Paus Fransiskus mencium kaki Salva Kiir (ANSA)
Paus Fransiskus mencium kaki Salva Kiir (ANSA)

Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir Mayardit, mengatakan kepada parlemen negaranya di Juba, bahwa ia terkejut dan terguncang saat Paus Fransiskus mencium kakinya dalam retret khusus Vatikan untuk para pemimpin Sudan Selatan di bulan April.

 “Saya terkejut dan gemetar ketika Yang Mulia Paus mencium kaki kami. Itulah berkat dan bisa menjadi kutukan kalau kita bermain-main dengan nyawa rakyat kita,” kata Presiden Kiir kepada parlemen.

Hari Selasa, 14 Mei 2019, Presiden Salva Kiir berpidato pada upacara pelantikan 2019 Dewan Legislatif Nasional Sudan Selatan dengan tema: “Meningkatkan perdamaian di Republik Sudan Selatan.”

Abdur Rahman Alfa Shaban yang menulis di africanews.com mengutip pernyataan Presiden Salva Kiir Mayardit yang menceritakan kembali kepada parlemen sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, Paus berlutut untuk mencium kaki para pemimpin Sudan Selatan.

Paus juga mencium kaki empat pemimpin politik Sudan Selatan yang sebelumnya berperang. Mereka adalah para Wakil Presiden, termasuk Riek Machar sendiri, James Wani Igga, Taban Deng Gai, dan Rebecca Nyandeng De Mabior. Rebecca adalah janda dari pemimpin Sudan Selatan, John Garang.

Menurut africanews.com, Presiden Sudan Selatan menegaskan, dalam pidatonya di parlemen, ajakannya kepada pemimpin oposisi Sudan Selatan, Riek Machar, untuk kembali ke Juba agar pemerintah persatuan transisi berlangsung.

“Saya menyampaikan kembali ajakan saya kepada Dr Riek Machar untuk pulang. Saya telah sepenuhnya memaafkan dia, dan dia bukan lagi lawan saya. Saya meminta semua oposisi bersenjata untuk bekerja dengan tentara kami guna terus membuka koridor demi kebebasan bergerak dan membuka rute perdagangan,” kata Presiden Kiir.

Riek Machar masih di Khartoum dan enggan mengambil posisi Wakil Presiden di Juba dengan alasan masalah keamanan yang belum terselesaikan. Dia seharusnya kembali ke Juba di bulan Mei untuk bergabung dalam pemerintah bersama.

Juru bicara Presiden Kiir mengatakan kepada media bahwa tokoh-tokoh oposisi lain sudah berada di Juba, dan ini harus menjadi tanda bahwa “keamanan Machar juga akan dijaga saat pemerintahan dibentuk.”

Sementara itu, jaringan Radio Katolik Sudan Selatan melaporkan, Ketua Dewan Legislatif Transisi Nasional Anthony Lino Makana meminta kelompok-kelompok pemberontak lain yang bukan penandatanganan perjanjian perdamaian September untuk menghormati gencatan senjata dan menerima proses perdamaian.(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Paul Samasumo/Kota Vatikan/Vatican News)

Artikel Terkait:

Paus langgar protokol, cium kaki presiden dan wakil-wakil Presiden Sudan Selatan setelah retret

Retret ekumenis dan diplomatik dilakukan di Vatikan dipimpin Uskup Agung Anglikan

Tinggalkan Pesan