Pinterest
Pinterest

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT

313. Bagaimana Perjanjian Lama memandang penyakit?

Dalam Perjanjian Lama, penyakit dialami sebagai tanda kelemahan dan sekaligus dipahami sebagai sesuatu yang terikat dengan dosa. Para nabi menyadari bahwa penyakit dapat juga mempunyai nilai penebusan bagi dosa-dosanya sendiri dan orang lain. Demikianlah, penyakit ini dialami di hadapan Allah yang kepada-Nya mereka mohon kesembuhan.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1499-1502

314. Apa makna bela rasa Yesus kepada orang sakit?

Bela rasa Yesus kepada orang sakit dan banyak penyembuhan yang dilakukan-Nya bagi yang sakit merupakan suatu tanda nyata bahwa Kerajaan Allah sudah datang bersama-Nya dan karena itu juga berarti kemenangan terhadap dosa, terhadap penderitaan, dan terhadap kematian. Dengan penderitaan dan kematian-Nya, Yesus memberikan makna baru kepada penderitaan kita yang jika dipersatukan dengan penderitaan-Nya dapat menjadi sarana pemurnian dan penyelamatan bagi kita dan bagi orang lain.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1503-1505

315. Bagaimana sikap Gereja terhadap orang sakit?

Setelah menerima tugas dari Allah untuk menyembuhkan orang sakit, Gereja berusaha melaksanakannya dengan merawat orang sakit dan menemani mereka dengan doa permohonan. Terlebih lagi, Gereja mempunyai Sakramen yang khusus ditujukan bagi orang sakit. Sakramen ini ditetapkan oleh Kristus dan ditegaskan oleh Santo Yakobus, ”Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan” (Yak 5:14).

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1506-1513, 1526-1527

316. Siapa yang dapat menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit?

Setiap anggota umat beriman dapat menerima Sakramen ini segera setelah dia berada dalam bahaya maut karena penyakit atau usia lanjut. Si sakit bisa menerima Sakramen ini beberapa kali jika penyakitnya bertambah berat atau karena ada penyakit berat lainnya. Upacara sakramen ini, jika memungkinkan, didahului dengan pengakuan dosa pribadi si sakit.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1514-1515, 1528-1529

317. Siapa pelayan Sakramen ini?

Sakramen ini hanya dapat dilayani oleh Imam tertahbis (Uskup atau Pastor).

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 1516-1530

Tinggalkan Pesan