Diakon Simon Petrus Takahanem Kaize MSC (tengah) tiba di Bandar Udara Mopah Merauke bersama rekannya Diakon Everandus Natalis Resubun MSC
Diakon Simon Petrus Takahanem Kaize MSC (tengah) tiba di Bandar Udara Mopah Merauke bersama rekannya Diakon Everandus Natalis Resubun MSC

Simon Petrus Takahanem Kaize, kelahiran Domande, 22 Februari 1989, merupakan putra asli Marind (suku asli Merauke) pertama yang menjadi anggota Tarekat Missionariorum Sacratisimum Coordis Jesu (MSC) setelah 115 tahun Gereja Katolik masuk di Papua Selatan.

Simon bersama tujuh frater dari Tarekat MSC dan dua frater diosesan menerima tahbisan diakon dari Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di Kapel Seminari Tinggi Hati Kudus Yesus Pineleng, 29 Juni 2018.

Bersama rekannya yang juga ditahbiskan bersama, Diakon Everandus Natalis Resubun MSC, Diakon Simon kembali ke Merauke dan tiba di Bandar Udara Mopah Merauke 7 Juli 2018. Kedatangan mereka, untuk menjalani tahun diakonal di Keuskupan Agung Merauke, disambut di bandara oleh pihak keluarga serta beberapa anggota tarekat MSC.

Diakon Simon adalah Putra Marind ketiga yang dipanggil Tuhan untuk menjadi klerus, setelah Almarhum Pastor Soter Nautje Pr dan Pastor Pius Manu Pr.

Saat ditemui di Bandar Udara Mopah, Diakon Simon mengaku bahwa awalnya dirinya belum tertarik menjadi imam. Ketertarikannya menjadi imam baru muncul saat berada di bangku SMP ketika berjumpa dengan salah satu imam MSC.

“Saat SMA, ketika sudah 101 tahun Gereja Katolik masuk di Papua Selatan, belum ada putra daerah yang menjadi pastor MSC. Itu yang menjadi awal semangat perjuangan saya menjadi anggota MSC. Ini menjadi beban bagi saya, karena saya anak Marind pertama. Tapi saya juga mau membuktikan bagi orang lain bahwa kami orang Marind juga bisa,” kata Simon.

Setelah menjadi diakon, dia berharap ditahbiskan menjadi imam, dan putra Marind lain akan tertarik mengikuti jejaknya. “Saya yakin dan percaya pasti akan banyak anak Marind yang terpanggil,” kata Diakon Simon.

Ketua Pemuda Marind, Fransiskus Ciwe, sangat bersyukur, karena setelah 1 abad lebih Gereja Katolik masuk di Papua Selatan, seorang putra Marind ditahbiskan menjadi diakon di Tarekat MSC. “Kita harap ini bisa berlanjut sampai dengan tahbisan imamatnya nanti.  Kita masyarakat dan pemuda Marind semua  harus mendoakan agar tahbisan diakon yang sudah diterimanya terus berlanjut sampai imamat,” harap Ciwe yang ditemui di bandara di hari yang sama.

Di tempat dan hari yang sama yang sama, Petrus Alui Gebze selaku keluarga dari Diakon Simon mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang selama ini memberikan dukungan. “Saya, mewakili keluarga besar Kaize, Gebze, Mahuze, Samkakai, Ndiken, Basik-Basik dan Balagaize di wilayah adat Marind dan juga lebih khusus lagi keluarga besar dari Kampung Domande, berterima kasih kepada keluarga besar MSC yang selalu memberikan dorongan dan semangat kepada salah satu anak Marind, Simon Petrus Kaize,” katanya.

Dia berharap, dengan hadirnya seorang pastor anak Marind, suku Marind dapat melihat terang dan eksistensi Gereja Katolik di tanah ini semakin diperkuat. (Yakobus Maturbongs)

 

 

Tinggalkan Pesan