formasi

Beberapa menit menjelang peresmian sebuah gedung baru yang akrab disebut Rumah Formasi Paroki Redemptor Mundi, 29 Agustus 2018, seorang umat paroki itu bertanya, “Apa manfaat dari rumah formasi?”

“Gedung baru ini disebut Rumah Formasi. Rumah Formasi diperuntukkan bagi generasi muda paroki untuk melakukan dan merencanakan kegiatan paroki. Rumah Formasi adalah tempat untuk membuat sebuah power dan power itu bisa mempengaruhi yang lain. Generasi muda harus mempunyai power supaya bisa menjadi leader, supaya bisa membuat perubahan dalam masyarakat.”

Homili Kepala Paroki Redemptor Mundi Surabaya Pastor Adrian Adiredjo OP menjawab pertanyaan tak langsung umat. “Kita tentu menginginkan anak-anak bisa menjadi centurion atau perwira untuk melayani. Centurio, dalam bahasa Latin, adalah perwira atau pemimpin bijaksana yang siap melayani. Biasanya orang yang sudah menjadi centurion atau pemimpin lupa akan dirinya. Namun centurion ini luar biasa, dia tidak seperti kacang lupa kulit. Dia tidak lupa akan orang kecil dan mau memikirkan orang lain. Perwira ini lain, dia ingat bawahannya,” tutur imam itu.

Biasanya, lanjut Pastor Adrian, orang yang sudah punya power sering kali merusak dirinya sendiri. “Nah, cara agar kita tidak dirusak oleh power lain adalah melayani. Akhirnya tujuan kita semua untuk mengenal Yesus sebagai Juru Selamat. Perbedaan suku, ras, warna kulit dan lain-lain tidak menghalangi centurion untuk mengenal Kristus,” kata Pastor Adrian.

Pemberkatan Rumah Formasi dihadiri para para ketua DPP dan BGKP, para ketua wilayah, ketua lingkungan, para suster OP dan suster SPM, serta para pastor di Redemptor Mundi.

Rumah Formasi itu didirikan tahun 2017 dan kini sudah selesai. Gedung baru yang berukuran sekitar 12 meter x 5 meter dan berlantai dua itu berada sisi timur Gereja Redemptor Mundi atau berhadapan dengan Klinik Pratama Redemptor Mundi. Gedung baru itu akan digunakan oleh Remaja Katolik (Rekat) dan OMK. (PEN@ Katolik/herman yk)

Tinggalkan Pesan