Penjual jalanan menjual topi dan barang-barang Natal di sepanjang jalan di Lagos (Nyancho NwaNri)
Penjual jalanan menjual topi dan barang-barang Natal di sepanjang jalan di Lagos (Nyancho NwaNri)

Sekalipun banyak tantangan keamanan dihadapi umat dan petugas pastoral Nigeria, Uskup Agung Benin yang juga Ketua Konferensi Waligereja Nigeria Mgr Augustine Akubeze mendorong warga Nigeria untuk tetap merayakan Natal.

Dalam pesan Natal kepada orang-orang Nigeria, seperti dilaporkan oleh Paul Samasumo dari Vatican News, Uskup Agung Akubeze mendesak umat untuk tidak menyerah pada keputusasaan tetapi tetap merayakan Natal dengan gembira.

“Banyak orang Nigeria, baik Kristen maupun Muslim, mengutuk gangguan terhadap lahan-lahan pertanian dari orang-orang tak bersalah oleh para pemilik ternak. Beberapa umat kita mempertanyakan apa yang perlu dirayakan kalau beberapa imam, pria dan wanita hidup bakti, diculik saat melakukan karya pastoral mereka?” kata uskup agung itu.

Juga dikatakan, sejumlah besar umat awam menjadi korban kejahatan ini. “Sayangnya, beberapa di antaranya kehilangan nyawa dalam siksaan berat mengerikan yang sudah terlalu sering terjadi di Nigeria. Bagaimana kita merayakan Kristus Raja Damai kalau beberapa saudara dan saudari kita di Nigeria utara dan, khususnya di bagian timur laut, terus-menerus diserang tanpa alasan?” tanya umat seperti dikutip Mgr Akubeze.

Yang lain bertanya, menurut uskup agung itu, “Bagaimana kita merayakannya kalau kita menyaksikan banyak pemakaman massal umat kita yang dibunuh oleh kaum fundamentalis Islam? Bagaimana kita merayakannya kalau Gereja dan Masjid kita diserang; dan tentara dibunuh? Bagaimana kita merayakannya dalam kondisi-kondisi seperti ini?”

Namun Uskup Agung Akubeze meminta semua orang Nigeria menempatkan harapan utama mereka kepada Tuhan. “Kita merayakan karena kita tidak menempatkan harapan kita pada manusia semata. Harapan kita bukan datang dari politisi. Bantuan kami ada atas nama Tuhan yang menciptakan langit dan bumi,” kata uskup agung itu.

Ketua Konferensi Waligereja Nigeria itu lebih jauh menegaskan kembali arahan para uskup baru-baru ini kepada para petugas pastoral agar menjauhi politik dari mimbar. “Sangat disayangkan, beberapa umat menggunakan Gereja untuk pernyataan-pernyataan politik. Mimbar dimaksudkan untuk pewartaan pesan yang dibawa kepada kita oleh Bayi Yesus. Kristus sendiri menghindari masuk ke politik duniawi …. Seharusnya tidak ada lembaga keagamaan yang dibentuk semata-mata untuk mengedepankan agenda politik (tertentu),” kata Mgr Akubeze.

Bulan Februari 2019, orang Nigeria akan mendatangi tempat pemungutan suara untuk pemilihan umum nasional.(PEN@ Katolik/paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan