cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (13)

Paus Fransiskus melanjutkan katekese tentang Pembaptisan pada Audiensi Umum Rabu, 18 April 2018, dengan mengatakan kata-kata dan gerak-gerik Sakramen itu mengungkapkan makna kehidupan baru kita di dalam Kristus. Saat itu Paus mengatakan bahwa tanda salib adalah pengingat siapa kita dan kita milik siapa, serta mengajak orang tua untuk mengajar anak-anaknya cara membuat tanda salib dengan benar, “karena kalau mereka mempelajarinya saat anak-anak, mereka akan membuatnya degan benar nanti saat dewasa.”

PEN@ Katolik menerjemahkan ringkasan resmi katekese Paus itu ke dalam bahasa Indonesia:

Saudara-saudariku yang terkasih: Dalam katekese berkelanjutan tentang Sakramen Pembaptisan, sekarang kita beralih ke kata-kata dan gerak-gerik yang mengungkapkan maknanya sebagai awal dari kehidupan baru kita di dalam Kristus. Pertama, orang tua ditanya nama apa yang mereka berikan kepada anak mereka. Nama yang kami terima saat Baptisan adalah pengingat terus-menerus bahwa setiap kita adalah pribadi yang unik, yang dicintai oleh Allah dan dipanggil untuk menanggapi cinta itu di setiap saat dalam kehidupan kita. Dilahirkan kembali oleh air dan Roh Kudus, kita menjadi anak-anak Allah dan memulai perjalanan iman dan pertumbuhan dalam kekudusan dalam kesatuan dengan Yesus, Anak Bapa yang kekal. Setelah berjanji untuk membesarkan anak mereka dalam iman Gereja, orang tua dan orang tua baptis kemudian membuat tanda salib di dahinya. Misteri salib menyertai kita pada setiap saat kehidupan kita, karena sekarang kita adalah milik Kristus dan bersama-sama dengan Dia melewati kematian menuju kehidupan. Setiap hari, ketika kita membuat tanda salib, semoga kita bersukacita dalam rahmat baptisan kita dan berusaha masuk lebih dalam lagi ke dalam misteri penebusan, kelahiran kembali dan kehidupan kekal yang dianugerahkan oleh Kristus Juruselamat kita.(pcp)

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (16)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (17)cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (14)

Tinggalkan Pesan