primopiano_8097

“Kami memberi makanan buka puasa untuk saudara-saudari Muslim selama Ramadhan guna meningkatkan kerukunan beragama dan umat manusia,” kata Biksu Buddhapriya Mahathero kepada Agenzia Fides. Ketua penyandang dana biara Buddha Dhammarajika, di Bashabo Sabujbagh, Dhaka, itu mengatakan kepada Fides bahwa delapan tahun lalu dia menyusuri jalan di Dhaka dan melihat begitu banyak umat Muslim miskin menantikan makanan saat Ramadhan. Maka dia berpikir untuk memulai prakarsa solidaritas antaragama. Sejak itu, setiap hari selama Ramadhan, dia menyajikan 500 makanan malam untuk kaum Muslim termiskin di dekat biaranya. Dia pun menerima banyak ucapan terima kasih. Mahammad Iqubal, seorang Muslim, mengatakan, “Perilaku umat Buddha itu adalah contoh yang baik di negara ini, itulah hubungan iman dan kerukunan yang patut diteladani.” Umat ​​Kristen juga menghargai prakarsa umat Buddha itu. Shymol Rozario, seorang Katolik muda yang tinggal di daerah yang sama, mengatakan kepada Fides, “Saya kira umat Buddha sedang melakukan pekerjaan yang sangat baik, menunjukkan belas kasih dan kemurahan hati. Mereka mengajarkan solidaritas dan penghormatan terhadap agama lain yang sangat penting di saat kekerasan agama sering terjadi.” Biara Dharmarajika didirikan tahun 1960 dan dikenal di Dhaka karena komitmen sosial para biksu. Dalam kompleks keagamaan itu, para biksu menjalankan panti asuhan, sekolah dan klinik. Setiap hari mereka membagikan air minum untuk penduduk setempat yang menderita kekurangan air. Di Bangladesh, umat Islam berjumlah 90%, Hindu 8,5%, Buddha 0,5% dan Kristen 0,2%. Ada juga kelompok animisme. (PEN@ Katolik berdasarkan laporan SC/Agenzia Fides)

Tinggalkan Pesan