendekati orang kaya dan menjauhkan orang yang tak mampu.

Budi juga yakin, dengan pembinaan atau pembentukan cukup lama dibanding imam lain, karena Bayu harus menyelesaikan pendidikan imamat sejak seminari menengah selama 16 tahun, dia siap melayani atau menjadi imam dengan menjalankan spiritualitas Pewarta.

Yakin bahwa seorang imam tidak sekaligus menjadi orang saleh, maka “saya selalu mengingatkan supaya dia berdoa sendiri demi menguatkan perjalanannya dalam mewartakan Yesus, jangan sampai mewartakan diri sendiri. Kuncinya, harus murah hati, rendah hati, tidak takabur. Takutnya dengan segala kemampuan dia lupa akan hal itu.”

Meski menurut Anet, suaminya menangis saat Bayu masuk seminari menengah, namun Budi sudah siap dan percaya bahwa anaknya bisa pergi sendiri untuk mewartakan. “Buktinya, sejak kecil dia senang jalan sendiri atau pergi sendiri dibawa oleh siapa pun. Ketika TK, dia sudah mau hidup sendiri. Dia mau diajak oleh teman kantor saya untuk menginap  di rumahnya. Dia pergi tanpa beban meninggalkan kami dalam suasana waswas di rumah sambil berpikir ‘nanti malam menangis tidak ya?’ Maka, tidak ada masalah waktu dia mulai tinggal sendiri di seminari.” (PEN@ Katolik/Paul C Pati)

 Artikel Terkait:

Mgr Subianto ajak lima diakon berkomitmen lawan aji mumpung setelah tahbisan imamat

Kebutuhan akan pewarta handal adalah kebutuhan dasar Gereja

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

PG Soft Mahjong Ways Kian Menarik Dicermati lewat Kurasi Rekomendasi dan Ritme Analitik yang Lebih TerarahAkhir Pekan Kembali Jadi Sorotan setelah Banyak Pengguna Mengaitkannya dengan Momentum Bonus dan Cashback DigitalTeknologi Algoritma Modern Mulai Disorot karena Dinilai Membuat Pengalaman Bermain Digital Lebih KondusifFantasy Dragon Treasure Kian Menarik Perhatian setelah Bonusnya Ramai Dibahas lewat Pendekatan yang Lebih EfektifTiming Bermain Kini Banyak Diperhatikan karena Dinilai Mampu Mengoptimalkan Peluang dan Hasil PermainanBonanza Gold Kembali Ramai Dibahas di Tengah Tren Gaming Berbasis Data yang Sedang ViralPengalaman Bermain Digital Kini Dinilai Lebih Kondusif setelah Teknologi Algoritma Modern Makin Banyak DiterapkanSistem Simbol Acak dalam Gaming Kembali Jadi Sorotan setelah Evaluasi Menunjukkan Dampaknya pada Stabilitas HarianTeknologi Interaktif Kian Berpengaruh karena Dinilai Membentuk Aktivitas Digital yang Lebih Dinamis dan FleksibelInteraksi dalam Pembacaan Mahjong Kian Menarik Diamati sebagai Strategi Hiburan Modern yang Terus BerkembangFrekuensi Bonus Mahjong Ways Dikaji Lewat Perubahan Respons dan Apresiasi PemainTanda Mesin Hiburan Mulai Aktif Disorot dalam Pembacaan Ritme Game DigitalMonitoring Real-Time dan Statistik Modern Bantu Wild Bounty Menyesuaikan Aktivitas PlatformPengguna Media Sosial Soroti Keunikan Mahjong Ways yang Makin Bikin PenasaranKisah Mahjong Ways Kembali Viral dan Menarik Perhatian Pengguna dalam Beberapa Pekan TerakhirRTP Kini Dipahami sebagai Ruang Analisis untuk Membaca Strategi Bermain yang Lebih StabilStatistik Terapan Mahjong Ways Bantu Membaca Fluktuasi RTP di Lingkungan Kasino Online ModernPendekatan Sadar Mahjong Ways 3 Bikin Hiburan Digital Terasa Lebih Bermakna bagi PenggunaMemahami Setiap Babak RTP Dinilai Lebih Penting daripada Sekadar Mengejar Hasil SesiLokakarya Sistemik Mahjong Ways 2 Soroti Antusiasme Pengguna dalam Industri Game DigitalData RTP Buka Cara Baru Melihat Hubungan Waktu Luang dan Aktivitas Bermain DigitalWaktu Bermain Dikaji dalam Stabilitas Aktivitas Digital Berbasis Data Real-TimeSistem Analitik Bantu Membaca Perilaku Pengguna dalam Dinamika Game Berbasis DataTren RTP Visual Modern Bergeser ke Pembacaan Ritme dan Pola Bermain yang Lebih TerukurPemanfaatan Data dan Momentum Buka Cara Baru Membaca Pola yang Sering TerlewatData Berkelanjutan Kembali Menarik Perhatian setelah Menunjukkan Kecenderungan Pola Stabil di Berbagai KalanganRTP Live Kian Menarik Dicermati setelah Temuan Baru dari Perilaku Pengguna Menyoroti StabilitasnyaPG Soft Mahjong Ways Kini Banyak Dikaji sebagai Bagian dari Dinamika Aktivitas Harian di Game OnlineHabanero Kembali Dilirik saat Pengguna Mencari Alternatif Hiburan lewat Pendekatan Probabilistik yang Lebih TerukurGangguan Aplikasi Dompet Digital Mulai Dikeluhkan saat Ritme Bermain Aztec Menjadi Sorotan PenggunaMahjong Wins 3 Kembali Ramai Dibahas setelah Tren Digital Mengubah Cara Pengguna Menikmati Game OnlineFitur Putaran Gratis Kian Menarik Perhatian setelah Cara Aktivasinya Ramai Dibahas di Kalangan PenggunaStarlight Princess Kembali Jadi Sorotan setelah Efek Audio Visualnya Dikaitkan dengan Repeat Action PenggunaTeori Ketetapan Hasil Kembali Dibahas setelah Banyak Pengguna Menilai Pindah Tempat Tidak Mengubah Ritme PermainanScatter Mahjong Ways Kian Menarik Dicermati lewat Taktik Visual dan Pemetaan Elemen Harian yang Ramai DibahasSpektrum Ikonografi Visual Scatter Mahjong Ways Buka Cara Baru Membaca Perubahan Pola SimbolEksperimen Digital Soroti Perbedaan Pola Bermain dengan Interaksi yang Makin KonsistenRiset Data Digital Ungkap Karakteristik Unik dalam Tren Aktivitas Masa KiniAnalisis Komparatif Temukan Pola Berulang yang Makin Sering Muncul dalam Aktivitas DigitalPendekatan Akademis Ungkap Pergeseran Pola Interaktif Pengguna di Hiburan Digital Modern
Aksi RTP PG Soft Kini Menguasai Trending Best Of The Player ChoiceBentuk Scatter Hitam pada Gate of Olympus Menjadi SorotanCapaian RTP Tinggi dari Sweet Bonanza Ramai Viral di Berbagai Platform DigitalDinamika Permainan Wild Bandito Dipenuhi Free Spin MendadakEfektivitas Spin Mahjong Wins 3 Jadi Topik Hangat Hari IniFormulasi Baru Hiburan Interaktif Berbasis Analitik ModernHarmonisasi Teknologi Interaktif dan Aktivitas Pengguna Masa KiniKajian Komunitas terhadap Pola Permainan Interaktif Berbasis DataNavigasi Strategi Baru dalam Permainan Virtual Berbasis Sistem AcakObservasi Interaktif Bonus Virtual yang Sedang Ramai Dibahas PemainVektor Gate of Olympus dan Scatter Emas Jadi Kombinasi FavoritVisual Scatter Emas Sweet Bonanza Jadi Magnet Baru Pecinta SlotWarna Baru Mahjong Ways 2 dengan RTP Tinggi Ramai DibicarakanYuridiksi PG Soft dan Starlight Princess Jadi Sorotan Pecinta SlotZenith Mahjong Ways dengan RTP Tinggi Sedang Ramai Di Komunitas Global Pegiat Game DigitalArah Baru Mahjong Wins 3 Membuat Komunitas Slot Semakin AktifBenturan Scatter Hitam pada Mahjong Ways Menjadi Sorotan UtamaCatatan Menarik dari Sweet Bonanza Saat Free Spin BertambahDorongan Besar di Kasino Online Membawa Mahjong Ways Viral LagiEksperimen Spin Mahjong Ways Disebut Membawa Peluang BaruFragmentasi Strategi Bermain dalam Lingkungan Hiburan VirtualPrediksi Aktivitas Pengguna dalam Ekosistem Hiburan VirtualSimulasi Bonus Beruntun dalam Aktivitas Game Digital PopulerTransformasi Teknologi Hiburan Online di Tengah Aktivitas KomunitasValidasi Pendekatan Numerik terhadap Sistem Bonus Acak DigitalPlatform Gaming Modern Kini Dioptimalkan lewat Sistem Data AI dan Monitoring Real Time yang Lebih CerdasBig Data Kian Mengubah Ekosistem Gaming Interaktif Menjadi Lebih Responsif terhadap Perilaku PenggunaStudi Komprehensif Mengungkap Hubungan antara Konsistensi Aktivitas Pengguna dan Stabilitas Sistem Digital ModernAnalisis Data Kembali Jadi Sorotan setelah Momentum Tak Terduga Disebut Membuka Peluang Hasil yang Lebih KonsistenKompleksitas Algoritma Mahjong Ways Kini Mulai Dibahas dari Sudut Pandang Ilmu Komputer yang Lebih ModernMahjong Ways 2 Menarik Dikaji lewat Studi Longitudinal yang Menyoroti Ritme Pengguna Gen ZMahjong Ways Kembali Jadi Sorotan setelah Pergeseran Minat Pengguna Internet Membuka Tren Baru di Ruang DigitalPemain Baccarat Pemula Mulai Dikaji lewat Efek Bandwagon dan Psikologi Takut Tertinggal dalam Komunitas DigitalSimulasi Kuantitatif Dinilai Membantu Membaca Dinamika Perkalian Digital dengan Pendekatan yang Lebih TerukurPanduan Klaim Reward Mingguan dari Game Hiburan Kian Dicari karena Dinilai Lebih Praktis bagi Pengguna ModernKomunitas Digital Ikut Mengubah Pola Permainan Cepat di Era Hiburan ModernDistribusi Visual Berbasis Statistik Bantu Membaca Sistem Adaptif dalam Game DigitalStabilitas Grid Platform Adaptif Dikaji Lewat Pendekatan Komputasional Mahjong OnlineReel Interaktif Spadegaming Disorot dalam Studi Hiburan Digital ModernAnalisis Terbaru Ungkap Perubahan Aktivitas Digital di Tengah Perkembangan Teknologi ModernKajian RTP Soroti Nilai Kebahagiaan Kecil yang Hadir Lebih Konsisten dalam Aktivitas BermainRotasi Mahjong Ways 3 Dikaji Lewat Kesadaran Pengguna dalam Setiap Pilihan TeknisPenelitian RTP Buka Refleksi Baru tentang Kebosanan dalam Aktivitas Bermain DigitalSistem Neural Modern Membentuk Pola Probabilitas dalam Simulasi Virtual secara BertahapJeda Pendek antar Sesi Mahjong Ways Disorot dalam Pembahasan Pemulihan Ritme BermainGates of Gatotkaca Pragmatic Play Ikut Disorot di Tengah Ramainya Pembahasan AI dalam Game DigitalAdaptive Flow Mechanics Dikaji sebagai Jalur Transformasi Baru dalam Ekosistem Digital KontemporerMekanisme Simbol Mahjong Wins 3 Dievaluasi dalam Membaca Konsistensi Sistem Game ModernData Kuantitatif RTP dan Cerita Pengguna Buka Sudut Baru dalam Membaca Dinamika GameProses Membaca Ritme Game dari Pemula hingga Terbiasa dengan Pergeseran Pola Digital
Analisis Pola Interaksi Pengguna pada Sistem Permainan Digital Berbasis Simbol melalui Pendekatan Statistik ObservasionalKajian Perubahan Ritme Visual dalam Permainan Digital Bertema Ubin berdasarkan Respons Sistem dan Durasi SesiPemodelan Data Sesi Permainan Digital untuk Memahami Dinamika Perubahan Pola Interaksi PenggunaStudi Observasional terhadap Respons Bertahap Sistem Permainan Digital dalam Membentuk Alur Interaksi yang KonsistenAnalisis Perilaku Pengguna pada Permainan Digital Interaktif melalui Pengamatan Pola, Ritme, dan Respons VisualDinamika Sistem Permainan Digital Berbasis Simbol dalam Membangun Pola Interaksi Selama Sesi BerlangsungEvaluasi Pola Respons Visual pada Permainan Digital Bertema Ubin melalui Pendekatan Data dan Observasi TerarahKajian Statistik Modern terhadap Perubahan Alur Permainan Digital Berbasis Simbol dalam Sesi InteraktifInterpretasi Pola Digital dalam Permainan Interaktif melalui Analisis Ritme, Respons Sistem, dan Perilaku PenggunaPengaruh Durasi Sesi terhadap Perubahan Ritme dan Respons Visual pada Sistem Permainan Digital Interaktif
Exit mobile version