Paus Fransiskus dalam audiensi dengan Jaringan Doa Sedunia (Vatican Media)
Paus Fransiskus dalam audiensi dengan Jaringan Doa Sedunia (Vatican Media)

Jaringan Doa Sedunia dari Paus atau Kerasulan Doa melihat tantangan yang dihadapi umat manusia dan membantu misi Gereja. Jaringan itu berdoa dan berupaya memenuhi tantangan-tantangan dunia yang diidentifikasi Paus dalam intensi bulanannya, serta melakukan langkah spiritual yang dikenal sebagai “Jalan Hati.” Untuk memperingati ulang tahun ke-175, Paus Fransiskus memimpin acara di Aula Paulus VI Vatikan tanggal 28 Juni 2019 seraya berterima kasih kepada 6000 orang yang hadir atas komitmen mereka untuk berdoa. Paus juga mendengar kesaksian sejumlah orang dari seluruh dunia yang bekerja dalam pelayanan doa.

Salah satunya adalah Bettina Raed dari Mendoza di Argentina yang menjadi Direktur Jaringan Doa Sedunia untuk Argentina dan Uruguay. Ketika berbicara tentang prakarsa “Jalan Hati”, isteri dan ibu itu mengatakan kepada Paus bahwa itulah “sekolah sesungguhnya dari Hati yang membantu kita menyelaraskan hati kita sendiri dengan hati Yesus.” Dia juga berbicara tentang bagaimana proyek itu sangat dipromosikan dan didukung dalam komunitas-komunitas, perguruan-perguruan tinggi, dan paroki-paroki di Argentina dan Uruguay, dengan menekankan platform digital. Mengomentari yang dikatakan Bettina, Paus mengatakan adalah baik “kalau di Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus ini kita mengingat landasan misi kita,” seperti yang dilakukan Bettina. “Inilah misi kasih sayang bagi dunia.”

Pastor Matthew Hsu SJ, direktur Jaringan Doa Sedunia dari Paus di Taiwan, mengatakan kepada Paus bahwa dia senang ikut dalam acara itu dan berbicara tentang keberhasilan aplikasi dan situs web Click to Pray dalam bahasa Cina, di Taiwan. Imam itu menggambarkan, melalui aplikasi itu, orang-orang membuka hati mereka kepada Tuhan dan mendedikasikan hidup mereka kepada Yesus Kristus. Berdoa di Internet, kata imam itu, membuat orang merasa “tidak lagi sendirian di jalan menuju iman.” Bagi orang muda khususnya, sistem pendukung itu serta iman mereka membantu mereka “menghidupi nilai-nilai Injil dan menjadi saksi-saksi dalam dunia cinta dan kasih sayang Allah.” Setelah mendengar kesaksian Pastor Matthew, Paus berkata, doa “selalu membangkitkan perasaan persaudaraan, meruntuhkan penghalang, melintasi perbatasan, menciptakan jembatan-jembatan yang tak terlihat tetapi nyata dan efektif, membuka cakrawala harapan.” Bersaudara, ungkap Paus, berarti berbicara baik tentang orang lain. Bergosip dan berbicara jelek tentang orang lain, kata Paus, tidak datang dari Yesus dan merupakan hal yang buruk.

Kesaksian lain datang dari Suster Selam dari Ethiopia yang bekerja bersama orang muda dalam Gerakan Orang Muda Ekaristi. Ketika merenungkan kesaksian suster itu, Paus menekankan pentingnya membantu “generasi-generasi baru untuk tumbuh dalam persahabatan dengan Yesus melalui perjumpaan intim dengan-Nya dalam doa, dalam mendengarkan Sabda-Nya, dan mendekati Ekaristi sebagai karunia cinta kasih bagi sesama.” Dalam pernyataan spontan, Paus menggarisbawahi betapa pentingnya mengajar anak-anak untuk berdoa. “Menyakitkan melihat anak-anak yang membuat Tanda Salib pun tidak tahu,” kata Paus. Meskipun menggunakan teknologi untuk mewartakan belas kasihan dan kebaikan Tuhan itu perlu, Paus mendesak agar penggunaan Internet juga diperhatikan. “Kita harus tidak boleh terperangkap dalam jaringan, melainkan ‘memancing ikan’ yang menarik jiwa untuk dibawa kepada Tuhan,” kata Paus. Sebelum saat hening dan mengingat intensi doa untuk bulan Juli, Paus berterima kasih atas “aktivitas berharga” Jaringan Doa Sedunia itu. Paus mengakhiri sambutannya dengan mengatakan, “kalian membantu orang-orang untuk memiliki pandangan spiritual, pandangan iman, tentang realitas yang mengelilingi mereka, untuk mengenali apa yang Tuhan sendiri sedang lakukan dalam diri mereka; itulah tatapan harapan.”(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan