ofm

Provinsial Ordo Fratrum Minorum (OFM) Indonesia Pastor Mikael Peruhe OFM mengatakan ada tiga jurus penting yang perlu dilakukan Fransiskan muda, yang mengucapkan profesi pertama, sehingga dapat memelihara panggilannya dalam Keluarga Besar Fransiskan, yakni “menjalani kesederhanaan (kedinaan), memiliki pengharapan serta meneladani cara hidup Santo Bonevantura.”

Pastor Mikael Peruhe OFM berbicara dalam homili Misa Profesi Pertama 17 Novis Fransiskan di Gereja Paroki Santo Paulus Depok, Keuskupan Bogor, 15 Juli 2018. Pembina Rumah Transitus Depok Pastor Fransiskus Asisi Oki Dwihatmanto OFM dan Kepala Paroki Santo Paulus Pastor Gregrorius Pontus OFM menjadi konselebran Misa yang dihadiri sekitar 500 umat setempat termasuk keluarga dan sahabat dari para Fransiskan yang mengucapkan kaul pertama.

Dalam Misa bertema “Jika kami untuk melayani baiklah kita melayani” itu Pastor Mikael Peruhe menegaskan bahwa karya pewartaan Kabar Gembira di zaman Yesus bukanlah pekerjaan mudah karena ada ancaman bahkan ancaman keselamatan bagi mereka yang setia mewartakan-Nya. Meski demikian Yesus mengajak para murid dan rasul-Nya untuk memanfaatkan setiap karunia, dan itu menjadi kekuatan yang luar biasa, jelas imam itu.

Di zaman itu, jelas Pastor Peruhe, memang tidak mudah melakukan jurus kesederhanaan atau kedinaan. “Namun, setiap orang bisa secara sadar melepaskan kelekatannya pada hal-hal duniawi untuk merawat panggilannya, sehingga tetap baik adanya,” kata imam itu seraya meminta seorang Fransiskan “menghayati panggilan secara mendalam dan menghidupinya dengan semangat pelayanan dengan pengalaman hidup sederhana.”

Memiliki pengharapan berarti membangun relasi dengan Sang Pencipta, pemilik kehidupan. “Relasi yang baik dengan Yesus adalah suatu yang mutlak bagi mereka mencari kesucian diri. Sama halnya seperti Nabi Amos. Dia yakin bahwa dia diutus berbuat baik untuk Israel, kendati dia menyadari bahwa  tantangan dunia sangat berat,” kata Pastor Peruhe. Dia berharap 17 Fransiskan muda itu memiliki semangat pengharapan untuk “membangun relasi yang baik dengan Tuhan baik dalam suka maupun duka.”

Pada Pesta Santo Bonaventura itu, Pastor Peruhe juga mengajak para novis OFM yang mengucapkan profesi pertama itu meneladani cara hidup orang kudus itu, yakni pengalaman yang dirasakan sesuai dengan pesan aktual yang dialami saat ini.

Pastor Pontus bangga karena Profesi Pertama yang selama ini dilakukan di rumah pembinaan itu telah memantik semangat hidup membiara putera-putera di paroki itu, sedangkan Pastor Oki melihat kehadiran umat paroki sebagai tanda umat ikut mendoakan para novis “sehingga panggilan menjadi Fransiskan dapat terwujud sesuai cita cita para Fransiskan muda.”

Para Fransiskan muda yang umumnya berasal dari Manggarai, Flores, dan dari Malang, Jawa Timur, akan melanjutkan kuliah di STF Driyarkara Jakarta. (Konrad R. Mangu)

Artikel Terkait:

Fransiskan muda diajak melayani penuh persaudaraan seperti Santo Bonaventura

Provinsial OFM ajak 14 frater kaul pertama bersukacita berani bangun persaudaraan

Tinggalkan Pesan