Kardinal Luis Antonio Tagle menyampaikan pesan kepada ribuan orang yang ikut Walk for Life di Quirino Grandstand di Manila 18 Februari 2017. Foto Analyn Perucho
Kardinal Luis Antonio Tagle menyampaikan pesan kepada ribuan orang yang ikut Walk for Life di Quirino Grandstand di Manila 18 Februari 2017. Foto Analyn Perucho

Uskup Agung Manila Kardinal Luis Antonio Tagle dan para pemimpin Gereja lainnya mendesak umat beriman menyiapkan waktu di hari Sabtu pagi untuk datang bersama sebagai satu komunitas dan mewakili kehidupan.

Kardinal Tagle berharap bisa hadir bersama banyak orang di Metro Manila dan provinsi-provinsi terdekat dari pukul 4 sampai 8 pagi, 16 Februari 2019, untuk “Walk for Life” (Berjalan untuk Kehidupan) tahun ini di Quezon City Memorial Circle. “Kontribusi kita adalah langkah kecil untuk menunjukkan bahwa kita menghargai kehidupan. Jadi, marilah bersama-sama kita berjalan untuk kehidupan,” kata kardinal.

Sekarang pada tahun ketiga, pertemuan itu diselenggarakan oleh Dewan Kerasulan Awam Filipina “dalam aksi solidaritas” untuk menegakkan martabat kehidupan. Ribuan orang di berbagai keuskupan di seluruh negeri itu pernah mengikuti acara itu.

Perjalanan itu akan berpuncak dengan Misa yang akan dipimpin oleh Kardinal Tagle serta beberapa uskup lain. Uskup Kalookan Mgr Pablo Virgilio David mengatakan, pertemuan itu merupakan tempat bagi umat Kristiani untuk bersuara menentang kekerasan dan pembunuhan di negara itu. “Kehidupan manusia itu suci dan bermartabat. Itulah sebabnya tidak boleh disalahgunakan,” kata Mgr David, yang juga Wakil Ketua Konferensi Waligereja Filipina (CBCP).

Uskup itu juga meminta agar masyarakat menolak kekerasan sebagai sarana untuk berubah, dan hanya terlibat dalam cara-cara yang damai. “Huwag magpadala sa mga taong naniniwala sa prinsipyong mata sa mata, ngipin sa ngipin,” kata Mgr David. (Jangan mengagumi orang yang percaya pada prinsip ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi.) “Mas umaangat ang natin pag natuto tayong magmalaakit sa mahgaina, sa matgaanda, sa mga may kapansanan, at iba pa,” lanjutnya. (Martabat kita sebagai manusia akan naik kalau kita belajar berbelas kasih terhadap orang-orang yang, antara lain, lemah, tua, cacat).

“Walk for Life” akan juga akan diadakan secara serentak di kota-kota Dagupan, Tarlac, Cebu, Ormoc dan Cagayan de Oro. Para pemimpin Gereja dan kelompok-kelompok awam akan juga berkumpul di kota Palo dan Palompon, keduanya di Provinsi Leyte.

Uskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Socrates Villegas mengatakan, hidup adalah karunia Tuhan dan harus dipertahankan setiap saat. “Kami berada di sini karena Tuhan telah memberi kami kehidupan … dan adalah tugas kita untuk melindunginya,” kata uskup agung itu. (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan laporan dari CBCP News, Manila, 11 Februari 2019)

Tinggalkan Pesan