Salah satu anak yang digendong orangtuanya usai melakukan operasi bibir sumbing di RS Bunda Pengharapan, Sabtu (1-9)

Menyambut Pesta Perak (25 Tahun) Imamat yang akan berlangsung 5 September 2018, Pastor Andreas Fanumbi Pr atau yang akrab disapa Pastor Andy mengadakan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis di Rumah Sakit Bunda Pengharapan Merauke, dan mencanangkan  Gerakan Seribu Rupiah (Geser) untuk pemeliharaan situs-situs rohani yang ada di Keuskupan Agung Merauke.

Pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis selama dua hari, 1-2 September 2018, itu dilakukan imam itu bekerja sama dengan Rumah Sakit Bunda Pengharapan, Yayasan Vivitas Indonesia, Smile Train dan Yayasan Permata Sari Semarang Indonesia, dan pencanangan Geser dilakukan bersama Yayasan Vivitas Indonesia, Yayasan Prima Unggul dan Smile Train, pada pembukaan kegiatan Character Building di Halaman Patung Hati Kudus Yesus Bandara Mopah Merauke, 1 September 2018.

Pastor Andy mengatakan kepada PEN@ Katolik bahwa operasi bibir sumbing diprioritaskan untuk anak-anak asli Papua yang kurang mampu, namun terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

“Kami tidak membuat perbedaan, hanya skala prioritas. Saudara-saudara orang asli Papua harus mendapat prioritas, sebab mereka yang mempunyai tanah ini. Kita memberi penghargaan dan apresiasi kepada orang asli Papua dan sesudah itu kepada saudara-saudara lain yang datang dan hidup bersama orang Papua di sini,” kata Pastor Andy di sela-sela kegiatan itu.

Dijelaskan, operasi bibir sumbing dilaksanakan karena imam itu memiliki visi di bidang kesehatan, dan Yayasan Vivitas Indonesia yang didirikan oleh imam itu juga memiliki relasi dengan Smile Train yang merupakan salah satu LSM Internasional dari New York.

“Saya sudah minta prioritas untuk kuota Papua dan sudah tiga kali dilaksanakan operasi bibir sumbing di Merauke. Untuk kuota tidak ada batasan. Berapa banyak pun siap dilayani, seribu, dua ribu atau tiga ribu orang, kami layani,” kata Pastor Andy.

Geser, menurut Pastor Andy, bertujuan untuk pemeliharaan situs-situs rohani yang ada di Keuskupan Agung Merauke, yakni Patung Hati Kudus Yesus di areal Bandara Mopah Merauke, Patung Kristus Raja Segala Bangsa di Kampung Poo, Distrik Jagebob, Patung Hati Kudus Yesus di Pulau Habe, Kampung Wambi, Distrik Okaba, dan beberapa situs lain.

Geser juga digalakkan untuk menolong masyarakat pinggiran kota Merauke yang butuh uluran tangan, khususnya yang terpuruk dalam kesehatan, pendidikan maupun ekonomi. “Dengan seribu rupiah kami dapat menolong. Saya ingin mengajak generasi muda memiliki keprihatinan sosial seperti ini. Saya ingin mengetuk hati anak-anak muda agar memiliki satu keprihatinan sosial demi kepentingan bersama. Melalui Geser kita membangun solidaritas rela berbagi dari kekurangan sesuai tema saya, yaitu berbagi kekurangan bersama sesama yang membutuhkannya,” kata imam itu.

Pastor Andy yakin Tuhan akan membuat mujizat dan tanda heran, “bahwa dari yang sedikit ada mujizat dan tanda-tanda heran yang luar biasa seperti dua ekor ikan dan lima roti, Yesus mengubahnya dan bisa memberi makan 5000 orang dan mereka makan sampai kenyang,” kata imam itu.

Setelah Geser, kegiatan dilanjutkan dengan acara Character Building yang dikemas dalam permainan outbound, yang menurut imam itu bertujuan “untuk membangun karakter anak-anak Papua.” (Yakobus Maturbongs)

Keluarga saat mengunjungi pasien yang selesai melakukan operasi bibir sumbing. YM
Keluarga saat mengunjungi pasien yang selesai melakukan operasi bibir sumbing. YM
Pencanangan Gerakan Seribu Rupiah oleh Pastor Andreas Fanumbi Pr yang ditandai dengan pemukulan tifa. YM
Pencanangan Gerakan Seribu Rupiah oleh Pastor Andreas Fanumbi Pr yang ditandai dengan pemukulan tifa. YM

Tinggalkan Pesan