Seorang tunawisma tidur di lantai di New York City  (2017 Getty Images)
Seorang tunawisma tidur di lantai di New York City (2017 Getty Images)

Proyek Perumahan Ramah Lingkungan, yang menyatukan umat Katolik dan umat Buddha untuk memberikan rumah ramah lingkungan bagi orang miskin dan tunawisma di Brooklyn, Chicago, dan Los Angeles, mengirim delegasi pemimpin Katolik dan Budha, yang dipimpin Uskup Brooklyn Mgr Nicholas DiMarzio untuk mengunjungi Vatikan.

Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama mengundang perwakilan proyek itu untuk datang Roma guna menghormati almarhum Kardinal Jean-Louis Tauran. Pada kesempatan itu, Mgr Nicholas DiMarzio berbicara dengan Devin Watkins dari Vatican News tentang prakarsa itu.

“Proyek Perumahan Ramah Lingkungan berbicara sesuai semangat Laudato Si’. Itu usulan Kardinal Tauran sebelum dia meninggal,” kata Uskup DiMarzio. Gagasan Kardinal Tauran, lanjut uskup,  adalah agar umat Buddha dan umat Katolik bekerja sama dalam proyek yang terinspirasi oleh ajaran ensiklik itu.

Uskup DiMarzio mengatakan, kardinal almarhum itu berharap proyek itu membantu “orang miskin,” terutama para tunawisma dan orang cacat. Panel surya, beberapa jenis perangkat penghemat energi lainnya, atau taman di atap ditambahkan untuk membuat proyek-proyek itu “hijau.”

Para pemimpin Buddha di masing-masing tiga kota itu akan berperanserta dalam prakarsa berorientasi pelayanan itu, dengan menjadikannya tonggak penting dalam dialog antaragama.

Mgr DiMarzio mengatakan, umat Katolik hendaknya memperhatikan hal-hal administratif, seperti konstruksi dan pendanaan. “Sedangkan umat Buddha,” katanya, “akan memberikan beberapa bantuan tambahan untuk proyek-proyek itu.” Akan ada ruang meditasi dalam rumah-rumah itu. “Mereka boleh datang dan mengajar meditasi, atau sesuatu yang dapat mereka sumbangkan yakni milik mereka sendiri,” kata uskup.

Dialog antaragama, kata Uskup DiMarzio, memiliki empat elemen utama, yaitu spiritual, sosial, pelayanan, dan teologis. “Satu pelayanan tidak pernah benar-benar berjalan baik, guna menunjukkan bahwa kita dapat bekerja sama dalam sebuah proyek pelayanan. Itulah yang Kardinal Tauran bayangkan ”bagi Proyek Perumahan Ramah Lingkungan” itu.

Di Los Angeles, proyek ini akan membangun rumah untuk pria dan wanita di Skid Row, sebuah area di mana tinggal sekitar 6.000 orang tunawisma. Di Chicago, proyek akan memperluas Mercy Housing (Perumahan Belaskasih), yang memberikan tempat tinggal permanen bagi orang miskin dan tunawisma.

“Dengan cara tertentu,” kata Uskup DiMarzio, “Saya sangat bangga dengan proyek saya di Brooklyn dan Queens, karena ketika kami merencanakan masa depan, kami menyadari bahwa kami berada dalam apa yang mereka sebut sebagai tsunami penuaan.”

Proyek kotanya secara khusus difokuskan pada para lansia yang tidak memiliki rumah dan berpenghasilan rendah. Meskipun mungkin menderita cacat fisik dan mental, mereka sering berjuang untuk membayar sewa.

Uskup DiMarzio mengatakan, di tahun 2030, New York City akan semakin besar dengan tambahan 2 juta orang. Hampir setengah dari mereka akan menjadi warga senior. “Generasi Baby Boom akan datang, dan mereka akan tinggal di kota. Mereka akan lebih membutuhkan perumahan yang mendukung dan perumahan yang bersubsidi,” kata Mgr DiMarzio.(pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan