Home MANCANEGARA Kardinal Gracias: Permintaan melarang Pengakuan Dosa melawan kebebasan beragama

Kardinal Gracias: Permintaan melarang Pengakuan Dosa melawan kebebasan beragama

0
Kardinal Oswald Gracias. Foto Keuskupan Pagadian
Kardinal Oswald Gracias. Foto Keuskupan Pagadian

Gereja Katolik India menyatakan kaget mendengar permintaan Komisi Nasional Wanita (NCW) milik pemerintah agar Sakramen Pengakuan Dosa dihapuskan, dengan mengatakan seruan itu merupakan campur tangan yang tidak semestinya dilakukan dalam isu yang vital dan sakral dalam kehidupan umat Katolik.

Permintaan itu, seperti dilaporkan oleh Robin Gomes dari Vatican News, disampaikan NCW kepada pemerintah India menyusul skandal yang muncul bulan lalu di negara bagian Kerala, India selatan, yang melibatkan empat imam Gereja Ortodoks Suriah Malankara yang dituduh menggunakan pengakuan dosa seorang wanita yang sudah menikah untuk memeras dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Ketua Konferensi Waligereja India (CBCI) yang juga Uskup Agung Bombay Kardinal Oswald Gracias mengeluarkan siaran pers tanggal 27 Juli 2018 yang mengatakan permintaan komisi itu tidak masuk akal.

Berbicara dengan Vatikan News, 30 Juli 2018, kardinal, yang juga ketua Federasi Konferensi-Konferensi Waligereja Asia (FABC), mengulangi pernyataan persnya bahwa “permintaan komisi itu memperlihatkan ketidakpahaman tentang sifat, makna, kesucian dan pentingnya Sakramen ini bagi umat kami.”

Ketua NCW Rekha Sharma merekomendasikan agar Perdana Menteri Narendra Modi dan beberapa menteri kabinetnya mengambil langkah-langkah guna menghapus praktik pengakuan dosa di Gereja-Gereja Katolik.

Kardinal Gracias mengatakan, Gereja Katolik “berhati-hati dan memiliki hukum yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan sakramen itu.” Larangan seperti itu, kata kardinal, akan langsung melanggar kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi. “Saya merasa ini pelanggaran hak asasi manusia kami.”

Menurut kardinal, “jutaan umat di seluruh dunia, selama berabad-abad, bersaksi tentang manfaat spiritual yang mereka dapatkan setelah menerima Sakramen itu, dan mereka menerima rahmat, pengampunan dan kedamaian sebagai akibat Pengakuan Dosa.”

Dengan menyebut seruan itu sebagai “permintaan yang tidak masuk akal,” Kardinal Gracias berharap pemerintah akan pasti menolaknya.

Kardinal berusia 73 tahun itu mencatat permintaan NCW itu didasarkan pada beberapa insiden dalam Gereja Ortodoks Suriah Malankara, tapi ada lebih banyak isu perempuan di India yang sedang ditangani Gereja dan Gereja ingin bekerja dengan komisi itu untuk menangani perempuan yang mendapat perlakuan jelek, keselamatan perempuan, pencegahan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, membangun kapasitas perempuan serta sistem penyelamatan bagi perempuan yang babak belur karena dipukul.

Meskipun Sharma belum menarik tuntutannya, Kardinal Gracias optimis “suasana sekarang jauh lebih baik,” karena ketua komisi tidak mengulangi dan mendesak larangan itu. “Bahkan seorang menteri dengan terbuka mengatakan tidak setuju dengan permintaan ini,” lanjut kardinal.

Banyak suara mendukung Kardinal Gracias dalam memprotes permintaan untuk membuang Sakramen itu. Uskup Agung Trivandrum Kardinal Baselios Cleemis mengatakan, tidak ada orang yang bisa mempersoalkan hak konstitusional kaum minoritas dan merusak kelaziman agama mereka.

“Kalian tidak boleh membuat generalisasi dengan mengutip beberapa insiden. Jika ada kejahatan, hukum negara harus menghadapinya. Kalian tidak bisa menyalahkan kebiasaan agama dengan mengutip hal ini,” kata Kardinal Cleemis yang merupakan kepala Gereja Katolik Syro-Malankara. “Kami ingin tahu apa kata pemerintah persatuan tentang pendapat kepala NCW itu,” kata Kardinal.

Konferensi Para Uskup Kerala (KCBC) juga mengatakan permintaan NCW itu menyakiti perasaan beragama umat Katolik yang minoritas di negara itu. “Itu serangan terhadap iman dan praktek spiritual Katolik. Kami yakin rekomendasi itu tidak beralasan dan melanggar kehormatan serta kredibilitas umat Kristiani,” kata juru bicara KCBC Pastor Varghese Vallikkatt.

Uskup Agung Trivandrum dari ritus Latin Mgr Soosai Pakiam mengatakan, “Ketua NCW seharusnya tidak mendikte kalian menghapuskan ini (praktik keagamaan pengakuan dosa).”

Sharma, yang berada di Kerala pekan lalu untuk menemui orang-orang yang diduga korban pelecehan seksual oleh para imam, mengatakan banyak yang mengatakan kepadanya bahwa pengakuan dosa sering disalahgunakan oleh beberapa imam untuk mengeksploitasi umat beriman, terutama wanita.

Uskup Agung Bhopal Mgr Leo Cornelio mengatakan, komisi itu tidak memiliki alasan untuk menyerukan “penghapusan sesuatu yang dianggap suci oleh umat Katolik hanya karena ada sebuah penyimpangan.”

George Kurian, wakil ketua Komisi Nasional untuk Kaum Minoritas milik pemerintah juga mengkritik permintaan NCW dalam diskusi TV dengan mengatakan Konstitusi India “menjamin hak-hak tertentu untuk kaum minoritas dan tidak ada orang bisa mengambil hak itu.” Dia meminta orang-orang yang memegang posisi konstitusional yang tinggi untuk tidak membuat pernyataan seperti itu yang dapat menciptakan “kesalahpahaman di antara komunitas-komunitas minoritas.”

Juru bicara Syro-Malabar Pastor Jimmy Poochakat mengkritik Sharma dengan mempertanyakan bagaimana seseorang dengan posisi konstitusional bisa mengajukan rekomendasi seperti itu. “Dia tidak boleh menyakiti perasaan umat lain seperti ini. Hendaknya pemerintah menolak rekomendasinya dengan  cibiran yang layak diterimanya,” katanya.(pcp berdasarkan Vatican News)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Evolusi Teknologi Visual Modern Membawa Pengalaman Bermain yang Lebih Imersif dengan Tampilan yang Semakin Detail dan MenawanPerkembangan Grafis Digital Generasi Baru Dinilai Berhasil Meningkatkan Kualitas Interaksi Pengguna dalam Berbagai Platform ModernInovasi Efek Visual dan Teknologi Animasi Terkini Menjadi Faktor Penting yang Membuat Pengalaman Digital Semakin MenarikStudi Terbaru Menunjukkan Bahwa Perubahan Kecil pada Aspek Visual Mampu Memberikan Dampak Besar terhadap Kenyamanan PenggunaPengalaman Digital Masa Kini Semakin Berkembang Berkat Integrasi Teknologi Modern yang Mengutamakan Kenyamanan dan InteraktivitasMahjong Ways Kembali Menarik Perhatian Setelah Muncul Berbagai Pembahasan Mengenai Perubahan Dinamika Simbol yang Semakin UnikAnalisis Pola Simbol Mahjong Ways Mengungkap Berbagai Karakteristik Menarik yang Membuat Permainan Ini Banyak DibicarakanMengapa Struktur Simbol Mahjong Ways Sering Menjadi Fokus Utama dalam Berbagai Kajian dan Diskusi Komunitas Digital ModernKajian Mendalam Mengenai Interaksi Simbol Mahjong Ways yang Dinilai Mampu Menghadirkan Pengalaman Bermain Lebih VariatifMahjong Ways Dinilai Memiliki Keunikan Tersendiri yang Membuat Banyak Pengguna Terus Mengamati Perkembangannya dari Waktu ke WaktuKomunitas Asia Menyoroti Fortune Mouse yang Popularitasnya Terlihat Stabil dan Tetap Banyak Dicari PemainProvider CQ9 Gaming Tampil Konsisten dengan Deretan Judul Favorit Pemain yang Masih Ramai DicariAnalisis Tren Hari Ini PG Soft Masih Mendominasi Percakapan Pemain Lewat Game-Game Populer yang Konsisten RamaiWild Fireworks Jadi Salah Satu Nama yang Mulai Sering Muncul di Sosial Media dan Ramai Dibicarakan PemainTren Baru Mulai Muncul Deretan Game Bertema Asia Kian Mendapat Perhatian Besar dari Komunitas DigitalKajian Mendalam Terhadap Sugar Rush Super Scatter Mengungkap Faktor Faktor Yang Membentuk Stabilitas Performa Di Tengah Lonjakan Aktivitas PenggunaData Analitik Modern Menemukan Sinyal Perubahan Menarik Yang Membuat Tren Pergerakan Sistem Digital Semakin Mudah DipetakanMahjong Ways Dan Evolusi Teknologi Server Masa Kini Sebuah Tinjauan Yang Mengungkap Perubahan Perilaku Pengguna Secara BertahapGelombang Pembaruan Data RTP Menjadi Perbincangan Setelah Terlihat Adanya Pergeseran Pola Yang Berbeda Dari Periode SebelumnyaKomunitas Game Online Menyoroti Daftar Game Favorit yang Mendominasi Percakapan Hari Ini di Berbagai PlatformFenomena Fa Fa Fa Jadi Salah Satu Topik yang Ramai di Berbagai Grup Game Digital karena Namanya Kembali NaikSweet Bonanza dan Sugar Rush Masih Jadi Duo Game yang Sulit Tergeser dari Percakapan Pecinta Game DigitalGates of Olympus dan Mahjong Ways Masih Mendominasi Pencarian Komunitas Game Online dengan Perbincangan yang Belum RedupBanyak Konten Kreator Mulai Mengulas Lucky Coming yang Sedang Naik Tren dan Makin Sering Dicari PemainRamai Dibahas Akademisi Digital Mengapa Banyak Pengguna Masih Salah Memahami Cara Kerja Sistem Acak dalam Permainan ModernMembongkar Ilusi Keberuntungan Beruntun Pakar Statistik Jelaskan Kesalahan Berpikir yang Sering Menjebak Pengguna DigitalDi Balik Fenomena Permainan Populer Begini Cara Probabilitas Bekerja Tanpa Dipengaruhi Hasil SebelumnyaStudi Perilaku Digital Ungkap Alasan Mengapa Banyak Orang Sulit Membedakan Peluang dan Perasaan IntuitifKetika Prediksi Tidak Selalu Akurat Mengenal Cara Kerja Sistem Acak yang Sering Disalahpahami PenggunaFenomena Bias Kognitif dalam Dunia Hiburan Interaktif Mengapa Otak Manusia Sering Melihat Pola yang Tidak AdaMengapa Mahjong Ways Terus Menarik Perhatian Komunitas Ungkap Pengalaman yang Membuat Mereka Kembali BermainTren Masa Kini Balik Popularitas Mahjong Ways Ternyata Faktor Visual dan Interaktivitas Jadi Daya Tarik Utama PenggunaBagaimana Kecerdasan Buatan Mempengaruhi Kebiasaan Digital dari Rekomendasi Konten hingga Keputusan PenggunaStudi Tren Digital Modern Mengungkap Hubungan Antara Stabilitas Server Dan Konsistensi Aktivitas Pengguna Dalam Sesi BerkelanjutanPerforma Infrastruktur Berbasis Data Jadi Fokus Utama Setelah Sejumlah Indikator Menunjukkan Perubahan Ritme Yang Semakin DinamisTren Analisis dan Era Personalisasi Mengapa Sistem Rekomendasi Semakin Efektif Menarik Perhatian Pengguna BaruDi Balik Lonjakan Unduhan Aplikasi Begini Cara Algoritma Cerdas Membaca Minat dan Perilaku PenggunaTeknologi AI Makin Dominan Pakar Ungkap Dampaknya terhadap Pola Konsumsi Konten Digital MasyarakatMengapa Banyak Pengguna Tertarik pada Konten Tertentu Analisis Cara Kerja Sistem Rekomendasi Berbasis AIKecerdasan Buatan dan Perubahan Perilaku Digital Fenomena yang Kini Menjadi Perhatian Banyak PenelitiMengupas Hubungan antara Psikologi Pengguna dan Persepsi Keberuntungan di Era Platform Digital ModernTeknologi Algoritma Semakin Canggih Pengalaman Pengguna Dinilai Lebih Stabil dan Adaptif Dibanding SebelumnyaTransformasi Sistem Digital Modern Disebut Berhasil Meningkatkan Kenyamanan dan Efisiensi Aktivitas PenggunaPenggunaan Algoritma Generasi Baru Jadi Sorotan Setelah Dinilai Membuat Pengalaman Interaktif Lebih ResponsifBagaimana Inovasi Teknologi Membentuk Pengalaman Digital yang Lebih Personal dan Mudah Diakses Berbagai KalanganTren Pengembangan Algoritma Modern Mulai Mengubah Cara Pengguna Berinteraksi dengan Platform Digital Masa KiniPengalaman Pengguna Masuk Babak Baru Teknologi Adaptif Dinilai Membawa Perubahan Signifikan pada Industri DigitalEfisiensi dan Stabilitas Jadi Fokus Pengembang Teknologi Berlomba Menghadirkan Sistem yang Lebih Ramah PenggunaDari Kecepatan hingga Personalisasi Ini Faktor yang Membuat Teknologi Modern Semakin Diminati Masyarakat DigitalMahjong Ways Jadi Perbincangan Komunitas Pengguna Bagikan Pengalaman Menarik Selama Menjelajahi Fitur Permainan
Exit mobile version