cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (13)

“Cor Orans” (Hati yang Berdoa) adalah judul dokumen yang memberikan instruksi tentang bagaimana menerapkan Konstitusi Apostolik Paus Fransiskus 2016 “Vultum Dei Quaerere” (Carilah Wajah Tuhan) yang ditujukan kepada kaum religius wanita di komunitas-komunitas kontemplatif.

Di dalamnya, Paus menyerukan perubahan-perubahan untuk dilaksanakan di 12 bidang beragam dari kehidupan doa hingga pakaian kerja.

“Cor Orans” disajikan dalam konferensi pers di Kantor Pers Takhta Suci, 15 Mei 2018, yang dipimpin oleh Sekretaris Kongregasi untuk Lembaga Hidup Bakti dan Serikat Hidup Apostolik Uskup Agung José Rodriguez Carballo, dan oleh wakil sekretaris kongregasi yang sama, Pastor Sebastiano Paciolla.

Di dunia saat ini ada hampir 38.000 biarawati yang hidup dalam biara tertutup, dan karena alasan ini isi dokumen baru itu menarik tidak hanya untuk Gereja dan untuk para biarawati itu sendiri tetapi juga untuk masyarakat pada umumnya, jelas Uskup Agung Rodriguez Caballo. Dokumen itu, lanjut Mgr Caballo bertujuan untuk “memperjelas ketentuan hukum, seraya mengembangkan dan memastikan prosedur pelaksanaannya.”

Dokumen itu memberikan panduan yang tepat mengenai semua aspek praktis, administratif, hukum dan spiritual yang berkaitan dengan pendirian dan jalannya biara-biara untuk para biarawati kontemplatif.

Ini termasuk spesifikasi rinci mengenai otonomi biara, dasar dan pendirian biara-biara itu sendiri, pemindahan dan penekanan yang mungkin terjadi, kebutuhan untuk kewaspadaan eklesial atas biara-biara, hubungan dengan uskup keuskupan yang bersangkutan, aturan dan peraturan tentang “pemisahan para biarawati dari dunia luar,” sarana komunikasi, berbagai bentuk biara termasuk “papal enclosure” (yang berarti kalau sudah masuk tidak boleh keluar lagi)  dan pembinaan.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan