cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (20)

Para uskup Meksiko meluncurkan seruan mendesak untuk membangun budaya perdamaian dan rekonsiliasi. Seruan itu dibuat menyusul pembunuhan seorang pastor Katolik yang diserang di Paroki Jalisco. Pastor Juan Miguel Contreras Garcia adalah imam keempat yang dibunuh di negara itu sejak awal tahun.

Konferensi Waligereja Meksiko, seperti dilaporkan oleh Linda Bordoni dari Vatican News, menyatakan kesedihan dan kecemasan atas pembunuhan Pastor Juan Miguel Contrera Garcia, berusia 33 tahun, yang dibunuh oleh sekelompok penyerang bersenjata di parokinya tanggal 20 April 2018.

Menurut laporan, serangan yang terjadi segera setelah perayaan Misa itu merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan terhadap para imam di Meksiko. Sebelumnya, Pastor Ruben Alcantara Diaz dibunuh tanggal 18 April, tepat sebelum perayaan Misa di parokinya di Keuskupan Izcalli.

Serangan terhadap klerus  sudah umum di Meksiko. Di sana, tingkat pembunuhan mencapai tingkat historis yang tinggi di tahun 2017, dan kekerasan yang meluas di negara itu belum menjauhi Gereja Katolik.

Dalam pernyataan itu, para uskup meluncurkan seruan mendesak untuk membangun budaya damai dan rekonsiliasi. “Kejadian-kejadian yang menyedihkan ini meminta kita semua untuk melakukan pertobatan yang dalam dan tulus,” kata pernyataan itu.

“Kami meminta otoritas yang kompeten untuk menjelaskan peristiwa dramatis ini dan untuk mengambil tindakan sesuai hukum keadilan,” lanjut pernyataan itu.

Para uskup juga menyerukan kepada para pelaku kekerasan “untuk tidak hanya meletakkan senjata”, tetapi juga menolak “kebencian, dendam, pembalasan dan semua sentimen yang merusak,” lanjut pernyataan para uskup. (pcp berdasarkan Vatican News)

Tinggalkan Pesan