Ibu Teresa

Hari Orang Sakit se-Dunia ke 27 dari Gereja Katolik akan dirayakan hari Senin, 11 Februari 2019, di kota Kolkata, India timur, ibukota negara bagian Benggala Barat. Hari itu dimulai oleh Santo Yohanes Paulus II tanggal 13 Mei 1992. Perayaannya disesuaikan dengan Pesta Santa Perawan Maria di Lourdes, 11 Februari setiap tahun. Tujuannya agar orang sakit dan para perawatnya serta sifat penebusan dari penderitaan manusia mendapat perhatian.

Hari Orang Sakit se-Dunia yang pertama dirayakan tahun 1993 di Gua Perawan Maria Lourdes di Perancis selatan, salah satu gua Maria paling terkenal di dunia. Sejak itu, hari itu dirayakan setiap tahun di seluruh dunia dengan perayaan khusus di tempat tertentu. Bapa Suci mengeluarkan pesan setiap tahun dengan tema tertentu.

Tanggal 11 Desember 2018, Paus Fransiskus mengangkat Kardinal Patrick D’Rozario, orang Bangladesh, sebagai utusan Paus untuk Hari Orang Sakit se-Dunia 2019 di Kolkata yang bertema, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma”(Mat 10: 8).

Dalam sebuah wawancara dengan Vatican News, seperti dilaporkan oleh Robin Gomes dari Vatican News, Kardinal D’Rozario mengucapkan terima kasih kepada Paus Fransiskus karena memilihnya untuk hadir dalam acara Gereja di Kolkata itu, acara tiga hari yang akan berpuncak 11 Februari.

Dalam pengangkatannya, Uskup Agung Dhaka itu merasakan rasa persekutuan yang besar di antara orang-orang berbahasa Bengali di kedua sisi Bengal yang terpecah. Dalam surat pribadi kepada kardinal itu, kata kardinal, Bapa Suci menghargai “semangat persekutuannya” dengan orang-orang, terutama yang miskin.

Menurut kardinal, Paus dalam pesannya untuk Hari Orang Sakit se-Dunia juga menekankan persekutuan, yang berarti memberi dengan murah hati kepada orang lain karena kita telah menerima secara bebas dari Tuhan. “Kita harus memberikan diri kita kepada sesama terutama yang paling membutuhkan,” kata kardinal.

Dalam hal ini, kata kardinal, Kolkata, “Kota Sukacita,” akan merayakan sukacita persekutuan dengan orang-orang sakit bersama dengan Santa Teresa dari Kolkota yang merupakan “ikon belas kasih, cinta, kemurahan hati, dan pelayanan Allah” kepada orang miskin dan orang lemah. Kardinal itu rindu mengalami persekutuan ini bersama dengan Ibu Teresa.

Kardinal berusia 75 tahun itu menunjukkan apa yang Ibu Teresa lakukan untuk Kolkata, dan masih sampai sekarang, mencerminkan apa yang Yesus lakukan untuk Galilea dan untuk orang-orang pada zaman-Nya. Apa pun yang terjadi di Galilea menyebar ke seluruh dunia di zaman Yesus. Dengan cara yang sama, Kolkata, “Galilea zaman modern,” menyebarkan pesan Yesus yang sama.

Kardinal D’Rozario mengatakan, Hari Orang Sakit se-Dunia tanggal 9-11 Februari akan mencakup renungan, doa serta mengkomunikasikan kepada orang lain dan menunjukkan belas kasihan dan kasih sayang kepada orang miskin dan paling membutuhkan.

Dalam Hari Orang Sakit se-Dunia akan ada sambutan dari Prefek Dikasteri Vatikan untuk Peningkatan Pengembangan Manusia Seutuhnya Kardinal Peter Turkson. Program-program selama tiga hari antara lain renungan, diskusi, kunjungan ke panti-panti untuk untuk perawatan orang sakit, pengurapan bagi orang sakit. Semua ini akan berpuncak dengan Misa yang disertai pengurapan orang sakit di Gereja Bandel, Gua Maria populer yang dipersembahkan untuk Perawan Maria Ratu Rosario Suci, sekitar 55 km utara Kolkata.

Sembilan belas konferensi waligereja dan delapan anggota asosiasi dari Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC) mengirim delegasi mereka ke Kolkata untuk perayaan itu. Ini adalah kedua kalinya perayaan internasional Hari Orang Sakit se-Dunia berlangsung di India. Yang pertama di Velankanni, negara bagian Tamil Nadu, tahun 2003. (PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel Terkait:

Klinik para suster Dominikan di Cimahi peringati Hari Orang Sakit se-Dunia dengan pengobatan gratis

Mgr Suharyo gajak orang sakit untuk bersyukur karena keadaan itu juga rahmat

Paus Fransiskus minta orang sakit melihat tanda pasti kasih Allah dalam Maria

Mgr Pujasumarta ajak orang sakit jadikan sakitnya bagian derita Kristus

Tinggalkan Pesan