Foto: Etok
Umat Islam dan Hindu menggotong Mgr Mandagi dalam sebuah tandu. Foto: Etok

Hidup itu Indah. Toleransi itu rahmat Allah. Rahmat Allah tidak membedakan agama, suku, ras, golongan. Rahmat Allah melimpah atas semua orang yang menghargai perbedaan dan mencintai sesama sebagai manusia. Terima kasih banyak basudara Islam dan Hindu di Kepulauan Tanimbar Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Anda sungguh telah membuktikan bahwa Islam adalah Rahmat Allah bagi seluruh alam semesta. Dan Hindu adalah “Jalan” menuju harmoni semesta: manusia dengan Yang Transenden, manusia dengan manusia, manusia-alam. Pelajaran ini hidup dalam “kurikulum sanubari” masyarakat Maluku.

Refleksi di atas ditulis oleh Pastor Konstantinus Fatlolon Pr, imam Keuskupan Amboina, yang sedang studi di Filipina, dalam rangka HUT Tahbisan Imamat ke-43 dari Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC. “Selamat Ulang Tahun Tahbisan Imamat Uskupku terkasih: Mgr PC Mandagi MSC. Doa dan berkat terindah untukmu selalu dalam penggembalaan,” tulis imam itu dalam halaman Facebook-nya.

Mgr Mandagi yang membawa moto hidup “Nil Nisi Christum” (Galatia 2:20) (Tidak ada apa pun selain Kristus) lahir di Kamangta, Sulawesi Utara, 27 April 1949, ditahbiskan imam tanggal 18 Desember 1975 di Manado, dan terpilih sebagai Uskup Amboina sejak 10 Juni 1994. (PEN@ Katolik/paul c pati) Foto Etok

Tinggalkan Pesan