cq5dam.thumbnail.cropped.750.422
Paus Fransiskus nampak dalam sebuah pesan video (@vaticanmedia)

Peserta kursus sebulan di Universitas Kepausan Meksiko menerima kejutan di minggu ketiga pembelajaran mereka untuk mencegah pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, saat menerima pesan video Paus Fransiskus yang mendorong upaya mereka untuk melindungi anggota Gereja yang rentan.

Kursus yang mereka ikuti, menurut Paus, adalah penting karena semua anak di bawah umur perlu dilindungi, “agar tak seorang pun melecehkan mereka, dan tidak ada yang bisa menghalangi mereka datang kepada Yesus.”

“Sikap setiap orang, baik religius, awam, uskup, atau siapa pun, yang menghalangi seorang anak datang kepada Yesus harus dihentikan, diperbaiki jika kita tepat waktu, atau dihukum jika ada kejahatan yang dilakukan,” lanjut Paus.

Paus juga menggambarkan apa yang dikatakannya sebagai perbandingan kasar dengan penyalahgunaan narkoba. Kalau seseorang menjadi kecanduan narkoba, kata Paus, perlu energi pribadi sangat besar untuk keluar dari situasi itu. Namun, pencegahan lebih efektif dan hanya perlu usaha sedikit.

Paus mengatakan, persoalan inti kursus perlindungan anak di bawah umur itu adalah cara menghalangi anak-anak dari pelecehan. Jawabannya, kata Paus, adalah melaksanakan “kerasulan pencegahan.” Pencegahan itu penting, tegas Paus, “karena kita tidak pernah tahu di mana seorang anak akan dilecehkan.”

Dalam kursus perlindungan terhadap anak-anak di bawah umur itu, peserta menemui para korban pelecehan seksual, mendengarkan cerita-cerita mereka, dan belajar dari mereka.

Yang hadir adalah umat Katolik yang memegang posisi kepemimpinan dalam Gereja, termasuk vikaris jendral kongregasi religius dan keuskupan, pembina seminari, dan psikolog.

Kursus 1-26 Juli itu dilakukan oleh Pusat Penelitian Antardisiplin dan Formasi untuk Perlindungan Anak di Bawah Umur (CEPROME). Direktur CEPROME Pastor Daniel Portillo, mengatakan kepada ACI Prensa bahwa pesan Paus datang sebagai dorongan dalam bagian paling intens dalam prakarsa itu. (PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Devin Watkins/Vatican News)

Tinggalkan Pesan