red.hats_
CNS photo/Paul Haring

Berbicara kepada para peziarah dan pengunjung yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu, 20 Mei 2018, di penghujung sambutan seusai doa Ratu Surga, Paus Fransiskus mengumumkan bahwa dia akan mengangkat kardinal-kardinal baru dalam Konsistori tanggal 29 Juni 2018.

Paus mengatakan bahwa tempat-tempat asal para kardinal baru itu “mengungkapkan universalitas Gereja, yang terus mewartakan cinta kasih Tuhan yang penuh belas kasih kepada semua pria dan wanita di bumi.”

Orang-orang yang akan menerima topi merah dari Paus antara lain para uskup dari Irak, Pakistan, Portugal, Peru, Madagaskar, Italia dan Jepang.

Dalam daftar ini terdapat juga uskup agung asal Polandia Mgr Konrad Krajewski, yang bertugas sebagai almoner paus di Roma, dan tiga uskup agung Italia, Vikjen Keuskupan Roma Mgr Angelo De Donatis, Prefek Kongregasi untuk Ajaran Iman Mgr Luis Ladaria, dan Wakil Sekretaris Negara dan Delegasi Khusus untuk Ordo Militer Berdaulat Malta Mgr Giovanni Becciu. Paus Francis mengatakan bahwa nominasi mereka “menunjukkan ikatan yang tak terputus antara Tahta Petrus dan Gereja-Gereja lokal di seluruh dunia.

Bersama mereka, Paus Fransiskus juga menominasikan ke dalam Dewan Kardinal, uskup agung (pensiunan) Meksiko, uskup (pensiunan) Bolivia dan seorang imam dari Ordo Claretian. Mereka semua, menurut Paus, “telah menunjukkan keistimewaan dalam melayani Gereja.”

Nama-nama Kardinal baru itu adalah:

Yang Berbahagia Louis Raphaël I Sako (Patriark Katolik Babilonia Babilonia), usia 69,9 tahun

Yang Mulia Luis Frsnsico Ladaria Ferrer (Prefek Kongregation untuk Ajaran Iman), usia 74,1 tahun

Yang Mulia Angelo De Donatis (Vikaris Jenderal Roma), usia 64,4 tahun

Yang Mulia Giovanni Angelo Becciu (Wakil Sekretaris Negara dan Delegasi Khusus Ordo Militer Berdaulat Malta), usia 70 tahun

Yang Mulia Konrad Krajewski (Almoner dari Kantor Amal Kasih Kepausan), usia 54,5 tahun

Yang Mulia Joseph Coutts (Uskup Agung Karachi), usia 72,9 tahun

Yang Mulia António Augusto dos Santos Marto (Uskup Leiria-Fátima, Portugal), usia 71,1 tahun

Yang Mulia Pedro Ricardo Barreto Jimeno (Uskup Agung Huancayo, Peru), usia 74,3 tahun

Yang Mulia Desiré Tsarahazana (Uskup Agung Toamasina, Madagascar), usia 64 tahun

Yang Mulia Giuseppe Petrocchi (Uskup Agung L’Aquila, Italia), usia 69,8 tahun

Yang Mulia Thomas Aquinas Manyo Maeda (Uskup Agung Osaka, Jepang), usia 69,3 tahun

Yang Mulia Sergio Obeso Rivera (Uskup Agung Emeritus Xalapa, Mexico), usia 86,6 tahun

Yang Mulia Toribio Ticona Porco (Uskup Emeritus Corocoro), usia 81,1 tahun

Pastor Aquilino Bocos Merino CMF (Superior Jenderal Emeritus Misionaris Putra-Putra Hati Maria Tak Bercela), 80,1 tahun.

Dengan penambahan itu, maka jumlah kardinal akan menjadi 227 orang, 125 di antaranya tidak ada hak untuk memilih. Uskup Agung Konrad Krajewski akan menjadi kardinal kedua termuda dengan usia 54, sedangkan yang termuda tetap Dieudonne Kardinal Nzapalainga, Uskup Agung Bangui, Republik Afrika Tengah dengan usia 51 tahun.(paul c pati)

1 komentar

Tinggalkan Pesan