PEN@ Katolik/ampc
Kegiatan Kampenye Millennial Road Safety Festival. PEN@ Katolik/ampc

Menanggapi sosialisasi Millennial Road Safety Festival yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu di sekolah SMP dan SMA yang dibina oleh yayasannya, seorang suster mengatakan bahwa “berkendara dengan mematuhi batas kecepatan adalah wujud nyata dalam melindungi aset bangsa.”

Kepala Yayasan Setia Bhakti Kotamobagu Suster Maria Florentina Memu OSU mengatakan kepada PEN@ Katolik, 11 Februari 2019, lewat sosialisasi berkendaraan untuk mematuhi batas kecepatan, yang dilakukan di SMP dan SMA Katolik Theodorus Kotamobagu, dia berharap seluruh siswa kedua sekolah itu “menjadi agen pelopor keselamatan berkendara.”

Jika ingin menyelamatkan orang lain, tegas Suster Maria, seseorang harus bisa lebih dulu menyelamatkan diri sendiri. “Berhentilah berharap orang lain akan sempurna, segeralah menyempurnakan kemampuan diri,” tegas Suster Maria yang percaya bahwa “mengasah akademik relatif lebih cepat atau instan dibanding melatih budi pekerti seperti etika dan karakter.”

Satuan Lalu Lintas Polres Kotamobagu yang dipimpin oleh Kasatlantas Polres Kotamobagu AKP Magdalena Anita Sitinjak mengadakan sosialisasi Millennial Road Safety Festival di hari yang sama di kedua sekolah itu untuk mengampanyekan tertib berlalu lintas dan menekan pelanggaran berlalu lintas pada generasi millennial.

Alasan kampanye di sekolah, menurut kasatlantas, karena “kesadaran pentingnya keselamatan berlalu lintas harus dibangun dari bangku sekolah sampai perguruan tinggi, dan menciptakan tertib berkendaraan bagi pengguna harus dimulai dengan edukasi-edukasi mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas.”

Menurut Anita, angka korban kecelakaan paling banyak dialami oleh pemuda yang mati sia-sia. “Untuk itu kita tanamkan akhlak dan etika kepada para siswa ketika berkendaraan, dan minta mereka belajar dan mematuhi tata tertib berlalu lintas,” katanya.

Kampanye di sekolah dilakukan “karena kita perlu kolaborasi dan kerjasama efektif dengan semua kalangan guna mengurangi kecelakaan lalu lintas,” kata Anita seraya mengatakan kadang pengendara terlena dengan kendaraan bagus dan jalan mulus dan langsung tancap gas mengabaikan kecepatan.

Maka, Satlantas Polres Kotamobagu berharap siswa SMP dan SMA Katolik Theodorus Kotamobagu bisa menyerap, menghayati, meresapi dan menyampaikan kepada siswa lain untuk mempertimbangkan kecepatan, tidak melebihi beban dan mematuhi aturan lalu lintas, agar tingkat laka lantas bisa diturunkan.

Menurut Anita, tujuh pelanggaran yang bisa mengakibatkan fatalitas yakni tidak memakai helm, melebihi batas kecepatan, melawan arus, menggunakan gadget, tidak memakai sabuk pengaman, konsumsi minuman keras, dan pengendara di bawah umur. (PEN@ Katolik/michael)

Kasatlantas Polres Kotamobagu AKP Magdalena Anita Sitinjak bersama para guru dan pimpinan yayayan. PEN@ Katolik/ampc
Kasatlantas Polres Kotamobagu AKP Magdalena Anita Sitinjak bersama para guru dan pimpinan yayayan. PEN@ Katolik/ampc

Tinggalkan Pesan