Anggota organisasi Serikat Buruh di Argentina ikut serta dalam pawai May Day di Buenos Aires (AFP)
Anggota organisasi Serikat Buruh di Argentina ikut serta dalam pawai May Day di Buenos Aires (AFP)

Ketika dunia merayakan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2019, Paus Fransiskus mengakhiri katekese hari Rabu di Lapangan Santo Petrus dengan meminta kepada Santo Yusuf Pekerja, santo pelindung para pekerja, untuk menjadi perantara doa bagi mereka yang kehilangan pekerjaan dan yang tidak dapat menemukan pekerjaan.

Para uskup di dunia juga mendukung suara paus itu. Dua di antaranya adalah para uskup Argentina dan para uskup Uruguay. Dalam surat mereka kepada umat beriman, para uskup Argentina mengingatkan fakta bahwa Yesus mendedikasikan sebagian besar hidupnya di dunia untuk pekerjaan manual sebagai tukang kayu, dengan demikian mengumumkan “Injil tentang Kerja.”

Pekerjaan manusia, kata mereka, adalah kunci penting untuk menyelesaikan masalah sosial, itulah sebabnya “kita harus memerangi wabah pengangguran.”

Para uskup Uruguay menyatakan keprihatinan khusus atas pengangguran di kalangan kaum muda, dan mendorong semua orang terus berupaya mencari kondisi kerja yang lebih baik dan lebih adil yang menekankan bahwa pekerjaan lebih dari sekadar sumber makanan. Tepatnya, pekerjaan adalah domain par excellence di mana kita berkembang sebagai individu dan komunitas.

Di hari itu juga, Paus menegaskan kembali keinginannya lewat Twitter, dengan mengatakan, “Semoga Santo Yusuf, pekerja sederhana dari Nazareth, mengarahkan kita kepada Kristus, mendukung pengorbanan mereka yang berbuat baik, dan menjadi perantara bagi mereka yang kehilangan pekerjaan atau yang tidak berhasil dalam menemukan pekerjaan.”(PEN@ Katolik/pcp berdasarkan laporan Joachim Teigen/Vatican News)

Tinggalkan Pesan