Home RENUNGAN Anak sebagai tanda belas kasih Allah

Anak sebagai tanda belas kasih Allah

0

 

Anak

(Renungan Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis, 24 Juni 2018, berdasarkan Lukas 1:57-66.80)

“Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.” (Lk. 1:58)

Hari ini kita merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Ada dua tokoh protagonis pada Injil kita hari ini, Elizabeth, dan Zakharia. Santo Lukas mendeskripsikan pasangan itu sebagai “orang benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.” (Luk 1: 6) ”. Tapi, mereka tidak memiliki anak. Kemungkinan memiliki anak juga mendekati nol karena Elizabeth adalah mandul dan Zakharia sudah tua. Dalam masyarakat Yahudi kuno, anak dianggap sebagai berkat Tuhan dan sumber kehormatan, dan kemandulan adalah kutukan dan rasa malu.

Namun, malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia dan mengatakan kepadanya bahwa istrinya akan hamil meskipun usia mereka yang lanjut. Melihat lebih dekat makna dari nama pasangan ini, kitapun bisa berefleksi lebih dalam. Zakharia dalam bahasa Ibrani berarti “mengingat”, dan Elisabet berasal dari dua kata Ibrani, “Eli” dan “Sabath” berarti janji Tuhan. Dengan demikian, kedua nama itu bisa berarti Tuhan mengingat janji-Nya. Dalam Kitab Suci, ketika Tuhan mengingat, ini bukan sekedar berarti Tuhan mengingat kembali sesuatu dari memori, tetapi ini berarti Tuhan memenuhi apa yang pernah dijanjikan-Nya. Karena Allah telah memenuhi janji-Nya kepada leluhur Zakharia, maka Allah juga mengingat janji-Nya kepada Elisabet. Kisah Elizabeth menggemakan kisah-kisah para wanita hebat dalam Perjanjian Lama: Sarah (Kej 15: 3; 16: 1), Ribka (Kej 25:21), Rahel (Kej 29:31; 30: 1), ibu dari Simson dan istri Manoah (Hak 13: 2-3), dan Hana (1 Sam 1: 2).

Apa janji Tuhan kepada Elizabeth dan Zakharia, dan juga bagi kita semua? St. Lukas menunjukkan kepada kita bahwa janji Allah adalah Dia akan menunjukkan rahmat dan belas kasihan-Nya kepada Elisabeth dan Zakharia (lihat Luk 1:58). Kelahiran Yohanes Pembaptis menjadi tanda rahmat dan belas kasihan Allah terhadap pasangan yang saleh ini. Dengan demikian, kelahiran setiap anak adalah tanda bahwa janji Allah digenapi, tanda belas kasihan Allah kepada setiap orang tua. Kita ingat bahwa rahmat belas kasihan bukanlah sesuatu yang pantas kita terima. Belas kasih adalah berkat dan anugerah. Melalui setiap anak, Tuhan menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kita, dan bersama-sama dengan Elizabeth dan Zakharia, kita juga akan bersukacita.

Namun, hal ini tidak mudah. Kita hidup di dunia yang semakin merasa tidak nyaman dengan kehadiran anak-anak kecil di sekitar kita. Ada mentalitas jahat yang merayap ke generasi zaman now. Ini adalah mentalitas yang mempromosikan kesuksesan individu sebagai nilai kebahagiaan yang utama. Jadi, apa pun yang menghalangi kesuksesan harus diberantas. Ini termasuk pernikahan, kehidupan berkeluarga dan akhirnya anak-anak. Mereka tidak lagi dilihat sebagai anugerah yang diterima dengan rasa syukur, tetapi beban yang harus dihindari. Ketika saya mengunjungi Korea Selatan tahun lalu, sahabat saya dari negeri tersebut mengatakan bahwa generasi muda Korea bekerja sangat keras sampai mereka tidak lagi membuat pernikahan dan memiliki anak sebagai prioritas mereka. Memang, tidak seperti di Filipina atau Indonesia, tidak mudah menemukan anak-anak kecil bermain dengan bebas di Seoul. Saya kira penurunan pertumbuhan penduduk adalah masalah di banyak negara yang maju.

Kita tidak menyangkal fakta bahwa untuk membesarkan anak-anak adalah tanggung jawab yang melelahkan, dan kita juga tidak menyangkal kenyataan bahwa tidak semua dipanggil untuk menjadi orang tua. Namun, adalah sebuah kebenaran bahwa anak-anak adalah anugerah tidak hanya bagi keluarga tertentu, tetapi untuk seluruh umat manusia, dan dengan demikian, kita semua memiliki panggilan suci untuk melindungi dan menjaga kesejahteraan anak-anak kita. Kita akan melindungi anak-anak kita dari segala bentuk pelecehan, dari efek melemahkan kemiskinan, dan dari mentalitas egosentris dan kontrasepsi. Menghargai sebuah pemberian berarti menghormati sang pemberi, dan dengan demikian, menghormati setiap anak berarti menghormati Tuhan yang memberi mereka kepada kita.

Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno OP

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Barang di Rumah yang Sebaiknya Segera Diganti Jika Sudah Lama DipakaiDestinasi Alam yang Masih Sepi Tapi Memiliki Pemandangan MenakjubkanFenomena yang Sedang Ramai Dibicarakan di Media SosialCara Menabung yang Efektif Meski Gaji Pas-PasanMengapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Cukup?Orang Kaya Ternyata Punya Kebiasaan Pagi yang BerbedaKesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Sebelum Usia 30 TahunKesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Membuat Kotoran Menumpuk7 Kebiasaan Pengguna Smartphone yang Diam-Diam Membuat HP Cepat RusakFakta Psikologi yang Bisa Menjelaskan Perilaku Sehari-hariTernyata Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Memberikan Efek IniFitur Tersembunyi Android yang Jarang Diketahui PenggunaKisah Sederhana yang Menginspirasi Banyak OrangKenapa WiFi Terasa Lambat Padahal Sinyal Penuh? Ini PenjelasannyaKota-Kota di Asia Tenggara yang Cocok untuk Liburan HematMengapa Banyak Bisnis Kecil Gagal di Tahun Pertama?Peluang Usaha Modal Kecil yang Masih Menjanjikan Tahun IniKuliner Malam yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota BaruTanda Tubuh Sedang Mengalami Stres BerlebihanCara Membersihkan Memori HP Tanpa Menghapus Foto PentingTrik Menata Rumah Agar Terlihat Lebih LuasKebiasaan Sepele yang Bisa Mengganggu Kualitas TidurKebiasaan Cas HP Semalaman, Benarkah Berbahaya?Kebiasaan Boros yang Sering Tidak DisadariAlasan Mengapa Banyak Orang Mendadak Menyukai Hobi IniMakanan Tradisional Indonesia yang Mulai Sulit DitemukanTernyata Ini Penyebab Baterai HP Cepat Habis Setiap HariKebiasaan Unik dari Berbagai Negara yang MengejutkanCara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Secara AlamiMengapa Beberapa Orang Lebih Suka Menyendiri?Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata di Era DigitalCara Mengetahui Akun WhatsApp Sedang Disadap atau TidakHal-Hal Kecil yang Ternyata Membuat Orang Lebih BahagiaTren Baru yang Diprediksi Akan Populer dalam Waktu DekatBarang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama di KulkasCerita di Balik Kebiasaan yang Dianggap Biasa oleh Banyak OrangCara Mengatur Keuangan Agar Tidak Selalu Kehabisan Uang di Akhir BulanTips Menghemat Listrik yang Jarang Diketahui5 Aplikasi Gratis yang Bisa Membuat Kerja Lebih CepatIde Penghasilan Tambahan yang Bisa Dikerjakan dari RumahKesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merencanakan LiburanEfek Duduk Terlalu Lama yang Jarang DisadariModus Penipuan Online Terbaru yang Sedang MarakFakta Menarik Tentang Destinasi Populer yang Jarang DiketahuiMinum Air Putih Saat Bangun Tidur, Apa Benar Banyak Manfaatnya?Kesalahan Saat Berbelanja yang Membuat Pengeluaran MembengkakPenelitian Terbaru Mengungkap Fakta Menarik Tentang Kehidupan ModernRahasia Rumah Selalu Rapi yang Jarang DiketahuiPeluang Bisnis Rumahan yang Semakin Diminati Banyak OrangAlasan Wisatawan Sering Kembali ke Destinasi yang SamaModus Baru di Internet yang Perlu Diwaspadai Pengguna SmartphoneFakta Tentang Kopi yang Mungkin Belum Anda KetahuiAlasan Banyak Orang Mulai Mengurangi Penggunaan Media SosialTempat Wisata yang Terlihat Lebih Indah Saat Musim TertentuMakanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut KosongKebiasaan Pagi yang Membantu Menjaga ProduktivitasTanda-Tanda Kondisi Keuangan Anda Perlu Segera DibenahiTanda Peralatan Elektronik di Rumah Perlu DigantiKesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Membuat Cepat RusakCara Mendapatkan Tiket Pesawat Lebih Murah
Exit mobile version