Mgr Agus mengiringi anak-anak penghuni lapas menyanyikan lagu Gloria in Excelcis Deo. PEN@ Katolik/samuel
Mgr Agus mengiringi anak-anak penghuni lapas menyanyikan lagu Gloria in Excelcis Deo. PEN@ Katolik/samuel

Ketika mengetahui bahwa Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus akan datang mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Adisucipto Pontianak, anak-anak penghuni berlatih bernyanyi lagu “Gloria in Excelcis Deo” dari buku Madah Bakti.

Tanggal 28 Desember 2018, Mgr Agus datang melakukan kunjungan tahunan itu dan merayakan Natal bersama anak-anak. Ketika mereka siap bernyanyi di depan uskup agung itu, tidak ada di antara mereka yang pandai memainkan gitar. Maka, Mgr Agus spontan maju ke depan bersama mereka dan memainkan gitar mengiringi anak-anak bernyanyi.

Kunjungan Mgr Agus bersama Dominikan Awam Chapter Pontianak itu dimulai dengan Misa, kemudian ramah tamah, pembagian kado Natal untuk semua penghuni dan foto bersama.

Dalam sambutannya, Mgr Agus  berpesan agar anak-anak itu tetap kuat menghadapi masa cobaan ini, “karena setiap manusia pastinya pernah mengalami cobaan yang tidak sama dari satu orang dengan yang lainnya. Untuk itu, harap bersabar sampai waktunya kalian semua keluar dengan membawa perubahan baru untuk masyarakat.”

Uskup juga yakin bahwa keberadaan mereka di LPKA bukanlah kesalahan mereka semata, tetapi “mungkin karena ekonomi, lingkungan dan pergaulan yang selama ini kurang disadari orangtua.”

Bukan semua penghuni LPKA adalah narapidana, bisa juga statusnya masih tahanan, atau masih berada dalam proses peradilan dan belum ditentukan bersalah atau tidak oleh hakim. Namun kunjungan uskup itu “merupakan bentuk perhatian Gereja kepada mereka yang ‘berkasus’ dalam masyarakat,” tegas Mgr Agus.

Pada hari yang sama, Mgr Agus bersama Dominikan Awam Pontianak mengunjungi Rutan (Ramah Tahanan) Serdam Pontianak. Selain Misa, dalam kunjungan itu diadakan ramah tamah dan penampilan nyanyian yang dipersembahkan oleh “penghuni” rutan untuk Mgr Agus.

Dalam homili, Mgr Agus berpesan agar semua penghuni selalu bersyukur kepada Tuhan dan “menjadi pribadi yang lahir kembali menjadi baru, dengan cara ‘jangan menyangkal diri,’ artinya pribadi yang mampu menerima diri apa adanya merupakan langkah perubahan yang nyata.”

Ciri khas paling menonjol dari Mgr Agus adalah bernyanyi. Hal itu pun dilakukan uskup seusai berkat penutup yang dilanjutkan dengan lagu “Doleng Donado” saat ramah tamah.(PEN@ Katolik/Semz)

Artikel terkait:

Mgr Agus resmikan kapel di lapas untuk beri harapan bagi yang putus asa, terlupakan dan ditinggalkan

M aster Ordo Dominikan dan asistennya melakukan kunjungan kanonik ke Pontianak

Dominikan beri pelatihan musik keterampilan motivasi bagi anak lembaga pembinaan

Tinggalkan Pesan